
Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) alias BSI menargetkan kantor cabang luar negeri di Jeddah, Arab Saudi, dapat mulai beroperasi paling lambat Januari 2027. Saat ini bank syariah terbesar RI itu masih menyelesaikan persiapan infrastruktur dan menunggu persetujuan regulator setempat.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo mengatakan sebenarnya pihaknya membidik kantor cabang luar negeri itu dapat mulai beroperasi bulan depan, tetapi ada sedikit perubahan menjadi tahun depan. Sebab, operasional kantor masih bergantung pada pemeriksaan regulator Arab Saudi.
“Kalau infrastruktur sudah kita siapin, kantornya sudah ada, IT-nya sudah kita siapin, tapi biasanya kan regulator setempat harus mengecek kembali semua checkpoint-nya baru mereka bisa rilis. Tapi kalau kitanya di sisi kita sudah, sudah, sudah ready,” ujar Anggoro selepas Press Conference BSI International Expo di Kopikalyan, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2026).
Ia merincikan progres persiapan gedung kantor dan sistem IT tersebut masing-masing sudah mencapai sekitar 80%.
Menurut Anggoro, setiap tahapan persiapan IT harus melalui pemeriksaan regulator sebelum dapat dilanjutkan. Ia mengatakan proses tersebut menjadi tantangan tersendiri karena BSI menjadi bank Indonesia pertama yang membuka kantor di wilayah tersebut.
“Januari lah paling terakhir bisa operasi di sana. Dan operasi lisensinya akan bertahap. Kami full branch, tapi kami akan mulai beberapa layanan yang bertahap,” tutur Anggoro.
Dari sisi sumber daya manusia, BSI telah menyiapkan tenaga kerja dengan melibatkan sumber daya lokal. Tetapi, sekitar 70% tenaga kerja kantor cabang tersebut disyaratkan berasal dari Arab Saudi.
Tahun lalu, bank syariah terbesar RI itu telah memperoleh izin untuk membuka kantor cabangdi Arab Saudi. Tepatnya pada 22 April 2025, Pemerintah Arab Saudi telah mengumumkan memberikan izin bagi BSI itu dalam sidang Kabinet yang dipimpin oleh Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri, Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud.
Persetujuan ini turut memperkuat kolaborasi di bidang ekonomi dan keuangan syariah antara Indonesia dan Arab Saudi, dua negara dengan mayoritas penduduk Muslim yang memiliki peranan penting dalam dunia Islam.
Mengingatkan saja, saat ini, kantor cabang BSIyang telah berdiri di wilayah Timur Tengah berada di Dubai. Kantor cabang tersebut juga menjadi satu-satunya bank syariah asal Indonesia yang berada di wilayah Timur Tengah.
Dengan disetujuinya pendirian kantor cabangBSI di Arab Saudi, Indonesia akan memiliki dua kantor cabang bank syariah di wilayah Timur Tengah.
(fsd/fsd)



















