• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Breaking! Rupiah Menguat, Dolar AS Turun ke Rp16.820

Breaking! Rupiah Menguat, Dolar AS Turun ke Rp16.820

February 18, 2026
IHSG Dibuka Menguat 0,19% ke Level 6.042

IHSG Dibuka Menguat 0,19% ke Level 6.042

October 9, 2026
IHSG Anjlok Dekati 2%, Simak 5 Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Anjlok Dekati 2%, Simak 5 Rekomendasi Saham Hari Ini

October 9, 2026
Imbas Tekanan Saham AI Amerika, Bursa Asia Bervariasi

Imbas Tekanan Saham AI Amerika, Bursa Asia Bervariasi

October 9, 2026
Paramita Bangun Sarana Mau Stock Split Saham Jadi Rp 25 Per Saham

Paramita Bangun Sarana Mau Stock Split Saham Jadi Rp 25 Per Saham

October 9, 2026
IHSG Anjlok Dekati 2%, Asing Lepas 10 Saham Ini

IHSG Anjlok Dekati 2%, Asing Lepas 10 Saham Ini

October 9, 2026
Kinerja Asuransi & Strategi Menjangkau Pasar Baru

Kinerja Asuransi & Strategi Menjangkau Pasar Baru

October 9, 2026
IHSG Anjlok 1%, Asing Malah Borong 10 Saham Ini

IHSG Anjlok 1%, Asing Malah Borong 10 Saham Ini

October 9, 2026
Danantara Mau Ambil Saham BEI 5% Lebih, OJK: Infrastruktur Belum Siap

Danantara Mau Ambil Saham BEI 5% Lebih, OJK: Infrastruktur Belum Siap

October 9, 2026
Kabar Baik! Spread SBN RI vs US Treasury Menipis, Kini Tinggal 188 Bps

Kabar Baik! Spread SBN RI vs US Treasury Menipis, Kini Tinggal 188 Bps

October 8, 2026
Emiten Tak Sanggup Penuhi Free Float 15%? Bursa Siapkan Exit Policy

Emiten Tak Sanggup Penuhi Free Float 15%? Bursa Siapkan Exit Policy

October 8, 2026
Rayakan HUT ke-28, Bank Mandiri Tebar Dividen Interim Rp 6,16 T

Rayakan HUT ke-28, Bank Mandiri Tebar Dividen Interim Rp 6,16 T

October 8, 2026
Saham HSC Rawan Digoreng, OJK Awasi Ketat

Saham HSC Rawan Digoreng, OJK Awasi Ketat

October 8, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, October 9, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Breaking! Rupiah Menguat, Dolar AS Turun ke Rp16.820

8 months ago
in Market
Breaking! Rupiah Menguat, Dolar AS Turun ke Rp16.820
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah membuka perdagangan perdana setelah libur Tahun Baru Imlek 2026 dengan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu (18/2/2026).

Melansir data Refinitiv, rupiah dibuka di posisi Rp16.820/US$ atau terapresiasi 0,03%. Sebelumnya, pada perdagangan terakhir sebelum libur, Jumat (13/2/2026), rupiah ditutup melemah 0,09% di level Rp16.825/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB terpantau berada di zona hijau dengan penguatan 0,04% ke level 97,193.


Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini berlangsung dalam suasana pasar yang kembali aktif setelah libur dua hari, Senin-Selasa (17/2/2026), seiring perayaan Imlek. Rupiah diperkirakan masih akan sensitif terhadap sentimen dari domestik dan global.

Dari dalam negeri, perhatian pelaku pasar tertuju pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang digelar selama dua hari mulai hari ini dan akan diumumkan hasilnya pada esok hari.

Sepanjang 2025, BI tercatat memangkas suku bunga acuan sebanyak lima kali, masing-masing 25 basis poin pada Januari, Mei, Juli, Agustus, dan September. Namun memasuki Januari 2026, BI menahan suku bunga di 4,75% dan pasar cenderung menilai sikap bertahan berpeluang berlanjut pada RDG kali ini.

Selain keputusan suku bunga, pasar juga akan mencermati arah kebijakan stabilisasi nilai tukar, termasuk intensitas intervensi BI di tengah kondisi pasar keuangan yang masih rentan terhadap risiko arus keluar asing pasca gejolak akhir Januari.

Di saat yang sama, pelaku pasar juga menilai efektivitas transmisi pelonggaran suku bunga ke sektor riil, mengingat penurunan suku bunga belum sepenuhnya diikuti penurunan suku bunga kredit sehingga dorongan ekspansi pembiayaan masih terbatas.

Dari eksternal, sentimen global masih dibayangi meningkatnya ketidakpastian geopolitik, termasuk perkembangan pembicaraan nuklir AS-Iran yang memicu sikap hati-hati pelaku pasar.

Dalam kondisi seperti ini, dolar AS kerap diuntungkan karena investor cenderung beralih ke aset aman, termasuk dolar dan surat utang AS, yang pada akhirnya dapat menambah tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share198Tweet124
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
IHSG Dibuka Menguat 0,19% ke Level 6.042

IHSG Dibuka Menguat 0,19% ke Level 6.042

October 9, 2026
IHSG Anjlok Dekati 2%, Simak 5 Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Anjlok Dekati 2%, Simak 5 Rekomendasi Saham Hari Ini

October 9, 2026
Imbas Tekanan Saham AI Amerika, Bursa Asia Bervariasi

Imbas Tekanan Saham AI Amerika, Bursa Asia Bervariasi

October 9, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .