• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Breaking News! Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.350 US$

Breaking News! Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.350 US$

May 6, 2026
Meski Jadi Bos INA, Oki & Laksono Masih Masuk Bursa Direksi BEI

Meski Jadi Bos INA, Oki & Laksono Masih Masuk Bursa Direksi BEI

May 21, 2026
Saham Syariah Mendominasi Bursa, BEI Ungkap Datanya

Saham Syariah Mendominasi Bursa, BEI Ungkap Datanya

May 21, 2026
Eks Wakil Ketua KPK Jadi Komisaris Jasa Marga (JSMR)

Eks Wakil Ketua KPK Jadi Komisaris Jasa Marga (JSMR)

May 21, 2026
Ada Emiten HSC Datangi Bursa Hari Ini

Ada Emiten HSC Datangi Bursa Hari Ini

May 21, 2026
Perputaran Dana US,7 M/Bulan, BI Permudah Transaksi Yuan China di RI

Perputaran Dana US$3,7 M/Bulan, BI Permudah Transaksi Yuan China di RI

May 21, 2026
Terungkap! Ini Deretan Insentif OJK Buat Himbara Penampung DHE SDA

Terungkap! Ini Deretan Insentif OJK Buat Himbara Penampung DHE SDA

May 21, 2026
DHE SDA Wajib di Himbara, BI Berikan Kemudahan Buat Eksportir

DHE SDA Wajib di Himbara, BI Berikan Kemudahan Buat Eksportir

May 21, 2026
OJK Bongkar 2 Investasi Bodong Bermodus Saham dan Drama China

OJK Bongkar 2 Investasi Bodong Bermodus Saham dan Drama China

May 21, 2026
92 Perusahaan Anak Bakal Dipangkas

92 Perusahaan Anak Bakal Dipangkas

May 21, 2026
IHSG Ditutup Turun 3,54%, Rontok ke Level 6.000-an

IHSG Ditutup Turun 3,54%, Rontok ke Level 6.000-an

May 21, 2026
BUMN Ekspor Disorot, IHSG Anjlok Lebih 3% Ke Level 6.000-an

BUMN Ekspor Disorot, IHSG Anjlok Lebih 3% Ke Level 6.000-an

May 21, 2026
Modernisasi Alkes RI, IRRA Hadirkan Teknologi Bedah Canggih

Modernisasi Alkes RI, IRRA Hadirkan Teknologi Bedah Canggih

May 21, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, May 21, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Breaking News! Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.350 US$

2 weeks ago
in News
Breaking News! Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.350 US$
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (6/5/2026).

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda mengawali perdagangan di zona hijau dengan apresiasi sebesar 0,34% ke posisi Rp17.350/US$. Penguatan ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya rupiah ditutup melemah 0,26% ke level Rp17.410/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS atau DXY yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia terpantau melemah. Per pukul 09.00 WIB, DXY turun 0,21% ke level 98,234.


Bank Indonesia (BI) dan pemerintah kembali menujukkan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut, ada tujuh langkah yang disiapkan BI untuk memperkuat rupiah dan telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Selasa malam (5/5/2026).

Tujuh langkah tersebut mencakup pembatasan pembelian dolar AS tanpa underlying transaction, intervensi di pasar valas baik spot maupun DNDF domestik, serta penguatan intervensi NDF di pasar luar negeri.

BI juga akan memperkuat daya tarik Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), melanjutkan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder, menjaga kecukupan likuiditas perbankan dan pasar, serta meningkatkan pengawasan terhadap bank dan korporasi dengan aktivitas pembelian dolar AS yang tinggi.

Untuk rencana memperketat pembelian dolar AS di pasar domestik tanpa underlying. Perry menjelaskan, BI sebelumnya telah menurunkan batas pembelian dolar tanpa underlying dari US$100.000 menjadi US$50.000 per orang per bulan.

Ke depan, batas tersebut akan kembali diturunkan menjadi US$25.000. Artinya, pembelian dolar AS sampai atau di atas US$25.000 wajib memiliki underlying atau dasar transaksi yang jelas.

“Pembelian dolar sampai dengan atau di atas 25.000 itu harus pakai underlying ya. Itu yang kami akan perkuat,” kata Perry.

Selain itu, BI juga akan terus melakukan intervensi di pasar spot, DNDF domestik, hingga NDF luar negeri, termasuk di Hong Kong, Singapura, London, dan New York. Perry menegaskan cadangan devisa BI masih lebih dari cukup untuk menjaga stabilitas rupiah.

BI juga akan memperkuat daya tarik SRBI untuk menarik inflow asing agar dapat mengimbangi outflow dari pasar SBN dan saham.

Koordinasi dengan Kementerian Keuangan turut diperkuat melalui pembelian SBN di pasar sekunder. Perry menyebut BI telah membeli SBN sebesar Rp123,1 triliun secara year to date.

Dari sisi pemerintah, adanya pemberlakuan aturan baru Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) mulai 1 Juni 2026.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan DHE SDA wajib masuk ke bank pelat merah atau Himbara minimal selama 12 bulan, dengan konversi ke rupiah maksimal 50% dari total DHE SDA eksportir.

Khusus sektor ekstraktif, minyak, dan gas, pemerintah memberikan pengecualian durasi penempatan menjadi tiga bulan.

Pemerintah juga menyiapkan instrumen SBN valas domestik untuk menampung kelebihan valas dari DHE SDA. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pasokan valas di dalam negeri sekaligus memperdalam pasar keuangan domestik.

(evw/evw)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

January 13, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Meski Jadi Bos INA, Oki & Laksono Masih Masuk Bursa Direksi BEI

Meski Jadi Bos INA, Oki & Laksono Masih Masuk Bursa Direksi BEI

May 21, 2026
Saham Syariah Mendominasi Bursa, BEI Ungkap Datanya

Saham Syariah Mendominasi Bursa, BEI Ungkap Datanya

May 21, 2026
Eks Wakil Ketua KPK Jadi Komisaris Jasa Marga (JSMR)

Eks Wakil Ketua KPK Jadi Komisaris Jasa Marga (JSMR)

May 21, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .