• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Geger AS Bom Kedubes China Tengah Malam, 3 Warga Tewas

Geger AS Bom Kedubes China Tengah Malam, 3 Warga Tewas

May 9, 2026
Pakar Ingatkan Jangan Timbun Uang Tunai, Cek Aturan Saldo Minimum Bank

Pakar Ingatkan Jangan Timbun Uang Tunai, Cek Aturan Saldo Minimum Bank

July 4, 2026
BNI Hadirkan Ragam Promo Rayakan 80 Tahun Pengabdian untuk Negeri

BNI Hadirkan Ragam Promo Rayakan 80 Tahun Pengabdian untuk Negeri

July 4, 2026
Bisnis Keluarga Trump Raup Rp5 T dari Timur Tengah, Terbanyak Kripto

Bisnis Keluarga Trump Raup Rp5 T dari Timur Tengah, Terbanyak Kripto

July 4, 2026
Mau Dikenakan Pajak Rp144 T, Taipan Ini Kasih Respons Tak Terduga

Mau Dikenakan Pajak Rp144 T, Taipan Ini Kasih Respons Tak Terduga

July 4, 2026
Jurus Bisnis Karoseri Ekspansi ke Luar Negeri & Sambut Era EV

Jurus Bisnis Karoseri Ekspansi ke Luar Negeri & Sambut Era EV

July 4, 2026
Modal Cangkul, Guru SD Dapat Harta Karun Miliaran di Halaman Sekolah

Modal Cangkul, Guru SD Dapat Harta Karun Miliaran di Halaman Sekolah

July 4, 2026
Keluarga Ini Punya Pendapatan Pasif Rp2,88 Miliar Sebulan

Keluarga Ini Punya Pendapatan Pasif Rp2,88 Miliar Sebulan

July 4, 2026
Tertarik Punya Alfamart Sendiri? Segini Biaya dan Balik Modal

Tertarik Punya Alfamart Sendiri? Segini Biaya dan Balik Modal

July 4, 2026
Tantangan RI Perkuat Ekosistem AI Untuk Perkuat Daya Saing

Tantangan RI Perkuat Ekosistem AI Untuk Perkuat Daya Saing

July 4, 2026
Kisah Robohnya Kerajaan Bisnis Salim Usai Berjaya 3 Dekade

Kisah Robohnya Kerajaan Bisnis Salim Usai Berjaya 3 Dekade

July 4, 2026
Cara Daftar Program Magang Nasional, Gaji Rp3,5 Juta-6 juta/bulan

Cara Daftar Program Magang Nasional, Gaji Rp3,5 Juta-6 juta/bulan

July 4, 2026
Duit di Rekening Auto Ludes, Perhatikan Modus Baru Maling M-Banking

Duit di Rekening Auto Ludes, Perhatikan Modus Baru Maling M-Banking

July 4, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Saturday, July 4, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Geger AS Bom Kedubes China Tengah Malam, 3 Warga Tewas

2 months ago
in ENTREPRENEUR
Geger AS Bom Kedubes China Tengah Malam, 3 Warga Tewas
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Amerika Serikat (AS) ternyata pernah membuat kesalahan militer besar yang berujung petaka diplomatik dengan China. Di tengah perang dan situasi geopolitik yang memanas, pesawat tempur AS menjatuhkan bom ke wilayah ekstrateritorial China, yakni Kedutaan Besar (Kedubes) China di Beograd, Serbia, tepat pada tengah malam. Tiga warga negara China tewas dalam insiden tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada 7 Mei 1999, tepat 27 tahun lalu, saat AS dan NATO sedang menggempur Yugoslavia dalam perang Kosovo. Kala itu, Serbia menjadi target serangan udara besar-besaran yang dilakukan hampir setiap malam menggunakan berbagai pesawat tempur modern, termasuk pengebom siluman B-2 Spirit milik Angkatan Udara AS.

Di tengah operasi militer tersebut, bom tiba-tiba menghantam Kedubes China di Beograd. Bangunan kedutaan hancur parah dan terbakar hebat. Ledakan juga merusak sejumlah bangunan di sekitarnya.

Awalnya, serangan itu dikira bagian dari operasi NATO yang menargetkan markas badan persenjataan eks-Yugoslavia di dekat kawasan kedutaan. Fasilitas tersebut dituding menjual teknologi senjata ke negara-negara yang dianggap “nakal” oleh AS. Namun setelah diverifikasi, fakta mengejutkan terungkap. Ternyata target pengeboman salah dan justru menghantam Kedubes China.

Kesalahan itu langsung memicu kemarahan besar dari Beijing. Menurut laporan The Guardian (9 Mei 1999), sekitar 10 ribu warga turun ke jalan dan melakukan aksi protes di depan Kedubes AS dan Inggris di Beijing. Massa menuding NATO sebagai pihak yang bertanggung jawab atas tragedi tersebut.

Presiden China saat itu, Jiang Zemin (1993-2003), disebut sangat murka dan mengecam serangan tersebut sebagai tindakan biadab. Gelombang protes juga meluas ke berbagai negara lain yang memiliki komunitas warga China.

Di sisi lain, negara-negara NATO berusaha menjaga jarak dan menyebut serangan tersebut dilakukan langsung oleh militer AS. Tekanan internasional yang terus membesar akhirnya memaksa Washington mengakui kesalahan tersebut.

Dalam laporan CNN International (10 Mei 1999), Presiden Bill Clinton (1993-2001) menyampaikan permintaan maaf kepada pemerintah dan rakyat China. Dia menyebut tragedi itu sebagai kejadian yang seharusnya tidak pernah terjadi dan memerintahkan investigasi menyeluruh.

“Saya meminta maaf dan merasa sedih atas kejadian ini,” ujar Clinton.

Hasil investigasi kemudian mengungkap penyebab utama insiden tersebut. Direktur CIA George Tenet menjelaskan pengeboman terjadi akibat kesalahan intelijen. Militer AS disebut menggunakan peta lama tahun 1989 dan 1996 yang belum diverifikasi ulang di lapangan.

“Kesalahan identifikasi awal ini dianggap sebagai fakta,” ungkap Tenet, dikutip dari The Guardian.

Akibat kekeliruan itu, tiga warga negara China tewas di tempat. Seluruh korban diketahui merupakan jurnalis. Selain itu, puluhan orang mengalami luka-luka, termasuk sekitar 20 orang yang terluka parah.

Sebagai bentuk tanggung jawab, AS membayar kompensasi sebesar US$4,5 juta kepada keluarga korban dan US$28 juta kepada pemerintah China untuk mengganti kerusakan gedung kedutaan.

Meski demikian, banyak warga China menilai hukuman tersebut tidak sebanding dengan luka yang ditinggalkan. Sebab, pejabat-pejabat yang terlibat hanya dicopot dari jabatan dan tidak dijatuhi hukuman pidana. Bahkan, muncul dugaan di kalangan publik China bahwa serangan itu sebenarnya disengaja sebab terjadi di tengah memanasnya hubungan Beijing dengan AS dan NATO saat perang Kosovo berlangsung.

Atas dasar inilah, kejadian di Beograd menjadi pengganjal hubungan harmonis AS-China. Bahkan beberapa kali diungkit, seperti tahun 2024, oleh Presiden Xi Jinping.

“Warga China menghargai perdamaian, tetapi tidak akan lupa dan membiarkan tragedi itu kembali terulang,” kata Jinping, dikutip dari Newsweek.

(mfa/luc)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Pakar Ingatkan Jangan Timbun Uang Tunai, Cek Aturan Saldo Minimum Bank

Pakar Ingatkan Jangan Timbun Uang Tunai, Cek Aturan Saldo Minimum Bank

July 4, 2026
BNI Hadirkan Ragam Promo Rayakan 80 Tahun Pengabdian untuk Negeri

BNI Hadirkan Ragam Promo Rayakan 80 Tahun Pengabdian untuk Negeri

July 4, 2026
Bisnis Keluarga Trump Raup Rp5 T dari Timur Tengah, Terbanyak Kripto

Bisnis Keluarga Trump Raup Rp5 T dari Timur Tengah, Terbanyak Kripto

July 4, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .