• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Dolar AS Loyo, Rupiah Dibuka Menguat ke Rp 16.680/US$

Dolar AS Loyo, Rupiah Dibuka Menguat ke Rp 16.680/US$

December 9, 2025
BNI wondrX 2026 Tarik 100 Ribu Pengunjung dan Transaksi Rp2,73 T

BNI wondrX 2026 Tarik 100 Ribu Pengunjung dan Transaksi Rp2,73 T

August 26, 2026
Minat Nabung Valas Naik Tinggi, CIMB Niaga Catat Pertumbuhan 20%

Minat Nabung Valas Naik Tinggi, CIMB Niaga Catat Pertumbuhan 20%

August 26, 2026
Di Era Suku Bunga Tinggi, Ini Instrumen Investasi yang Menarik

Di Era Suku Bunga Tinggi, Ini Instrumen Investasi yang Menarik

August 26, 2026
Efek Kartu Kredit Indonesia Meluncur & Biaya Transaksi QRIS 0%

Efek Kartu Kredit Indonesia Meluncur & Biaya Transaksi QRIS 0%

August 26, 2026
BNI Dukung Pagi Sore Perkuat Layanan dan Pengalaman Pelanggan

BNI Dukung Pagi Sore Perkuat Layanan dan Pengalaman Pelanggan

August 26, 2026
CIMB Niaga Ungkap 3 Skenario IHSG 2026, Tertinggi Tembus 8.000

CIMB Niaga Ungkap 3 Skenario IHSG 2026, Tertinggi Tembus 8.000

August 26, 2026
Hasil Tes Destry-Aida Diumumkan Esok, Penetapan Paripurna 1 September

Hasil Tes Destry-Aida Diumumkan Esok, Penetapan Paripurna 1 September

August 26, 2026
Calon Deputi Gubernur Senior Aida Ungkap Ujian Berat Rupiah di 2026

Calon Deputi Gubernur Senior Aida Ungkap Ujian Berat Rupiah di 2026

August 26, 2026
IHSG Anjlok 1,48% Hari Ini, Tinggalkan Level 6.500!

IHSG Anjlok 1,48% Hari Ini, Tinggalkan Level 6.500!

August 26, 2026
Bank Mandiri akan Pulihkan Kembali Rekening Warga Pati Botok

Bank Mandiri akan Pulihkan Kembali Rekening Warga Pati Botok

August 26, 2026
Siap-Siap, RI Bakal Punya Perusahaan Asset Management Berskala Global

Siap-Siap, RI Bakal Punya Perusahaan Asset Management Berskala Global

August 26, 2026
Kontrak Wika Gedung (WEGE) Naik 568%, Mayoritas Penugasan Pemerintah

Kontrak Wika Gedung (WEGE) Naik 568%, Mayoritas Penugasan Pemerintah

August 26, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, August 26, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Dolar AS Loyo, Rupiah Dibuka Menguat ke Rp 16.680/US$

9 months ago
in Market
Dolar AS Loyo, Rupiah Dibuka Menguat ke Rp 16.680/US$
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Selasa (9/12/2025).

Merujuk data Refinitiv, rupiah dibuka pada posisi Rp16.680/US$ atau terapresiasi 0,03% pada awal perdagangan hari ini, Selasa (9/12/2025). Setelah di perdagangan sebelumnya, rupiah tertekan cukup dalam sebesar 0,30% atau melemah ke level Rp16.685/US$.

Adapun, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama ini per pukul 09.00 WIB juga tengah mengalami pelemahan tipis 0,03% di level 99,055.


Pergerakan rupiah pada hari ini diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh sikap wait and see pelaku pasar yang masih menantikan hasil rapat kebijakan bank sentral AS di Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan diumumkan pada Rabu malam waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia.

Meski pemangkasan suku bunga masih menjadi skenario utama, beberapa analis memperkirakan rapat kali ini berpotensi diwarnai perbedaan pandangan yang tajam di internal bank sentral AS tersebut. Bahkan, sejumlah investor berspekulasi bahwa pertemuan kali ini bisa menjadi salah satu yang paling alot dalam beberapa tahun terakhir.

Secara historis, FOMC tercatat belum pernah mengalami tiga atau lebih suara dissent atau berbeda dalam satu pertemuan sejak 2019, dan baru terjadi sembilan kali sejak 1990. Kondisi ini membuat pasar semakin berhati-hati dalam membaca arah kebijakan ke depan.

Dari sisi probabilitas, ekspektasi pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin saat ini berada di level 87,4%, berdasarkan CME FedWatch Tool. Angka ini melonjak signifikan dibandingkan beberapa pekan sebelumnya yang masih berada di bawah 30%, sebelum pernyataan-pernyataan pejabat The Fed memicu perubahan ekspektasi pasar.

Tak hanya keputusan suku bunga, pelaku pasar juga akan mencermati secara ketat rilis dot plot, yang mencerminkan proyeksi arah suku bunga para pejabat The Fed untuk tahun depan. Peta proyeksi ini akan menjadi kunci dalam menentukan arah pergerakan dolar AS yang turut akan mempengaruhi pergerakan mata uang emerging markets termasuk rupiah, ke depan.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BNI wondrX 2026 Tarik 100 Ribu Pengunjung dan Transaksi Rp2,73 T

BNI wondrX 2026 Tarik 100 Ribu Pengunjung dan Transaksi Rp2,73 T

August 26, 2026
Minat Nabung Valas Naik Tinggi, CIMB Niaga Catat Pertumbuhan 20%

Minat Nabung Valas Naik Tinggi, CIMB Niaga Catat Pertumbuhan 20%

August 26, 2026
Di Era Suku Bunga Tinggi, Ini Instrumen Investasi yang Menarik

Di Era Suku Bunga Tinggi, Ini Instrumen Investasi yang Menarik

August 26, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .