• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Brent Tembus US4, Pasar Cemas Konflik Timur Tengah Berlarut

Brent Tembus US$104, Pasar Cemas Konflik Timur Tengah Berlarut

May 22, 2026
Komisaris Bank Jadi Tersangka, Diduga Salurkan Kredit Fiktif Rp14,8 M

Komisaris Bank Jadi Tersangka, Diduga Salurkan Kredit Fiktif Rp14,8 M

July 3, 2026
OJK Perketat Aturan BPR, Modal di Bawah Rp6 M Terancam Kena Sanksi

OJK Perketat Aturan BPR, Modal di Bawah Rp6 M Terancam Kena Sanksi

July 3, 2026
Emiten Prajogo Pangestu (CDIA) Mau Beli Saham PT AMP Rp 1,4 Triliun

Emiten Prajogo Pangestu (CDIA) Mau Beli Saham PT AMP Rp 1,4 Triliun

July 3, 2026
Investor ‘The Big Short’ Pasang Taruhan Besar Lawan Tesla-Nvidia

Investor ‘The Big Short’ Pasang Taruhan Besar Lawan Tesla-Nvidia

July 3, 2026
Mandiri Jogja Marathon Dongkrak Belanja Warga DIY 7,4%

Mandiri Jogja Marathon Dongkrak Belanja Warga DIY 7,4%

July 3, 2026
Bos BRI (BBRI) Ungkap Jurus Transformasi Menyeluruh

Bos BRI (BBRI) Ungkap Jurus Transformasi Menyeluruh

July 3, 2026
Tiga Bulan Menjabat Jadi Dirut PT Pos, Ini Temuan Daud Joseph

Tiga Bulan Menjabat Jadi Dirut PT Pos, Ini Temuan Daud Joseph

July 3, 2026
Masuk Era Baru, ETF Emas Segera Hadir di Pasar Modal Indonesia

Masuk Era Baru, ETF Emas Segera Hadir di Pasar Modal Indonesia

July 3, 2026
Volume Pasar Belum Balik, IHSG Sudah Tancap Gas Naik 2,28%

Volume Pasar Belum Balik, IHSG Sudah Tancap Gas Naik 2,28%

July 3, 2026
Analis Buka-Bukaan Soal Prospek Saham ANTM, Target Segini!

Analis Buka-Bukaan Soal Prospek Saham ANTM, Target Segini!

July 3, 2026
Menguat Lebih Dari 2% di Akhir Pekan, IHSG Melaju ke 5.800-an

Menguat Lebih Dari 2% di Akhir Pekan, IHSG Melaju ke 5.800-an

July 3, 2026
BEI Lelang 11 Saham Bursa Bulan Depan, Ini Syarat Pesertanya

BEI Lelang 11 Saham Bursa Bulan Depan, Ini Syarat Pesertanya

July 3, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, July 3, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Brent Tembus US$104, Pasar Cemas Konflik Timur Tengah Berlarut

1 month ago
in ENTREPRENEUR
Brent Tembus US4, Pasar Cemas Konflik Timur Tengah Berlarut
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Harga minyak dunia kembali menanjak pada perdagangan Jumat (22/5/2026) pagi, setelah pasar mulai meragukan peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Fokus pasar kini kembali tertuju pada risiko pasokan global, terutama jalur vital Selat Hormuz yang masih dibayangi gangguan distribusi energi dari kawasan Timur Tengah.

Menurut data Refinitiv pada pukul 09.50 WIB, harga minyak Brent kontrak Juli (LCOc1) naik ke US$104,24 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI/CLc1) berada di level US$97,48 per barel. Kenaikan ini terjadi setelah sehari sebelumnya Brent ditutup di US$102,58 dan WTI di US$96,35 per barel.



Meski menguat pagi ini, pergerakan minyak sepanjang pekan masih sangat liar. Dalam rentang kurang dari dua minggu, Brent sempat menyentuh US$112,1 per barel pada 18 Mei sebelum turun tajam ke kisaran US$102. WTI pun bergerak dari US$108,66 menuju area US$96-97 per barel. Volatilitas tinggi ini lahir dari kombinasi konflik geopolitik, ancaman gangguan suplai, hingga spekulasi arah produksi OPEC+.

Reuters melaporkan negosiasi AS-Iran masih menemui jalan terjal. Sumber senior Iran menyebut belum ada kesepakatan dengan Washington, walau jarak pandangan kedua negara mulai menyempit. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengaku ada “tanda-tanda positif” dalam pembicaraan tersebut, namun AS menolak segala bentuk sistem tarif maupun kontrol di Selat Hormuz.

Pasar memandang Selat Hormuz sebagai urat nadi energi dunia. Sebelum perang pecah, sekitar 20% pasokan energi global melintas dari jalur sempit tersebut. Konflik yang berlangsung kini telah memangkas sekitar 14 juta barel per hari pasokan minyak dunia, setara 14% suplai global, termasuk ekspor dari Arab Saudi, Irak, Uni Emirat Arab, hingga Kuwait.

Kepala perusahaan migas nasional Abu Dhabi, ADNOC, bahkan memperkirakan arus normal minyak melalui Hormuz belum akan pulih penuh sebelum kuartal I atau kuartal II 2027, sekalipun konflik berhenti hari ini. Pernyataan itu membuat pelaku pasar mulai menghitung ulang potensi krisis pasokan jangka panjang.

Analis komoditas Rakuten Securities, Satoru Yoshida, mengatakan kenaikan harga minyak pagi ini dipicu ketidakpastian arah negosiasi damai. Pasar masih melihat risiko gangguan suplai dari Timur Tengah tetap tinggi selama situasi Hormuz belum stabil. Yoshida memperkirakan harga WTI pekan depan bergerak di kisaran US$90-US$110 per barel, pola yang sudah terbentuk sejak akhir Maret lalu.

Dari sisi pasokan, tujuh negara utama OPEC+ disebut kemungkinan menyetujui kenaikan moderat target produksi Juli dalam pertemuan 7 Juni mendatang. Namun tambahan produksi itu belum cukup menenangkan pasar karena distribusi minyak dari sejumlah negara produsen masih terganggu akibat perang Iran.

Lonjakan harga minyak kini kembali memunculkan kekhawatiran inflasi global. Negara-negara importir energi menghadapi ancaman kenaikan biaya logistik, transportasi, hingga pangan apabila harga bertahan di atas US$100 per barel dalam waktu lama. Situasi ini membuat pasar global masuk ke fase sensitif: di satu sisi ada harapan diplomasi, di sisi lain ancaman krisis pasokan belum benar-benar pergi.

CNBC Indonesia 

(emb/emb)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Komisaris Bank Jadi Tersangka, Diduga Salurkan Kredit Fiktif Rp14,8 M

Komisaris Bank Jadi Tersangka, Diduga Salurkan Kredit Fiktif Rp14,8 M

July 3, 2026
OJK Perketat Aturan BPR, Modal di Bawah Rp6 M Terancam Kena Sanksi

OJK Perketat Aturan BPR, Modal di Bawah Rp6 M Terancam Kena Sanksi

July 3, 2026
Emiten Prajogo Pangestu (CDIA) Mau Beli Saham PT AMP Rp 1,4 Triliun

Emiten Prajogo Pangestu (CDIA) Mau Beli Saham PT AMP Rp 1,4 Triliun

July 3, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .