• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Harga Minyak Sentuh US,32, Selat Hormuz Masih Jadi Isu

Harga Minyak Sentuh US$84,32, Selat Hormuz Masih Jadi Isu

August 10, 2026
Airlangga Singgung Sejarah VOC di Peringatan Pasar Modal RI

Airlangga Singgung Sejarah VOC di Peringatan Pasar Modal RI

August 10, 2026
HUT Pasar Modal, RI Resmi Luncurkan ETF Emas

HUT Pasar Modal, RI Resmi Luncurkan ETF Emas

August 10, 2026
Batubara Tertekan Efek Pasokan India Naik-Harga Minyak Melonjak

Batubara Tertekan Efek Pasokan India Naik-Harga Minyak Melonjak

August 10, 2026
Video: Pasar Nantikan Pidato Prabowo

Video: Pasar Nantikan Pidato Prabowo

August 10, 2026
Wamenkeu Ungkap Warga Dunia Gila Emas, Simpan 4.025 Ton di 2025

Wamenkeu Ungkap Warga Dunia Gila Emas, Simpan 4.025 Ton di 2025

August 10, 2026
Meski Up & Down, Pasar Modal RI Sukses Serok Dana Rp 125 T hingga Juni

Meski Up & Down, Pasar Modal RI Sukses Serok Dana Rp 125 T hingga Juni

August 10, 2026
Bank Mandiri Gandeng Paramount Pacu Pertumbuhan Sektor Ini

Bank Mandiri Gandeng Paramount Pacu Pertumbuhan Sektor Ini

August 10, 2026
OJK Tetapkan Alex Widi Kristiono Sebagai Calon Komisaris BEI

OJK Tetapkan Alex Widi Kristiono Sebagai Calon Komisaris BEI

August 10, 2026
Mengekor Penguatan Rupiah, IHSG Berhasil Melaju ke 6.400-an

Mengekor Penguatan Rupiah, IHSG Berhasil Melaju ke 6.400-an

August 10, 2026
IHSG Dibuka Menguat 0,48% ke Level 6.440

IHSG Dibuka Menguat 0,48% ke Level 6.440

August 10, 2026
Rupiah Dibuka Perkasa, Dolar AS Turun ke Rp17.800 Pagi Ini

Rupiah Dibuka Perkasa, Dolar AS Turun ke Rp17.800 Pagi Ini

August 10, 2026
DSSA Alihkan hingga 9,63 Miliar Saham Treasuri per 10 Agustus 2026

DSSA Alihkan hingga 9,63 Miliar Saham Treasuri per 10 Agustus 2026

August 10, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, August 10, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Harga Minyak Sentuh US$84,32, Selat Hormuz Masih Jadi Isu

1 hour ago
in News
Harga Minyak Sentuh US,32, Selat Hormuz Masih Jadi Isu
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak mentah kembali menguat pada perdagangan Senin (10/8/2026), setelah pasar kembali dibayangi ketidakpastian mengenai pembukaan Selat Hormuz.

Berdasarkan data Refinitiv pada pukul 09.45 WIB, harga Brent tercatat US$84,32 per barel. Harga ini naik 0,92% dibandingkan penutupan Jumat (7/8) sebesar US$83,55 per barel.

Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) berada di US$78,68 per barel, naik 0,64% dari US$78,18 per barel pada perdagangan sebelumnya.



Kenaikan tersebut terjadi setelah harga minyak mengalami tekanan cukup dalam sepanjang pekan lalu. Brent turun dari US$90,12 per barel pada 31 Juli menjadi US$83,55 pada 7 Agustus, atau merosot 7,29%.

Perubahan arah harga minyak terjadi ketika pasar kembali menghadapi ketidakpastian terkait pembukaan Selat Hormuz.

Iran pada Minggu menyatakan pembicaraan dengan Oman mengenai kesepakatan yang mengatur jalur pelayaran di Selat Hormuz telah memasuki tahap akhir. Namun, Teheran masih menyebut terdapat sejumlah syarat yang harus dipenuhi Amerika Serikat sebelum jalur tersebut dibuka kembali.

Kondisi ini membuat pasar belum memiliki kepastian kapan lalu lintas kapal tanker dapat kembali normal.

Sebelumnya, ekspektasi terhadap tercapainya kesepakatan sempat menekan harga minyak. Pada awal Agustus, harga Brent turun di bawah US$80 per barel untuk pertama kalinya sejak 13 Juli.

Namun, pasar kembali berhati-hati setelah muncul rincian mengenai aturan pelayaran yang sedang dibahas Iran dan Oman.

Iran tengah mengkaji rancangan aturan yang dapat melarang kapal Amerika Serikat, Israel dan kapal lain yang dianggap bermusuhan melintasi Selat Hormuz. Pelanggaran terhadap aturan tersebut dapat dikenakan denda hingga 20% dari nilai kargo.

Iran juga menginginkan pungutan sekitar 5%-7% dari harga kargo bagi kapal yang melewati selat tersebut. Oman membahas pungutan sekitar 3%, sementara Amerika Serikat menginginkan tidak ada pungutan.

Rancangan kesepakatan tersebut menghadapi persoalan lain. Sejumlah sumber industri menyebut sanksi Amerika Serikat serta ketentuan asuransi membuat mekanisme pembayaran dan pelayaran melalui selat tersebut sulit diterapkan.

Risiko pasokan juga kembali mendapat perhatian setelah fasilitas minyak Arab Saudi diserang pada akhir pekan. Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran menyatakan telah menyerang kilang Jazan milik Saudi Aramco pada Minggu.

Serangan tersebut terjadi dua hari setelah Arab Saudi menandatangani pakta pertahanan dengan Turki dan Pakistan di tengah meningkatnya ketegangan regional.

Di kawasan Teluk, perusahaan energi Uni Emirat Arab, ADNOC, sebelumnya menyebut 15 kapalnya telah diserang ketika melintasi Selat Hormuz sejak konflik dimulai.

Pasar kini menghadapi dua perkembangan yang bergerak berlawanan. Harapan tercapainya kesepakatan dapat membuka ruang bagi pemulihan arus perdagangan dan menekan harga minyak. Sebaliknya, aturan pelayaran yang belum jelas serta serangan terhadap infrastruktur dan kapal energi mempertahankan risiko gangguan pasokan.

Tim Waterer, Chief Market Analyst KCM Trade, mengatakan pelaku pasar masih menunggu bukti konkret sebelum mengurangi premi risiko, seperti pergerakan kapal tanker yang telah terverifikasi atau kesepakatan formal.

CNBC Indonesia 

(emb/emb)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Airlangga Singgung Sejarah VOC di Peringatan Pasar Modal RI

Airlangga Singgung Sejarah VOC di Peringatan Pasar Modal RI

August 10, 2026
HUT Pasar Modal, RI Resmi Luncurkan ETF Emas

HUT Pasar Modal, RI Resmi Luncurkan ETF Emas

August 10, 2026
Batubara Tertekan Efek Pasokan India Naik-Harga Minyak Melonjak

Batubara Tertekan Efek Pasokan India Naik-Harga Minyak Melonjak

August 10, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .