• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Catat! Ini 10 Emitem Paling Jor-Joran Kasih Imbal Hasil Tertinggi

Catat! Ini 10 Emitem Paling Jor-Joran Kasih Imbal Hasil Tertinggi

October 4, 2026
Imbas Tekanan Saham AI Amerika, Bursa Asia Bervariasi

Imbas Tekanan Saham AI Amerika, Bursa Asia Bervariasi

October 9, 2026
Paramita Bangun Sarana Mau Stock Split Saham Jadi Rp 25 Per Saham

Paramita Bangun Sarana Mau Stock Split Saham Jadi Rp 25 Per Saham

October 9, 2026
IHSG Anjlok Dekati 2%, Asing Lepas 10 Saham Ini

IHSG Anjlok Dekati 2%, Asing Lepas 10 Saham Ini

October 9, 2026
Kinerja Asuransi & Strategi Menjangkau Pasar Baru

Kinerja Asuransi & Strategi Menjangkau Pasar Baru

October 9, 2026
IHSG Anjlok 1%, Asing Malah Borong 10 Saham Ini

IHSG Anjlok 1%, Asing Malah Borong 10 Saham Ini

October 9, 2026
Danantara Mau Ambil Saham BEI 5% Lebih, OJK: Infrastruktur Belum Siap

Danantara Mau Ambil Saham BEI 5% Lebih, OJK: Infrastruktur Belum Siap

October 9, 2026
Kabar Baik! Spread SBN RI vs US Treasury Menipis, Kini Tinggal 188 Bps

Kabar Baik! Spread SBN RI vs US Treasury Menipis, Kini Tinggal 188 Bps

October 8, 2026
Emiten Tak Sanggup Penuhi Free Float 15%? Bursa Siapkan Exit Policy

Emiten Tak Sanggup Penuhi Free Float 15%? Bursa Siapkan Exit Policy

October 8, 2026
Rayakan HUT ke-28, Bank Mandiri Tebar Dividen Interim Rp 6,16 T

Rayakan HUT ke-28, Bank Mandiri Tebar Dividen Interim Rp 6,16 T

October 8, 2026
Saham HSC Rawan Digoreng, OJK Awasi Ketat

Saham HSC Rawan Digoreng, OJK Awasi Ketat

October 8, 2026
Thomas Sugiarto Oentoro Jadi Dirut, Garuda Rombak Susunan Manajemen

Thomas Sugiarto Oentoro Jadi Dirut, Garuda Rombak Susunan Manajemen

October 8, 2026
Dampaknya ke Pasar RI Kini Terbatas

Dampaknya ke Pasar RI Kini Terbatas

October 8, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, October 9, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Catat! Ini 10 Emitem Paling Jor-Joran Kasih Imbal Hasil Tertinggi

5 days ago
in Market
Catat! Ini 10 Emitem Paling Jor-Joran Kasih Imbal Hasil Tertinggi
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Saham dengan dividen imbal hasil atau yield tinggi masih menjadi salah satu pilihan investor yang mengincar pendapatan pasif dari pasar modal.

Selain potensi kenaikan harga saham, dividen dapat memberikan arus kas rutin selama perusahaan mempertahankan kebijakan pembagian labanya.

Berdasarkan data perdagangan saham, terdapat 10 emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun yang mencatatkan yield sekitar 10% atau lebih.

Angka yield dalam daftar ini telah dibulatkan menjadi satu angka di belakang koma agar lebih mudah dibaca. berikut ini rinciannya:

  1. PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR), yield 18,6%, kapitalisasi pasar Rp11,77 triliun
  2. PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), yield 16,3%, kapitalisasi pasar Rp17,07 triliun
  3. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), yield 11,4%, kapitalisasi pasar Rp389,20 triliun
  4. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), yield 11,3%, kapitalisasi pasar Rp67,72 triliun
  5. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), yield 11,0%, kapitalisasi pasar Rp477,41 triliun
  6. PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA), yield 10,8%, kapitalisasi pasar Rp12,83 triliun
  7. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), yield 10,7%, kapitalisasi pasar Rp10,38 triliun
  8. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), yield 10,2%, kapitalisasi pasar Rp39,01 triliun
  9. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), yield 10,0%, kapitalisasi pasar Rp75,17 triliun
  10. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), yield 10,0%, kapitalisasi pasar Rp78,26 triliun

Perhitungan yield menggunakan harga saham saat ini dibandingkan dengan akumulasi dividen per saham secara tahunan atau selama 12 bulan terakhir. Rumus sederhananya adalah total dividen tahunan per saham dibagi harga saham terkini, kemudian dikalikan 100%.

Misalkan, emiten BMRI dengan dividen per saham sebesar Rp476,96 selama 12 bulan terakhir. Nilai tersebut dibagi dengan nilai harga saham saat ini ketika tulisan dibuat di level Rp4.180 per sahamnya.

Sehingga 476,96 (DPS) dibagi dengan 4.180 (Harga Saham) dikalikan dengan 100% maka dapat ditemukan bahwa imbal hasil memegang saham BMRI tercatat setara dengan 11,41%.

Artinya, yield tidak hanya dipengaruhi oleh besarnya dividen yang dibagikan perusahaan, tetapi juga pergerakan harga saham di pasar. Ketika harga saham turun sementara dividennya tetap, yield akan meningkat. Sebaliknya, kenaikan harga saham bisa membuat yield terlihat lebih rendah meskipun nominal dividennya tidak berubah.

PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) menempati posisi teratas dengan yield 18,6%. Posisi berikutnya dihuni PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) dengan yield 16,3%.

Dua bank berkapitalisasi pasar besar juga masuk dalam daftar, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan yield 11,4% dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar 11,0%.

Selain perbankan, terdapat emiten batu bara, pertambangan emas, bauksit, perkebunan kelapa sawit, barang konsumsi, serta industri kesehatan. Keberagaman ini dapat memberi investor lebih banyak pilihan untuk menyesuaikan saham dividen dengan profil risikonya.

Dari sektor barang konsumsi, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menawarkan yield 11,3%. Sementara PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mencatatkan yield 10,7%. Adapun sektor komoditas diwakili CITA, TAPG, ADRO, dan AADI.

Namun, yield tinggi tidak otomatis menandakan saham tersebut murah atau layak dibeli. Angka dalam daftar ini bersifat historis dan tidak menjamin perusahaan akan membagikan dividen dengan nominal serupa pada periode berikutnya.

Investor tetap perlu memperhatikan pertumbuhan laba, kemampuan menghasilkan arus kas, tingkat utang, payout ratio, dan konsistensi pembagian dividen. Yield tinggi juga dapat muncul akibat penurunan harga saham atau pembagian dividen khusus yang belum tentu berulang.

Karena itu, dividen yield sebaiknya digunakan sebagai salah satu indikator awal dalam proses penyaringan saham, bukan sebagai satu-satunya dasar untuk mengambil keputusan investasi.

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

(arj/arj)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Imbas Tekanan Saham AI Amerika, Bursa Asia Bervariasi

Imbas Tekanan Saham AI Amerika, Bursa Asia Bervariasi

October 9, 2026
Paramita Bangun Sarana Mau Stock Split Saham Jadi Rp 25 Per Saham

Paramita Bangun Sarana Mau Stock Split Saham Jadi Rp 25 Per Saham

October 9, 2026
IHSG Anjlok Dekati 2%, Asing Lepas 10 Saham Ini

IHSG Anjlok Dekati 2%, Asing Lepas 10 Saham Ini

October 9, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .