• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Debitur Enggan Tarik Pinjaman, Kredit Nganggur Makin Tinggi

Debitur Enggan Tarik Pinjaman, Kredit Nganggur Makin Tinggi

September 21, 2026
Bos OJK Minta Bank Cek Kemampuan Debitur Sebelum Naikkan Bunga Kredit

Bos OJK Minta Bank Cek Kemampuan Debitur Sebelum Naikkan Bunga Kredit

September 21, 2026
KPK Geledah Kantor Summarecon di Bogor

KPK Geledah Kantor Summarecon di Bogor

September 21, 2026
Video: Perang Masih Panas – BI Rate Dinanti, IHSG Tersungkur ke 6.300

Video: Perang Masih Panas – BI Rate Dinanti, IHSG Tersungkur ke 6.300

September 21, 2026
Sukuk Ritel SR025 Diserbu Investor, Terbanyak Sepanjang Sejarah!

Sukuk Ritel SR025 Diserbu Investor, Terbanyak Sepanjang Sejarah!

September 21, 2026
Tren Mamin Kekinian Berlanjut,Bisnis Bahan Baku F&B Laris Manis

Tren Mamin Kekinian Berlanjut,Bisnis Bahan Baku F&B Laris Manis

September 21, 2026
Aturan Demutualisasi BEI, Pemegang Saham Haram Genggam Lebih Dari 50%

Aturan Demutualisasi BEI, Pemegang Saham Haram Genggam Lebih Dari 50%

September 21, 2026
IHSG Parkir di Zona Merah Turun 0,88%, Sektor Energi Jadi Pemberat

IHSG Parkir di Zona Merah Turun 0,88%, Sektor Energi Jadi Pemberat

September 21, 2026
Surat Utang SR025 Diserbu Investor, Terbanyak Sepanjang Sejarah!

Surat Utang SR025 Diserbu Investor, Terbanyak Sepanjang Sejarah!

September 21, 2026
OJK Wajibkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Miliki Modal Rp1 T

OJK Wajibkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Miliki Modal Rp1 T

September 21, 2026
Ramal Nasib Rupiah & IHSG Jika BI Rate Ditahan Vs BI Rate Naik

Ramal Nasib Rupiah & IHSG Jika BI Rate Ditahan Vs BI Rate Naik

September 21, 2026
Rupiah Ditutup Melemah 0,54%, Dolar AS Kini Parkir di Rp17.825

Rupiah Ditutup Melemah 0,54%, Dolar AS Kini Parkir di Rp17.825

September 21, 2026
PBOC Kembali Tahan Suku Bunga di Level Terendah Sepanjang Sejarah

PBOC Kembali Tahan Suku Bunga di Level Terendah Sepanjang Sejarah

September 21, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, September 21, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Debitur Enggan Tarik Pinjaman, Kredit Nganggur Makin Tinggi

2 hours ago
in News
Debitur Enggan Tarik Pinjaman, Kredit Nganggur Makin Tinggi
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Fenomena kredit “nganggur” alias undisbursed loan (UL) masih berlanjut. UL adalah fasilitas pinjaman yang telah disetujui bank namun belum ditarik oleh debitur, dan jumlahnya terus meningkat hingga semester II-2026.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memaparkan, pada Juli 2026, UL perbankan tercatat sebesar Rp2.548 triliun atau meningkat 7,8% dibandingkan Juli 2025 sebesar Rp2.364 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae merinci berdasarkan sektor ekonomi, sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan yang merupakan dua sektor dengan porsi kredit produktif terbesar.

Oleh karena itu, nominal UL yang lebih tinggi dibandingkan sektor ekonomi lainnya sejalan dengan besarnya kebutuhan fasilitas kredit yang telah disediakan perbankan untuk mendukung aktivitas usaha kedua sektor tersebut.

Menurut Dian, fasilitas yang belum ditarik oleh debitur disebabkan oleh beberapa pertimbangan antara lain siklus bisnis, progress penyelesaian proyek atau manajemen arus kas perusahaan debitur.

Kenaikan suku bunga seiring penyesuaian BI Rate juga menjadi faktor yang menyebabkan debitur lebih berhati-hati dalam menarik fasilitas kredit karena meningkatnya biaya pendanaan dan tekanan terhadap profitabilitas usaha.

“Perlambatan permintaan juga menyebabkan kebutuhan pendanaan menjadi lebih rendah, sehingga fasilitas kredit yang tersedia belum dimanfaatkan secara optimal,” jelas Dian dalam keterangannya, dikutip Senin (21/9/2026).

Dengan demikian, ia mengatakan besarnya UL tidak mengindikasikan keterbatasan dari sisi bank dalam menyalurkan kredit, tetapi juga mencerminkan keputusan dan kebutuhan pembiayaan dari sisi debitur.

Dalam konteks tersebut, Dian menyebut insentif likuiditas tetap memiliki peran dalam memberikan ruang dan fleksibilitas yang lebih besar bagi perbankan dalam mengelola likuiditas serta mendukung penyaluran kredit.

“Namun, tambahan likuiditas tersebut tidak serta-merta secara langsung dikonversi menjadi penyaluran kredit, mengingat realisasi kredit juga dipengaruhi oleh permintaan berdasarkan kesiapan pelaku usaha untuk melakukan ekspansi, kelayakan debitur dan proyek, serta appetite bank dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian,” paparnya.

Dian memandang besarnya UL di sisi lain menunjukkan perbankan nasional masih memiliki ruang yang cukup untuk mendukung pembiayaan produktif dan mendorong pertumbuhan sektor riil.

“Kami memandang bahwa pertumbuhan UL ke depan diperkirakan akan mengalami moderasi seiring penyesuaian strategi bisnis perbankan dan meningkatnya optimisme pelaku usaha terhadap prospek ekonomi nasional,” ujarnya.

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Bos OJK Minta Bank Cek Kemampuan Debitur Sebelum Naikkan Bunga Kredit

Bos OJK Minta Bank Cek Kemampuan Debitur Sebelum Naikkan Bunga Kredit

September 21, 2026
KPK Geledah Kantor Summarecon di Bogor

KPK Geledah Kantor Summarecon di Bogor

September 21, 2026
Video: Perang Masih Panas – BI Rate Dinanti, IHSG Tersungkur ke 6.300

Video: Perang Masih Panas – BI Rate Dinanti, IHSG Tersungkur ke 6.300

September 21, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .