• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Ditopang Dana Murah, Laba BSI Tumbuh 16,73% Pada Mei 2026

Ditopang Dana Murah, Laba BSI Tumbuh 16,73% Pada Mei 2026

July 7, 2026
OJK Jatuhkan Sanksi Denda Rp86 Miliar, dan Cabut 1 Izin Perusahaan

OJK Jatuhkan Sanksi Denda Rp86 Miliar, dan Cabut 1 Izin Perusahaan

July 7, 2026
OJK Ungkap Kondisi Terbaru Sektor Jasa Keuangan RI

OJK Ungkap Kondisi Terbaru Sektor Jasa Keuangan RI

July 7, 2026
Mengekor Rupiah Yang Menguat, IHSG Melesat Dekati Level 6.000

Mengekor Rupiah Yang Menguat, IHSG Melesat Dekati Level 6.000

July 7, 2026
Peredaran Uang Primer (M0) Melambat, Cuma Tumbuh 13,8% di Juni 2026

Peredaran Uang Primer (M0) Melambat, Cuma Tumbuh 13,8% di Juni 2026

July 7, 2026
Asing Net Sell Rp 365,1 M di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

Asing Net Sell Rp 365,1 M di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

July 7, 2026
Pendiri Blue Bird Ini Borong Saham Sampai Rp78,31 Miliar, Ada Apa?

Pendiri Blue Bird Ini Borong Saham Sampai Rp78,31 Miliar, Ada Apa?

July 7, 2026
IHSG Sesi 1 Naik 0,41%, Sedikit Lagi Sentuh Level 6.000

IHSG Sesi 1 Naik 0,41%, Sedikit Lagi Sentuh Level 6.000

July 7, 2026
Pemerintah Pastikan PFII & KEK Tak Akan Bersaing

Pemerintah Pastikan PFII & KEK Tak Akan Bersaing

July 7, 2026
Laba 2025 Capai Rp 27 Miliar, Ini Penjelasan Bos Agrinas

Laba 2025 Capai Rp 27 Miliar, Ini Penjelasan Bos Agrinas

July 7, 2026
Harga Minyak Menguat ke US,48, Pasokan Jadi Ancaman

Harga Minyak Menguat ke US$72,48, Pasokan Jadi Ancaman

July 7, 2026
Bangun Sekolah Rakyat di Papua, Waskita Perkuat Akses Pendidikan

Bangun Sekolah Rakyat di Papua, Waskita Perkuat Akses Pendidikan

July 7, 2026
Awasi Persaingan Gak Sehat di Lembaga Keuangan, OJK Gandeng KPPU

Awasi Persaingan Gak Sehat di Lembaga Keuangan, OJK Gandeng KPPU

July 7, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, July 7, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Ditopang Dana Murah, Laba BSI Tumbuh 16,73% Pada Mei 2026

2 hours ago
in Market
Ditopang Dana Murah, Laba BSI Tumbuh 16,73% Pada Mei 2026
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) alias BSI membukukan laba bersih sebesar Rp3,39 triliun, tumbuh 16,73% secara tahunan (year on year/yoy) pada Mei 2026.

Perolehan ini ditopang pertumbuhan dana murah (CASA), ekspansi pembiayaan yang berkualitas, serta akselerasi transformasi digital dan pengembangan bisnis bank emas.

Hingga Mei 2026, dana pihak ketiga (DPK) BSI mencapai Rp372 triliun, tumbuh 16,74% yoy. Pertumbuhan tersebut didukung dominasi dana murah dengan komposisi tabungan mencapai Rp165 triliun atau 44,35% dari total DPK, sehingga rasio current account savings account (CASA) meningkat menjadi 63,16%.

Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan pertumbuhan laba Perseroan didorong oleh implementasi strategi dual license BSI sebagai bank syariah dan bank emas yang mampu menciptakan sumber pertumbuhan baru sekaligus memperkuat basis dana murah.

“Sebagai bank syariah, kami terus memperkuat penghimpunan dana melalui ekosistem haji dan umrah. Sementara sebagai bank emas, kami memperluas literasi dan akses tabungan BSI emas yang kini dapat dimulai dari Rp50 ribu. Strategi ini mendapat respons yang sangat positif, terutama dari generasi muda yang kini menjadi mayoritas nasabah baru BSI,” ujar Cahyo dalam keterangannya, Selasa (7/7/2026).

Sejalan dengan strategi tersebut, Tabungan Haji BSI hingga Mei 2026 tumbuh 17,15% yoy menjadi Rp6,25 triliun. Perseroan secara konsisten mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya perencanaan ibadah haji sejak dini melalui berbagai program literasi di sejumlah kota.

Kemudahan membuka rekening Tabungan Haji melalui aplikasi BYOND by BSI turut mendorong peningkatan akuisisi nasabah secara digital. Hingga Mei 2026, layanan mobile banking BSI telah digunakan oleh lebih dari 10 juta pengguna, dengan nilai transaksi melampaui Rp450 triliun, mencerminkan semakin kuatnya adopsi layanan digital BSI.

Penguatan dana murah dan transformasi digital tersebut juga memberikan ruang yang lebih besar bagi Perseroan untuk memperluas fungsi intermediasi.

Hingga Mei 2026, pembiayaan BSI tumbuh 14,60% yoy menjadi Rp335 triliun, dengan fokus pada segmen konsumer dan tetap menjaga kualitas aset. Hal ini tercermin dari rasio Non-Performing Financing (NPF) Gross yang membaik menjadi 1,80%, dibandingkan 1,88% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kami optimistis penguatan dana murah, transformasi digital, serta pengembangan ekosistem haji, umrah, dan bisnis bank emas akan menjadi mesin pertumbuhan berkelanjutan bagi Perseroan. Seluruh layanan BSI saling terintegrasi untuk menghadirkan pengalaman terbaik bagi nasabah sekaligus memperkuat peran BSI sebagai mitra strategis masyarakat dalam memenuhi kebutuhan keuangan syariah secara menyeluruh,” tutup Cahyo.

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
OJK Jatuhkan Sanksi Denda Rp86 Miliar, dan Cabut 1 Izin Perusahaan

OJK Jatuhkan Sanksi Denda Rp86 Miliar, dan Cabut 1 Izin Perusahaan

July 7, 2026
OJK Ungkap Kondisi Terbaru Sektor Jasa Keuangan RI

OJK Ungkap Kondisi Terbaru Sektor Jasa Keuangan RI

July 7, 2026
Mengekor Rupiah Yang Menguat, IHSG Melesat Dekati Level 6.000

Mengekor Rupiah Yang Menguat, IHSG Melesat Dekati Level 6.000

July 7, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .