• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Dear Mr Trump, Perang Dagang Tak Membuat Wall Street Takut Lagi

Dear Mr Trump, Perang Dagang Tak Membuat Wall Street Takut Lagi

July 29, 2025
Pria India Sulap Rp1 Juta Jadi Rp95 Triliun, Begini Caranya

Pria India Sulap Rp1 Juta Jadi Rp95 Triliun, Begini Caranya

May 10, 2026
Cuan Menggiurkan, Emiten Pelayaran Ekspansi ke Offshore Migas

Cuan Menggiurkan, Emiten Pelayaran Ekspansi ke Offshore Migas

May 10, 2026
Pasutri Hobi Pesta di Jakarta, Ternyata Hartanya Hasil Rampok

Pasutri Hobi Pesta di Jakarta, Ternyata Hartanya Hasil Rampok

May 10, 2026
B50 Hingga RKAB 2026, Ujian & Peluang Baru Bisnis Alat Berat RI

B50 Hingga RKAB 2026, Ujian & Peluang Baru Bisnis Alat Berat RI

May 10, 2026
Pemerintah Sita Harta Karun Rp 15 T, Penemunya Dibiarkan Hidup Melarat

Pemerintah Sita Harta Karun Rp 15 T, Penemunya Dibiarkan Hidup Melarat

May 10, 2026
Keluarga Batak Ini Dimaling, Emas 1 Ton Hasil Nabung Ludes Seketika

Keluarga Batak Ini Dimaling, Emas 1 Ton Hasil Nabung Ludes Seketika

May 10, 2026
BI Siapkan 7 Jurus Penyelamatan Rupiah, Seberapa Efektif?

BI Siapkan 7 Jurus Penyelamatan Rupiah, Seberapa Efektif?

May 10, 2026
Terbongkar! Pengusaha Kaya Arab Ini Diam-Diam Jadi Intel Israel

Terbongkar! Pengusaha Kaya Arab Ini Diam-Diam Jadi Intel Israel

May 10, 2026
Bangun Pembangkit Sampah, Aturan Rumit Masih Jadi Tantangan

Bangun Pembangkit Sampah, Aturan Rumit Masih Jadi Tantangan

May 10, 2026
Jangan Timbun Uang di Rekening, Pakar Keuangan Ungkap Alasannya

Jangan Timbun Uang di Rekening, Pakar Keuangan Ungkap Alasannya

May 10, 2026
Negara Kaya Raya Mendadak Bangkrut, Penyebabnya Bikin Miris

Negara Kaya Raya Mendadak Bangkrut, Penyebabnya Bikin Miris

May 10, 2026
Tabungan Ideal saat Umur 50 Tahun Menurut Pakar, Pensiun Bisa Tenang

Tabungan Ideal saat Umur 50 Tahun Menurut Pakar, Pensiun Bisa Tenang

May 10, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Sunday, May 10, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Dear Mr Trump, Perang Dagang Tak Membuat Wall Street Takut Lagi

10 months ago
in Market
Dear Mr Trump, Perang Dagang Tak Membuat Wall Street Takut Lagi
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Perang Dagang melalui tarif impor Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan memasuki deadline terbaru, untuk kesekian kali, 1 Agustus 2025. Namun Wall Street sepertinya tidak takut lagi dengan “ancaman” Trump tersebut.

Hal ini berbeda dengan pengumuman sebelumnya pada 2 April. Kala itu, pasar khawatir pernyataan yang dielu-elukan Trump sebagai “hari pembebasan” memicu inflasi dan menyebabkan perlambatan atau resesi di AS.

Dengan perkembangan terbaru, tarif yang akan Trump berikan ke negara-negara pengekspor barang ke Paman Sam sepertinya akan berkisar di 15% hingga 20%. Analis juga melihat pertumbuhan global akan lebih kuat, dampak inflasi ke AS tak semenakutkan sebelumnya serta ada “pelonggaran kondisi keuangan” yang secara umum sudah dilakukan.

Mengutip CNBC International, JPMorgan Chase misalnya, telah menurunkan risiko resesi dari level 60% pada hari pembebasan menjadi 40%. Meski masih lebih tinggi dari biasanya tetapi angka itu tidak terlalu pesimistis.

“Tarif adalah kenaikan pajak atas pembelian barang-barang asing oleh AS, tetapi hambatan pajak ini kemungkinan tidak akan cukup besar untuk menggagalkan ekspansi AS,” kata Kepala Ekonom JPMorgan, Bruce Kasman, dalam sebuah catatan, dikutip Selasa (29/7/2025).

Seperti bank-bank lain, bank tersebut juga memperkirakan tarif Trump akan mengakibatkan putaran pembalasan yang merugikan secara global. Namun peningkatan “pembatasan perdagangan global” itu, dikatakan telah berubah menjadi langkah sederhana menuju pembukaan pasar bagi AS.

Wall Street

Kesepakatan tarif antara AS dan Uni Eropa (UE) Senin, merupakan “klimaks” dari turunnya kekhawatiran itu. Komentar di Wall Street menggemakan keyakinan bahwa risiko resesi telah mereda, meskipun tarif masih berpotensi kuat untuk memberikan dampak yang menghambat pertumbuhan.

“Kami masih yakin bahwa hasil yang paling mungkin adalah pertumbuhan yang lambat dan inflasi yang kuat: Bukan resesi,” tulis ahli strategi Morgan Stanley, Michael Zezas.

“Tetapi latar belakang di mana dampak buruk perdagangan dan kontrol imigrasi terhadap pertumbuhan lebih besar daripada dorongan dari deregulasi dan kemurahan hati fiskal,” ujarnya.

Zezas mengatakan memang masih banyak masalah lain yang perlu diselesaikan sebelum batas waktu 1 Agustus yang diberlakukan Trump. Itu masih dapat mengakibatkan pungutan signifikan yang memengaruhi mitra dagang utama AS, termasuk Jepang dan lainnya.

“Perselisihan perdagangan (memang) dapat dengan mudah mengarah ke resesi ringan,” tambah Zezas.

“(Namun) singkatnya, kami melihat hasil ekonomi AS condong ke arah perlambatan, tapi ada lebih banyak kejelasan tentang situasi fiskal dan defisit yang kini membebani, (jadi) risiko resesi substansial mulai mereda,” jelasnya.

The Fed

Sebenarnya, hal lain yang diperhatikan pasar adalah bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed/Fed). Kesepakatan AS-Eropa akan memberi The Fed lebih banyak hal untuk dicermati minggu ini.

The Fed sendiri akan mengumumkan keputusan suku bunga terbaru Rabu waktu AS. Sejak Trump menjabat, The Fed telah mempertahankan suku bunga acuan jangka pendeknya, sebagian besar karena para pembuat kebijakan berhati-hati terhadap dampak tarif terhadap inflasi.

Analis meyakini The Fed akan menyetujui penurunan suku bunga pada bulan September. Fakta itu tampaknya akan terjadi jika ekonomi melemah sementara inflasi terkendali.

“Tarif efektif secara signifikan lebih tinggi daripada di awal tahun,” tulis ekonom Citigroup Andrew Hollenhorst.

“Namun dengan tarif mitra dagang utama yang stabil mendekati 15% dibandingkan tarif yang jauh lebih tinggi yang diusulkan pada 2 April, pasar dan pejabat Fed akan semakin yakin bahwa hambatan terhadap pertumbuhan dan risiko kenaikan inflasi akan moderat,” ujarnya lagi.

(sef/sef)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Wall Street Babak Belur! Investor Digentayangi Hantu Resesi Trump




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

January 13, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Pria India Sulap Rp1 Juta Jadi Rp95 Triliun, Begini Caranya

Pria India Sulap Rp1 Juta Jadi Rp95 Triliun, Begini Caranya

May 10, 2026
Cuan Menggiurkan, Emiten Pelayaran Ekspansi ke Offshore Migas

Cuan Menggiurkan, Emiten Pelayaran Ekspansi ke Offshore Migas

May 10, 2026
Pasutri Hobi Pesta di Jakarta, Ternyata Hartanya Hasil Rampok

Pasutri Hobi Pesta di Jakarta, Ternyata Hartanya Hasil Rampok

May 10, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .