• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Dolar AS Loyo, Rupiah Menguat ke Rp 16.625 Pagi Ini!

Dolar AS Loyo, Rupiah Menguat ke Rp 16.625 Pagi Ini!

December 2, 2025
Raja Mobil Dunia Diambang Kebangkrutan, Tandanya Makin Terlihat

Raja Mobil Dunia Diambang Kebangkrutan, Tandanya Makin Terlihat

October 24, 2026
Bos Pinjol Respons Hakim PN Jakpus Batalkan Putusan Kartel Bunga KPPU

Bos Pinjol Respons Hakim PN Jakpus Batalkan Putusan Kartel Bunga KPPU

October 24, 2026
Singapura Sebut PT PML Penyebab Karhutla RI, Emiten Ini Buka Suara

Singapura Sebut PT PML Penyebab Karhutla RI, Emiten Ini Buka Suara

October 24, 2026
2 Ketegori Aset Kripto Dapat ‘Kode’ Halal dari MUI, Ini Bocorannya

2 Ketegori Aset Kripto Dapat ‘Kode’ Halal dari MUI, Ini Bocorannya

October 24, 2026
Kata-Kata Bos Danantara Soal Harga Saham Saat Sentimen MSCI Melanda

Kata-Kata Bos Danantara Soal Harga Saham Saat Sentimen MSCI Melanda

October 24, 2026
Bersaing Dengan LPG Non Subsidi, Ini Sumber Cuan Bisnis CNG

Bersaing Dengan LPG Non Subsidi, Ini Sumber Cuan Bisnis CNG

October 24, 2026
Ungkap Efek Penilaian MSCI ke Minat Investasi & IPO Saham

Ungkap Efek Penilaian MSCI ke Minat Investasi & IPO Saham

October 24, 2026
2 Pengusaha Properti Bangkrut Rampok Bank Rp157 M, Ditangkap-Diampuni

2 Pengusaha Properti Bangkrut Rampok Bank Rp157 M, Ditangkap-Diampuni

October 24, 2026
Ekspansi Panas Bumi 1 GW, Geo Dipa Energi Bakal Rilis Obligasi

Ekspansi Panas Bumi 1 GW, Geo Dipa Energi Bakal Rilis Obligasi

October 24, 2026
700 BUMN Ditutup Tahun Ini, Danantara Targetkan Laba Rp 334 Triliun

700 BUMN Ditutup Tahun Ini, Danantara Targetkan Laba Rp 334 Triliun

October 24, 2026
Neraca Sehat & Kinerja Solid, BMRI Catat Laba Rp 45,5 T di Kuartal III

Neraca Sehat & Kinerja Solid, BMRI Catat Laba Rp 45,5 T di Kuartal III

October 23, 2026
Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

October 23, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Saturday, October 24, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Dolar AS Loyo, Rupiah Menguat ke Rp 16.625 Pagi Ini!

11 months ago
in Lifestyle
Dolar AS Loyo, Rupiah Menguat ke Rp 16.625 Pagi Ini!
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa (2/12/2025).

Merujuk data Refinitiv, rupiah berhasil terapresiasi 0,15% ke level Rp16.625/US$ pada pembukaan pagi ini. Penguatan ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya rupiah bergerak stabil hingga ditutup stagnan di level Rp16.650/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB terpantau tengah menguat tipis 0,03% ke level 99,465. Setelah di perdagangan sebelumnya sempat tertekan lebih dari 0,3%, pelemahan DXY berkurang hingga akhirnya ditutup hanya melemah tipis 0,03%.


Pergerakan rupiah hari ini diperkirakan masih akan sangat dipengaruhi oleh dinamika dolar AS di pasar global. Dolar AS tercatat masih berada dalam tekanan pada Selasa pagi setelah rilis data manufaktur Amerika Serikat yang lebih lemah dari ekspektasi meningkatkan spekulasi penurunan suku bunga Federal Reserve pada pertemuan bulan ini.

Indeks dolar AS sempat tertekan seiring dengan rilis data ekonomi AS yang menunjukkan sektor manufaktur AS mengalami kontraksi untuk bulan kesembilan berturut-turut pada November, dengan ISM Manufacturing PMI turun menjadi 48,2 dari 48,7 di bulan sebelumnya.

Komponen penting seperti new orders dan employment juga ikut melemah, sementara tekanan biaya tetap meningkat akibat tarif impor. Kondisi ini, menurut Brian Martin, Head of G3 Economics ANZ, menunjukkan bahwa permintaan di ekonomi AS telah melambat signifikan.

Martin menilai The Fed perlu memangkas suku bunga, bukan hanya pada pertemuan 10 Desember, tetapi juga melanjutkannya pada tahun depan. Ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter kini semakin kuat, dengan pasar melalui CME FedWatch mencatatkan probabilitas 88% untuk pemangkasan suku bunga 25 basis poin, naik dari 63% satu bulan lalu.

Dengan dinamika dolar AS tersebut, mata uang emerging markets termasuk rupiah bisa mendapatkan angin segar. Kondisi ini diharapkan dapat membuka peluang bagi penguatan rupiah kedepannya.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Raja Mobil Dunia Diambang Kebangkrutan, Tandanya Makin Terlihat

Raja Mobil Dunia Diambang Kebangkrutan, Tandanya Makin Terlihat

October 24, 2026
Bos Pinjol Respons Hakim PN Jakpus Batalkan Putusan Kartel Bunga KPPU

Bos Pinjol Respons Hakim PN Jakpus Batalkan Putusan Kartel Bunga KPPU

October 24, 2026
Singapura Sebut PT PML Penyebab Karhutla RI, Emiten Ini Buka Suara

Singapura Sebut PT PML Penyebab Karhutla RI, Emiten Ini Buka Suara

October 24, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .