• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Dolar Cuma Rp6.550 di Era Presiden Habibie, Apa Rahasianya?

Dolar Cuma Rp6.550 di Era Presiden Habibie, Apa Rahasianya?

December 27, 2025
Rupiah Lanjut Melemah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp18.055

Rupiah Lanjut Melemah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp18.055

July 28, 2026
Investor Catat! BNI (BBNI) Mau Buyback Saham Rp 627 Miliar

Investor Catat! BNI (BBNI) Mau Buyback Saham Rp 627 Miliar

July 28, 2026
Awas Snapboost! Modus Dugaan Penipuan Like & Share di Tiktok Cs

Awas Snapboost! Modus Dugaan Penipuan Like & Share di Tiktok Cs

July 28, 2026
Emiten Bengkel Pesawat Garuda (GMFI) Mau Hapus Saldo Defisit Rp 9 T

Emiten Bengkel Pesawat Garuda (GMFI) Mau Hapus Saldo Defisit Rp 9 T

July 28, 2026
DPR Wanti-Wanti Reputasi Jadi Modal PFII Gaet BlackRock Cs

DPR Wanti-Wanti Reputasi Jadi Modal PFII Gaet BlackRock Cs

July 28, 2026
BEI Rombak Konstituen IDX80, LQ45 dan IDX30

BEI Rombak Konstituen IDX80, LQ45 dan IDX30

July 28, 2026
GOTO Siap Umumkan Kinerja Kuartal II-2026, Begini Respon Analis

GOTO Siap Umumkan Kinerja Kuartal II-2026, Begini Respon Analis

July 28, 2026
Gerak IHSG Masih Malu-Malu, Intip Pergerakan Asing di Sesi 1

Gerak IHSG Masih Malu-Malu, Intip Pergerakan Asing di Sesi 1

July 28, 2026
Tabungan Menipis, Warga RI Andalkan Kartu Kredit-Paylater Buat Belanja

Tabungan Menipis, Warga RI Andalkan Kartu Kredit-Paylater Buat Belanja

July 28, 2026
Orang Kaya RI Makin Getol Nabung Dolar, Ini Buktinya

Orang Kaya RI Makin Getol Nabung Dolar, Ini Buktinya

July 28, 2026
Media Asing Sorot IHSG, Disebut Sudah Masuk Bull Market

Media Asing Sorot IHSG, Disebut Sudah Masuk Bull Market

July 28, 2026
Warga RI Kini Belanja Pakai Uang Hasil Pinjam, Ini Buktinya!

Warga RI Kini Belanja Pakai Uang Hasil Pinjam, Ini Buktinya!

July 28, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, July 28, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Dolar Cuma Rp6.550 di Era Presiden Habibie, Apa Rahasianya?

7 months ago
in News
Dolar Cuma Rp6.550 di Era Presiden Habibie, Apa Rahasianya?
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah pada akhir Desember 2025 masih bergerak di kisaran Rp16.700-Rp16.800 per dolar AS, mencerminkan kuatnya tekanan global, terutama dari arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Angka tersebut mengingatkan pada periode kelam krisis moneter 1998, ketika rupiah sempat terpuruk ke level serupa, bahkan dalam waktu yang jauh lebih singkat dan disertai krisis politik besar.

Kala itu, lonjakan dolar menjadi salah satu faktor runtuhnya 32 tahun kekuasaan Presiden Soeharto. Pergantian kepemimpinan ke tangan Presiden B.J. Habibie tidak serta-merta menumbuhkan optimisme pasar.

Habibie dipandang bukan ekonom, melainkan teknokrat industri pesawat yang selama Orde Baru kerap dikritik karena proyek-proyek mahal. Bahkan, mantan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew sempat meragukan kemampuan Habibie dan menilai rupiah berpotensi makin terpuruk.

Namun sejarah justru mencatat sebaliknya. Di tengah krisis terdalam, Habibie berhasil memulihkan kepercayaan pasar dan membawa rupiah menguat drastis hingga sempat menyentuh level sekitar Rp6.550 per dolar AS. Ada tiga kebijakan kunci yang menjadi fondasi keberhasilan tersebut.

1. Restrukturisasi Perbankan dan Penguatan Bank Indonesia

Langkah pertama adalah restrukturisasi perbankan. Krisis 1998 memperlihatkan rapuhnya sistem perbankan nasional akibat liberalisasi pendirian bank melalui Paket Oktober 1988 yang tidak diimbangi pengawasan memadai. Ketika krisis melanda, banyak bank kolaps dan memicu penarikan dana besar-besaran oleh nasabah.

Habibie menjadikan sektor perbankan sebagai fokus utama pemulihan. Pemerintah menutup dan menggabungkan bank-bank bermasalah, termasuk menggabungkan empat bank milik negara menjadi satu entitas besar, Bank Mandiri. Tak kalah penting, Habibie memisahkan Bank Indonesia dari pemerintah melalui Undang-Undang No. 23 Tahun 1999.

Dalam otobiografinya B.J. Habibie: Detik-detik yang Menentukan (2006), Habibie menegaskan kebijakan tersebut krusial untuk menguatkan rupiah. Bank sentral, menurutnya, harus independen, objektif, dan bebas dari intervensi politik agar kebijakan moneter kredibel di mata pasar.

2. Moneter Ketat Lewat SBI untuk Pulihkan Kepercayaan Pasar

Langkah kedua adalah penerapan kebijakan moneter ketat. Pemerintah dan Bank Indonesia menerbitkan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dengan suku bunga sangat tinggi. Tujuannya sederhana: mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan dan mendorong dana kembali masuk ke sistem keuangan.

Habibie mengklaim kebijakan ini efektif. Suku bunga yang sempat melonjak hingga sekitar 60% perlahan turun ke level belasan persen. Seiring itu, kepercayaan publik terhadap bank kembali pulih dan tekanan terhadap rupiah mereda.

3. Stabilisasi Harga Bahan Pokok di Tengah Krisis

Langkah ketiga adalah pengendalian harga kebutuhan pokok. Di tengah krisis, Habibie menilai stabilitas harga pangan dan energi sebagai faktor vital. Pemerintah mempertahankan harga listrik dan BBM bersubsidi agar tidak melonjak, sehingga daya beli masyarakat tidak jatuh lebih dalam.

Kebijakan ini memang menuai kontroversi. Habibie bahkan sempat melontarkan pernyataan yang dianggap nyeleneh dengan menganjurkan rakyat berpuasa agar lebih hemat di masa krisis.

“Ketika terjadi masa krisis saat B.J. Habibie diangkat menjadi presiden, ia menganjurkan rakyat melakukan puasa Senin-Kamis,” tulis A. Makmur Makka dalam buku Inspirasi Habibie (2020).

Terlepas dari kontroversi, kombinasi tiga kebijakan tersebut terbukti ampuh. Kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia berangsur pulih, arus modal asing kembali masuk, dan rupiah menguat signifikan. Dalam waktu relatif singkat, dolar AS yang sempat menembus Rp16.800 berhasil ditekan hingga sekitar Rp6.550, sebuah capaian yang hingga kini kerap dikenang sebagai salah satu pemulihan nilai tukar paling dramatis dalam sejarah ekonomi Indonesia.

(hsy/hsy)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Rupiah Lanjut Melemah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp18.055

Rupiah Lanjut Melemah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp18.055

July 28, 2026
Investor Catat! BNI (BBNI) Mau Buyback Saham Rp 627 Miliar

Investor Catat! BNI (BBNI) Mau Buyback Saham Rp 627 Miliar

July 28, 2026
Awas Snapboost! Modus Dugaan Penipuan Like & Share di Tiktok Cs

Awas Snapboost! Modus Dugaan Penipuan Like & Share di Tiktok Cs

July 28, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .