• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Geger AS Bom Kedubes China Tengah Malam, 3 Warga Tewas

Geger AS Bom Kedubes China Tengah Malam, 3 Warga Tewas

May 9, 2026
Daftar BPR & BPRS Tutup Tambah Lagi, Total Ada 34 Bank-Ini Namanya

Daftar BPR & BPRS Tutup Tambah Lagi, Total Ada 34 Bank-Ini Namanya

May 9, 2026
Ternyata! BPJS Ketenagakerjaan Taruh Duit di 34 Saham Ini

Ternyata! BPJS Ketenagakerjaan Taruh Duit di 34 Saham Ini

May 9, 2026
How to Put the World’s Largest City Jakarta on the Map and Cement Indonesia as a Rising Global Giant

How to Put the World’s Largest City Jakarta on the Map and Cement Indonesia as a Rising Global Giant

May 9, 2026
Media Asing Soroti Upaya RI-China Buang Dolar

Media Asing Soroti Upaya RI-China Buang Dolar

May 9, 2026
Laba Operasional Toyota Anjlok, Kena Gilas Trump & EV China

Laba Operasional Toyota Anjlok, Kena Gilas Trump & EV China

May 9, 2026
Jakarta: The World’s Largest City Still Waiting for Its Global Identity

Jakarta: The World’s Largest City Still Waiting for Its Global Identity

May 9, 2026
Bahan Baku PLTS Atap Masih Impor, Pengusaha Butuh Solusi Ini

Bahan Baku PLTS Atap Masih Impor, Pengusaha Butuh Solusi Ini

May 9, 2026
Video:Cara Bisnis Olahan Kacang Ekspansi Ke ASEAN Saat Daya Beli Turun

Video:Cara Bisnis Olahan Kacang Ekspansi Ke ASEAN Saat Daya Beli Turun

May 9, 2026
Tenang! Dolar Gak Bakal Tembus Rp 18.000, Ini Alasannya

Tenang! Dolar Gak Bakal Tembus Rp 18.000, Ini Alasannya

May 9, 2026
BI Catat Uang Primer Tumbuh 14,3% di April 2026

BI Catat Uang Primer Tumbuh 14,3% di April 2026

May 9, 2026
AirAsia Bikin Maskapai Baru, Tarik Modal dari Obligasi Rp 10 T

AirAsia Bikin Maskapai Baru, Tarik Modal dari Obligasi Rp 10 T

May 9, 2026
Pindar Indosaku di Denda Rp875 Juta Oleh OJK, Dirut Dapat Peringatan

Pindar Indosaku di Denda Rp875 Juta Oleh OJK, Dirut Dapat Peringatan

May 8, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Saturday, May 9, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Geger AS Bom Kedubes China Tengah Malam, 3 Warga Tewas

4 hours ago
in ENTREPRENEUR
Geger AS Bom Kedubes China Tengah Malam, 3 Warga Tewas
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Amerika Serikat (AS) ternyata pernah membuat kesalahan militer besar yang berujung petaka diplomatik dengan China. Di tengah perang dan situasi geopolitik yang memanas, pesawat tempur AS menjatuhkan bom ke wilayah ekstrateritorial China, yakni Kedutaan Besar (Kedubes) China di Beograd, Serbia, tepat pada tengah malam. Tiga warga negara China tewas dalam insiden tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada 7 Mei 1999, tepat 27 tahun lalu, saat AS dan NATO sedang menggempur Yugoslavia dalam perang Kosovo. Kala itu, Serbia menjadi target serangan udara besar-besaran yang dilakukan hampir setiap malam menggunakan berbagai pesawat tempur modern, termasuk pengebom siluman B-2 Spirit milik Angkatan Udara AS.

Di tengah operasi militer tersebut, bom tiba-tiba menghantam Kedubes China di Beograd. Bangunan kedutaan hancur parah dan terbakar hebat. Ledakan juga merusak sejumlah bangunan di sekitarnya.

Awalnya, serangan itu dikira bagian dari operasi NATO yang menargetkan markas badan persenjataan eks-Yugoslavia di dekat kawasan kedutaan. Fasilitas tersebut dituding menjual teknologi senjata ke negara-negara yang dianggap “nakal” oleh AS. Namun setelah diverifikasi, fakta mengejutkan terungkap. Ternyata target pengeboman salah dan justru menghantam Kedubes China.

Kesalahan itu langsung memicu kemarahan besar dari Beijing. Menurut laporan The Guardian (9 Mei 1999), sekitar 10 ribu warga turun ke jalan dan melakukan aksi protes di depan Kedubes AS dan Inggris di Beijing. Massa menuding NATO sebagai pihak yang bertanggung jawab atas tragedi tersebut.

Presiden China saat itu, Jiang Zemin (1993-2003), disebut sangat murka dan mengecam serangan tersebut sebagai tindakan biadab. Gelombang protes juga meluas ke berbagai negara lain yang memiliki komunitas warga China.

Di sisi lain, negara-negara NATO berusaha menjaga jarak dan menyebut serangan tersebut dilakukan langsung oleh militer AS. Tekanan internasional yang terus membesar akhirnya memaksa Washington mengakui kesalahan tersebut.

Dalam laporan CNN International (10 Mei 1999), Presiden Bill Clinton (1993-2001) menyampaikan permintaan maaf kepada pemerintah dan rakyat China. Dia menyebut tragedi itu sebagai kejadian yang seharusnya tidak pernah terjadi dan memerintahkan investigasi menyeluruh.

“Saya meminta maaf dan merasa sedih atas kejadian ini,” ujar Clinton.

Hasil investigasi kemudian mengungkap penyebab utama insiden tersebut. Direktur CIA George Tenet menjelaskan pengeboman terjadi akibat kesalahan intelijen. Militer AS disebut menggunakan peta lama tahun 1989 dan 1996 yang belum diverifikasi ulang di lapangan.

“Kesalahan identifikasi awal ini dianggap sebagai fakta,” ungkap Tenet, dikutip dari The Guardian.

Akibat kekeliruan itu, tiga warga negara China tewas di tempat. Seluruh korban diketahui merupakan jurnalis. Selain itu, puluhan orang mengalami luka-luka, termasuk sekitar 20 orang yang terluka parah.

Sebagai bentuk tanggung jawab, AS membayar kompensasi sebesar US$4,5 juta kepada keluarga korban dan US$28 juta kepada pemerintah China untuk mengganti kerusakan gedung kedutaan.

Meski demikian, banyak warga China menilai hukuman tersebut tidak sebanding dengan luka yang ditinggalkan. Sebab, pejabat-pejabat yang terlibat hanya dicopot dari jabatan dan tidak dijatuhi hukuman pidana. Bahkan, muncul dugaan di kalangan publik China bahwa serangan itu sebenarnya disengaja sebab terjadi di tengah memanasnya hubungan Beijing dengan AS dan NATO saat perang Kosovo berlangsung.

Atas dasar inilah, kejadian di Beograd menjadi pengganjal hubungan harmonis AS-China. Bahkan beberapa kali diungkit, seperti tahun 2024, oleh Presiden Xi Jinping.

“Warga China menghargai perdamaian, tetapi tidak akan lupa dan membiarkan tragedi itu kembali terulang,” kata Jinping, dikutip dari Newsweek.

(mfa/luc)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

January 13, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Daftar BPR & BPRS Tutup Tambah Lagi, Total Ada 34 Bank-Ini Namanya

Daftar BPR & BPRS Tutup Tambah Lagi, Total Ada 34 Bank-Ini Namanya

May 9, 2026
Ternyata! BPJS Ketenagakerjaan Taruh Duit di 34 Saham Ini

Ternyata! BPJS Ketenagakerjaan Taruh Duit di 34 Saham Ini

May 9, 2026
How to Put the World’s Largest City Jakarta on the Map and Cement Indonesia as a Rising Global Giant

How to Put the World’s Largest City Jakarta on the Map and Cement Indonesia as a Rising Global Giant

May 9, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .