• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Depan Prabowo, Purbaya & Bos BI Sepakat Jaga Dolar Tak Tinggalkan RI

Depan Prabowo, Purbaya & Bos BI Sepakat Jaga Dolar Tak Tinggalkan RI

May 6, 2026
2 Ketegori Aset Kripto Dapat ‘Kode’ Halal dari MUI, Ini Bocorannya

2 Ketegori Aset Kripto Dapat ‘Kode’ Halal dari MUI, Ini Bocorannya

October 24, 2026
Kata-Kata Bos Danantara Soal Harga Saham Saat Sentimen MSCI Melanda

Kata-Kata Bos Danantara Soal Harga Saham Saat Sentimen MSCI Melanda

October 24, 2026
Bersaing Dengan LPG Non Subsidi, Ini Sumber Cuan Bisnis CNG

Bersaing Dengan LPG Non Subsidi, Ini Sumber Cuan Bisnis CNG

October 24, 2026
Ungkap Efek Penilaian MSCI ke Minat Investasi & IPO Saham

Ungkap Efek Penilaian MSCI ke Minat Investasi & IPO Saham

October 24, 2026
2 Pengusaha Properti Bangkrut Rampok Bank Rp157 M, Ditangkap-Diampuni

2 Pengusaha Properti Bangkrut Rampok Bank Rp157 M, Ditangkap-Diampuni

October 24, 2026
Ekspansi Panas Bumi 1 GW, Geo Dipa Energi Bakal Rilis Obligasi

Ekspansi Panas Bumi 1 GW, Geo Dipa Energi Bakal Rilis Obligasi

October 24, 2026
700 BUMN Ditutup Tahun Ini, Danantara Targetkan Laba Rp 334 Triliun

700 BUMN Ditutup Tahun Ini, Danantara Targetkan Laba Rp 334 Triliun

October 24, 2026
Neraca Sehat & Kinerja Solid, BMRI Catat Laba Rp 45,5 T di Kuartal III

Neraca Sehat & Kinerja Solid, BMRI Catat Laba Rp 45,5 T di Kuartal III

October 23, 2026
Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

October 23, 2026
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

October 23, 2026
Perkuat Bisnis, Antam Fokus Ciptakan Nilai Tambah Jangka Panjang

Perkuat Bisnis, Antam Fokus Ciptakan Nilai Tambah Jangka Panjang

October 23, 2026
Meneropong Wajah Baru IHSG Usai Saham HSC Didepak

Meneropong Wajah Baru IHSG Usai Saham HSC Didepak

October 23, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Saturday, October 24, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Depan Prabowo, Purbaya & Bos BI Sepakat Jaga Dolar Tak Tinggalkan RI

6 months ago
in ENTREPRENEUR
Depan Prabowo, Purbaya & Bos BI Sepakat Jaga Dolar Tak Tinggalkan RI
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) mengambil kebijakan strategis untuk menjaga stabilitas rupiah dan sekaligus mengamankan kebutuhan dolar AS di Tanah Air.

Kebijakan ini telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan khusus di Istana Negara oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia (BI) serta Ketua DK Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari dan Ketua DK Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu kemarin, Selasa (5/5/2026).

Dalam konferensi pers sesudah pertemuan, Airlangga mengungkapkan Presiden Prabowo menaruh perhatian terhadap capital outflow atau aliran modal keluar yang terjadi beberapa waktu terakhir. Aliran keluar dari modal asing ini, lanjutnya, disebabkan oleh faktor sentimen di pasar modal RI, SBN tetapi dinetralistir oleh Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

“Dan tadi disepakati, dilaporkan ke Bapak Presiden, kesepakatan kerja sama antara BI dan Menteri Keuangan sehingga ke depan ini bisa dijaga terkait dengan capital outflow,” ujarnya Airlangga.

Gubernur BI Perry Warjiyo pun mengungkapkan 7 langkah yang akan diambil bank sentral dalam rangka menekan capital outflow sekaligus menjaga rupiah.

Pertama, BI terus melakukan intervensi di pasar valas, baik di dalam negeri melalui transaksi tunai dan domestic delivery, maupun di pasar luar negeri melalui instrumen non-delivery forward (NDF). Intervensi dilakukan di sejumlah pusat keuangan global seperti Hong Kong, Singapura, London, dan New York.

“Kami akan terus melakukan intervensi secara tunai dan domestic delivery di dalam negeri dan juga non-delivery forward di pasar luar negeri,” tegas Perry.

Kedua, BI dan Kementerian Keuangan mendorong aliran masuk dana asing melalui instrumen SRBI guna menutup arus keluar (outflow) dari SBN dan pasar saham. Ketiga, Perry mengungkapkan komitmen BI melanjutkan pembelian SBN di pasar sekunder untuk menjaga stabilitas pasar obligasi. Hingga saat ini, pembelian SBN oleh BI tercatat mencapai Rp123,1 triliun secara year to date.

Keempat, lanjut Perry, BI akan menjaga likuiditas perbankan dan pasar agar tetap longgar. Menurut BI, indikasi likuiditas longgar sudah tercermin dalam pertumbuhan uang primer yang mencapai double digit.

“Kami juga dengan Pak Menteri Keuangan menjaga likuiditas di perbankan dan pasaran lebih dari cukup, yaitu terindikasi dari pertumbuhan uang primer yang selalu double digit. Di terakhir itu pertumbuhan uang primernya adalah 14,1%,” ujarnya.

Selanjutnya, Perry menuturkan BI akan membatasi pembelian dolar AS di pasar domestik tanpa underlying dari sebelumnya US$100.000 menjadi US$50.000 per orang per bulan. Langkah ini diambil dalam rangka menjaga stabilitas rupiah dan menekan spekulan.

“Sehingga pembelian dolar sampai dengan atau di atas 25.000 itu harus pakai underlying ya. Itu yang kami akan perkuat, ini akan kami perkuat dalam negeri,” kata Perry.

Keenam, BI akan terus memperkuat intervensi di pasar offshore melalui NDF dengan memperluas partisipasi bank domestik untuk melakukan transaksi di pasar luar negeri.

“Selain intervensi yang terus kami lakukan, kami juga membolehkan bank-bank domestik untuk ikut jualan offshore NDF di luar negeri sehingga pasokannya lebih, lebih banyak sehingga itu akan memperkuat stabilisasi dari nilai tukar Rupiah,” ujarnya.

Terakhir, BI akan meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pembelian dolar oleh perbankan dan korporasi. Perry mengatakan pengawasan dilakukan bersama OJK untuk memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga.

“Kami kirim pengawas ke sana, koordinasi dengan Bu Friderica Widyasari,” katanya

Menkeu Purbaya menambahkan Kementerian Keuangan akan melakukan penerbitan surat utang denominasi yuan China alias Panda Bond. Kebijakan ini diambil guna mengurangi ketergantungan dolar AS.

“Sehingga kita tidak tergantung terlalu banyak ke dolar lagi. Jadi diversifikasi kita akan lebih baik lagi ke depan. Jadi prospek kita bagus, nggak usah takut. Tadi Pak Presiden juga bilang sama saya, suruh sampaikan pesan bahwa uang saya cukup, duitnya banyak. Jadi Anda nggak usah takut,” tegas Purbaya.

Terkait dengan pasar modal, Purbaya mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sedang mengalami akselerasi. Dia memastikan Indonesia kini sudah bisa membalik ekonominya.

Oleh karena itu, imbuh dia, investor yang memilih bertahan di pasar modal Indonesia dan menumpuk pembelian akan mendapat untung besar.

“Dibanding sebelum-sebelumnya 5 atau di bawah 5 sedikit kan. Jadi ekonomi kita sedang mengalami akselerasi. Itu yang tidak disadari banyak orang, sehingga orang agak takut dan keluar dari pasar modal,” kata Purbaya usai rapat bersama dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Selasa 5/5/2026) malam.

“Kan saya kemarin-kemarin bilang serok, serok, serok saja. Kalau mereka ikut mestinya nanti ke depan akan untung banyak,” ujarnya.

Dia juga menegaskan bahwa pemerintah akan fokus menjaga pertumbuhan ekonomi d kuartal II-2026. Termasuk dengan stimulus ekonomi lanjutan.

“Yang jelas ekonomi sedang sedang menuju pertumbuhan angka yang lebih cepat dan akan kita jaga untuk triwulan kedua dengan berbagai kebijakan, koordinasi dengan Bank Sentral juga menjaga sistem apa kondisi kondisi likuiditas,” ujar Purbaya.

(haa/haa)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
2 Ketegori Aset Kripto Dapat ‘Kode’ Halal dari MUI, Ini Bocorannya

2 Ketegori Aset Kripto Dapat ‘Kode’ Halal dari MUI, Ini Bocorannya

October 24, 2026
Kata-Kata Bos Danantara Soal Harga Saham Saat Sentimen MSCI Melanda

Kata-Kata Bos Danantara Soal Harga Saham Saat Sentimen MSCI Melanda

October 24, 2026
Bersaing Dengan LPG Non Subsidi, Ini Sumber Cuan Bisnis CNG

Bersaing Dengan LPG Non Subsidi, Ini Sumber Cuan Bisnis CNG

October 24, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .