• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Dolar AS Tembus Rp17.000, Biaya Impor Naik 15-20%

Dolar AS Tembus Rp17.000, Biaya Impor Naik 15-20%

April 2, 2026
Kinerja Industri Asuransi Tumbuh Positif, Aset Tembus Rp1.197 T

Kinerja Industri Asuransi Tumbuh Positif, Aset Tembus Rp1.197 T

July 7, 2026
Morgan Stanley Borong Saham Emiten Ciputra (CTRA) di Harga Rp560

Morgan Stanley Borong Saham Emiten Ciputra (CTRA) di Harga Rp560

July 7, 2026
Danantara Sepakat Merger 4 Asset Management, Jadi Terbesar di RI!

Danantara Sepakat Merger 4 Asset Management, Jadi Terbesar di RI!

July 7, 2026
Duit di Rekening Bisa Ludes! Awas Modus Penipuan Pig Butchering

Duit di Rekening Bisa Ludes! Awas Modus Penipuan Pig Butchering

July 7, 2026
OJK Terima 22.206 Aduan Keuangan Ilegal, 951 Pinjol Ditutup

OJK Terima 22.206 Aduan Keuangan Ilegal, 951 Pinjol Ditutup

July 7, 2026
Kasus Penipuan Berkedok Investasi di Bank Mantap, OJK Panggil Direksi

Kasus Penipuan Berkedok Investasi di Bank Mantap, OJK Panggil Direksi

July 7, 2026
OJK Catat Transaksi Aset Kripto per Mei Tembus Rp 23 Triliun

OJK Catat Transaksi Aset Kripto per Mei Tembus Rp 23 Triliun

July 7, 2026
OJK Respons Suntikan Rp400 T dari Purbaya: Likuiditas Bank Makin Kuat

OJK Respons Suntikan Rp400 T dari Purbaya: Likuiditas Bank Makin Kuat

July 7, 2026
Eks Bos PTPN XI Tersangka Korupsi Modernisasi Pabrik Gula Assembagoes!

Eks Bos PTPN XI Tersangka Korupsi Modernisasi Pabrik Gula Assembagoes!

July 7, 2026
Tantangan Industri Nikel Wujudkan Ambisi RI Jadi Pusat Baterai

Tantangan Industri Nikel Wujudkan Ambisi RI Jadi Pusat Baterai

July 7, 2026
Daya Beli Tertekan, Bisnis Jual Beli Mobil Bekas Masih Cuan?

Daya Beli Tertekan, Bisnis Jual Beli Mobil Bekas Masih Cuan?

July 7, 2026
Emiten Udang Kaesang (PMMP) Krisis! Utang Numpuk, Direksi Resign

Emiten Udang Kaesang (PMMP) Krisis! Utang Numpuk, Direksi Resign

July 7, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, July 7, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Dolar AS Tembus Rp17.000, Biaya Impor Naik 15-20%

3 months ago
in ENTREPRENEUR
Dolar AS Tembus Rp17.000, Biaya Impor Naik 15-20%
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Kalangan importir yang tergabung dalam Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) mulai bersuara menyikapi terus tertekannya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Kurs rupiah bahkan telah melemah ke level atas Rp 17.000 per dolar AS pada Rabu, 1 April 2026. Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI), kurs referensi yang terbentuk untuk hari itu di level Rp 17.002.

Sebetulnya, sejak awal Maret 2026, kurs rupiah berdasarkan catatan di JISDOR telah bertengger konsisten di kisaran Rp 16.900 per dolar AS. Pada 16 Maret 2026, sudah berada di level Rp 16.990 dan berlanjut gejolaknya hingga Rp 16.999 pada 31 Maret 2026.

Ketua Umum GINSI, Subandi mengatakan, level kurs yang terus tertekan itu telah membuat biaya barang yang didatangkan dari luar negeri makin membengkak. Kalangan pengusaha yang tergantung dari barang luar negeri ia sebut telah putus asa terhadap mata uang garuda.

“Sebetulnya importir sudah putus asa terkait pelemahan rupiah terhadap dolar,” kata Subandi kepada CNBC Indonesia, dikutip Kamis (2/4/2026)

Menurutnya, hingga kini, belum ada ramuan kebijakan dari otoritas moneter yang mampu membuat level kurs Indonesia bergerak lebih stabil dan cenderung menguat. Sebab, kenyataannya rupiah konsisten cenderung melemah secara konsisten menghadapi dolar AS.

“Kebijakan demi kebijakan tetap saja enggak ada perubahan yang di harapkan pelaku usaha,” tuturnya.

“Bahkan ketika BI mengeluarkan kebijakan memperketat aturan transaksi valas dengan tujuan agar bisa mengendalikan nilai rupiah terhadap dollar juga importir pasrah,” ungkap Subandi

Ia pun mengklaim, efek dari pelemahan konsisten mata uang garuda ini setidaknya telah membuat biaya impor telah naik dari level tahun lalu. Kenaikannya ia sebut berkisar antara 15% sampai dengan 20% dengan dorongan tertinggi untuk biaya transportasi dari negara asal.

“Yang pasti harga beli barang dari negara asal naik, ongkos pengiriman dari negara asal seperti transportasi laut naik, biaya di pelabuhan yang menggunakan mata uang US$ naik,” tegas Subandi.

Penting dicatat, kurs rupiah sebetulnya berhasil membalik keadaan dan menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada saat penutupan perdagangan kemarin. Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda mengakhiri perdagangan di zona hijau dengan apresiasi 0,09% ke level Rp16.975/US$.

Meskipun, pada perdagangan intraday rupiah sempat menembus level psikologis Rp17.000/US$. Bahkan, rupiah sempat menyentuh Rp17.026/US$, yang menjadi level terlemah sepanjang sejarah secara intraday. Ini menjadi pertama kalinya rupiah menembus level krusial tersebut di pasar spot.

Kepala Ekonom Davidi Sumual mengatakan, tekanan yang dihadapi rupiah itu lebih disebabkan faktor eksternal, yakni terus merangkak naiknya harga minyak mentah dunia akibat perang di Timur Tengah. Membuat kekhawatiran para pelaku pasar keuangan tentang efek rambatan terhadap stabilitas ekonomi dunia.

Namun, ia mengakui, permasalahan internal juga tak luput dari faktor penambah tekanan sentimen pelaku pasar keuangan, terutama terkait makin besarnya risiko dari kenaikan harga minyak ke APBN pemerintah Indonesia. Akibatnya terlihat terjadi tekanan jual di pasar Surat Utang Negara.

“Jadi masih soal sentimen negatif eksternal seperti kenaikan harga minyak dan kekhawatiran dampaknya ke APBN. Ada selling pressures yang cukup kuat dari asing di pasar SUN,” ucap Sumual kepada CNBC Indonesia, Rabu (1/4/2026).

Kepala Riset Ekonomi Makro dan Market Permata Bank Faisal Rachman juga mengakui, selain masih berlanjutnya sentimen negatif akibat perang di Timur Tengah, rupiah memang masih terbebani sentimen negatif di domestik.

Ia menjabarkan, di antaranya ialah keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan harga bensin non subsidi menimbulkan ketidakpastian dan kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Indonesia ke depan sehingga ada risk off dari sisi sana.

Faktor kedua, membaiknya sentimen global membuat BI kemungkinan tidak buru-buru melakukan intervensi di FX market seperti hari-hari sebelumnya. Ketiga, masuknya periode triwulan kedua memicu pembayaran imbal hasil aset keuangan Indonesia ke non resident secara musiman cenderung meningkat.

“Dan keempat, ada antisipasi juga terhadap rilis data inflasi dan trade balance Indonesia,” tegasnya.

(arj/mij)



Add



as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Kinerja Industri Asuransi Tumbuh Positif, Aset Tembus Rp1.197 T

Kinerja Industri Asuransi Tumbuh Positif, Aset Tembus Rp1.197 T

July 7, 2026
Morgan Stanley Borong Saham Emiten Ciputra (CTRA) di Harga Rp560

Morgan Stanley Borong Saham Emiten Ciputra (CTRA) di Harga Rp560

July 7, 2026
Danantara Sepakat Merger 4 Asset Management, Jadi Terbesar di RI!

Danantara Sepakat Merger 4 Asset Management, Jadi Terbesar di RI!

July 7, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .