• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Cek! Potensi Dividen ITMG, ADRO & PTBA di 2026

Cek! Potensi Dividen ITMG, ADRO & PTBA di 2026

July 19, 2025
Perkuat Ekosistem Baterai EV, Industri Nikel Butuh Insentif Ini

Perkuat Ekosistem Baterai EV, Industri Nikel Butuh Insentif Ini

July 11, 2026
Dulu Jaga Warung di Petojo, Sekarang Kaya Raya Punya 23.000 Toko

Dulu Jaga Warung di Petojo, Sekarang Kaya Raya Punya 23.000 Toko

July 11, 2026
Malapetaka Topan Bavi Hantam Jepang, Bandara-Pelabuhan Lumpuh

Malapetaka Topan Bavi Hantam Jepang, Bandara-Pelabuhan Lumpuh

July 11, 2026
Dukung B50, Pengusaha Bus & Logistik Minta Jaminan Kualitas B50

Dukung B50, Pengusaha Bus & Logistik Minta Jaminan Kualitas B50

July 11, 2026
Penemuan 74 Kg Emas di Brankas

Penemuan 74 Kg Emas di Brankas

July 11, 2026
Potret 74 Kg Emas-Dolar AS Disita Polisi, Barang Bukti Kasus Korupsi

Potret 74 Kg Emas-Dolar AS Disita Polisi, Barang Bukti Kasus Korupsi

July 11, 2026
Jumlah Tabungan Ideal Usia 50 Tahun Kata Ahli Keuangan, Sudah Punya?

Jumlah Tabungan Ideal Usia 50 Tahun Kata Ahli Keuangan, Sudah Punya?

July 11, 2026
Nasib Ekspor Sawit RI Usai Kunjungan Modi

Nasib Ekspor Sawit RI Usai Kunjungan Modi

July 11, 2026
RI Punya 5 Bendungan Baru Rp9,79 T, Dongkrak Produksi Padi 720.000 Ton

RI Punya 5 Bendungan Baru Rp9,79 T, Dongkrak Produksi Padi 720.000 Ton

July 11, 2026
Patimban Bidik Rute Pelayaran Eropa dan AS

Patimban Bidik Rute Pelayaran Eropa dan AS

July 11, 2026
Saat Presiden RI Rela Batalkan Proyek Strategis Demi Perbaiki Ekonomi

Saat Presiden RI Rela Batalkan Proyek Strategis Demi Perbaiki Ekonomi

July 10, 2026
Warga RI Kini Pilih Beli Mobil Murah, Penjualan LCGC Naik 14%

Warga RI Kini Pilih Beli Mobil Murah, Penjualan LCGC Naik 14%

July 10, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Saturday, July 11, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Cek! Potensi Dividen ITMG, ADRO & PTBA di 2026

12 months ago
in ENTREPRENEUR
Cek! Potensi Dividen ITMG, ADRO & PTBA di 2026
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Usai ex dividen para emiten tambang batu bara RI, saham-sahamnya menjadi menarik bagi para investor. Sebab, harga saham batu bara sudah terkoreksi dan membuka peluang bagi para investor yang ingin memperoleh cuan dividen yang atraktif untuk tahun depan.

Berdasarkan catatan CNBC Indonesia, setidaknya ada empat emiten batu bara yang potensial masih bisa memberikan dividen ciamik dari hasil laba sepanjang tahun ini. Seperti di antaranya PT Baramulti Suksessarana Tbk. (BSSR), PT Indo Tambangraya Tbk. (ITMG), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI), dan PT Bukit Asam Tbk. (PTBA).

Tak terkecuali PT Alamtri Resources Indonesita Tbk. (ADRO), walau perusahaan itu sudah tidak terlalu banyak berbisnis di sektor batu bara, usai melepas AADI. Kendati demikian, masih ada bisnis batu bara kokas dan secara historis terkenal bagi dividen jumbo.

Lantas, berikut ulasan proyeksi dividen sederet emiten tambang batu bara tahun depan:

BSSR

BSSR, bisa dibilang emiten tambang batu bara yang paling rajin bagi dividen, biasanya setahun bisa tiga sampai empat kali.

Dari laba tahun lalu saja, BSSR bisa bagikan dividen sebanyak tiga kali, dengan rata-rata yield setiap dibagi mencapai 13,33%. Kalau diakumulasi dividen per share (DPS) senilai Rp457,40 per lembar, jika mengacu pada harga cum date terakhir 18 Juni lalu di Rp4.020 menghasilkan cuan sebesar 11,38%.

Secara historis biasanya BSSR membagikan dividen interim mulai September, jadi sebentar lagi menjadi momentum menarik untuk mulai ikut gairah dari aksi korporasi ini.

Sampai tiga bulan pertama tahun ini, BSSR mencatatkan laba sebesar Rp320 miliar, nilai ini menjadi dasar untuk memproyeksikan laba sepanjang tahun 2025 sebanyak Rp1,27 triliun, dengan potensi earning per share (EPS) sebanyak Rp488,89.

Jika asumsi, payout ratio lebih konservatif dari tahun lalu sekitar 80%. Maka DPS yang dihasilkan bisa mencapai Rp391,11 per lembarnya, dari posisi ini jika dibandingkan harga saham BSSR per Kamis hari ini (17/7/2025) di Rp3960 per lembar, akan menghasilkan yield dividen sebesar 9,87%.

AADI

Berikutnya ada AADI, emiten batu bara yang baru IPO tahun lalu berkat spin off dari induk terdahulunya, ADRO.

Emiten ini bisa dibilang belum membagikan dividen sama sekali, jadi dividen akan dibagikan tahun depan menggunakan hasil laba yang tahun ini.

Menurut prospektus, AADI juga sudah memiliki rencana akan membagikan dividen mulai tahun buku 2025 dengan rasio pembayaran sampai 45%.

Menggunakan pernyataan itu, menggunakan basis laba yang dihasilkan se[anjang kuartal I/2025 sebesar Rp3,2 triliun, kami memproyeksi laba sepanjang tahun kurang lebih akan sebesar Rp12,82 triliun, mengimplikasi EPS Rp1.647.

Dari EPS itu tinggal dikalikasi DPR, akan menghasilkan potensi dividen yang bisa dibagikan pada setiap satu lembar saham senilai Rp741,15. Jika dibandingkan harga saham AADI di Rp6850 per lembar, akan menghasilkan cuan dividen sebesar 10,81%.

ADRO

Berikutnya, ada emiten yang juga masih related dengan AADI, tetapi sekarang masih mengelola batu bara kokas, ADRO.

Dari tahun ke tahun, dividen yang bagikan terkenal jumbo. Namun, untuk laba yang akan dibagikan dari tahun buku 2025 seperti harus manage ekspektasi.

Meski begitu, mengikuti harga ADRO yang sudah turun dalam sejak awal tahun sejak spin off AADI sampai lebih dari 20%, membuat prospek dividen juga tak kalah menarik.

ADRO juga dikenal sering membagikan dividen lebih dari sekali. Biasanya, sekitar bulan Desember atau Januari emiten ini akan memberikan dividen interim terlebih dahulu, baru dividen final diberikan kisaran tengah tahun sekitar Juni atau Juli.

Jika menghitung dari hasil laba per kuartal I/2025 sebesar Rp1,25 triliun untuk memproyeksi laba sepanjang tahun sebesar Rp5,01 triliun, akan menghasilkan EPS sebanyak Rp163,16.

Untuk DPR kami akan memberikan asumsi yang konservatif, karena tiga tahun ini bisa dibilang tahun yang spesial bagi ADRO, banyak aksi korporasi yang dilakukan dari spin off sampai memberikan dividen spesial yang nilainya fantastis, jadi DPR yang dibagi pun sampai ratusan persen.

Kami akan menggunakan asumsi DPR yang dipakai di tahun-tahun normal dari 2022 ke belakang dengan rata-rata 50%. Jadi, ini menghasilkan DPS senilai Rp81,58, dari nilai jika dibagi dengan harga ADRO hari ini di Rp1.830 per lembar, potensi menghasilkan dividen yield sebesar 4,45%.

ITMG

Berikutnya ada emiten tambang batu bara, ITMG yang dari tahun ke tahun terkenal bagi dividen jumbo, secara nilai juga besar, bahkan masuk ke salah satu emiten yang bagi dividen dengan nominal terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Maklum, ini karena harga sahamnya pun mahal. Per hari ini, harga saham ITMG ada di Rp22.500 per lembar.

Setiap tahun, emiten ini rajin bagi dividen dua kali. Untuk interim bisa diberikan kisaran bulan September, sementara dividen final dibagikan setiap April.

ITMG diproyeksi akan mencatatkan EPS sepanjang 2025 sebesar Rp3762. Jika menggunakan konservatif di 60%, potensi dividen per lembar mencapai Rp2.257,2.

Dari proyeksi itu jika dibandingkan terhadap harga saham terkini akan mendapat potensi cuan dividen hingga 10,03%.

PTBA

Terakhir, ada emiten baru bara pelat merah, PTBA. Emiten ini kini berada di bawah naungan holding tambang mineral dan batubara (minerba) MIND ID.

MIND ID yang kini dibawah Danantara, tak menutup kemungkinan akan memacu kinerja PTBA untuk mengupayakan pembayaran rasio dividen tetap tinggi, karena perlu diakui untuk mendanai operasional Danantara yang baru didirikan tahun ini, dividen menjadi saluran pendapatan paling jitu.

Dari tahun ke tahun, DPR PTBA sangat bervariasi, tetapi pernah sangat royal, sampai seluruh laba dibagikan sebagai dividen atau 100% untuk laba tahun buku 2022 dan 2024 silam.

Dengan proyeksi yang lebih konservatif, jika DPR 80% dengan potensi EPS tahun ini sebesar Rp200, akan menghasilkan DPS Rp160. Nilai ini tinggal dibandingkan dengan harga saham PTBA terkini di Rp2.470 per lembar, menghasilkan potensi cuan 6,47%.

Sederet perhitungan ini, perlu dicatat hanya merupakan proyeksi saja dengan asumsi yang lebih konservatif. Realita-nya perusahaan bisa menghasilkan keputusan yang lebih agresif atau mungkin saja bisa lebih hati-hati, mengingat tahun ini harga batu bara juga masih dalam tren penurunan yang membuat result keuangan tidak terlalu semoncer tahun sebelumnya.

(tsn/haa)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Bos Indo Tambangraya Megah (ITMG) Bocorkan Nilai Dividen 2024




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Perkuat Ekosistem Baterai EV, Industri Nikel Butuh Insentif Ini

Perkuat Ekosistem Baterai EV, Industri Nikel Butuh Insentif Ini

July 11, 2026
Dulu Jaga Warung di Petojo, Sekarang Kaya Raya Punya 23.000 Toko

Dulu Jaga Warung di Petojo, Sekarang Kaya Raya Punya 23.000 Toko

July 11, 2026
Malapetaka Topan Bavi Hantam Jepang, Bandara-Pelabuhan Lumpuh

Malapetaka Topan Bavi Hantam Jepang, Bandara-Pelabuhan Lumpuh

July 11, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .