• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Henan Asset Sebut Investasi di Indonesia Mulai Masuk Fase Stabilisasi

Henan Asset Sebut Investasi di Indonesia Mulai Masuk Fase Stabilisasi

July 22, 2025
2 Pengusaha Properti Bangkrut Rampok Bank Rp157 M, Ditangkap-Diampuni

2 Pengusaha Properti Bangkrut Rampok Bank Rp157 M, Ditangkap-Diampuni

October 24, 2026
Ekspansi Panas Bumi 1 GW, Geo Dipa Energi Bakal Rilis Obligasi

Ekspansi Panas Bumi 1 GW, Geo Dipa Energi Bakal Rilis Obligasi

October 24, 2026
700 BUMN Ditutup Tahun Ini, Danantara Targetkan Laba Rp 334 Triliun

700 BUMN Ditutup Tahun Ini, Danantara Targetkan Laba Rp 334 Triliun

October 24, 2026
Neraca Sehat & Kinerja Solid, BMRI Catat Laba Rp 45,5 T di Kuartal III

Neraca Sehat & Kinerja Solid, BMRI Catat Laba Rp 45,5 T di Kuartal III

October 23, 2026
Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

October 23, 2026
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

October 23, 2026
Perkuat Bisnis, Antam Fokus Ciptakan Nilai Tambah Jangka Panjang

Perkuat Bisnis, Antam Fokus Ciptakan Nilai Tambah Jangka Panjang

October 23, 2026
Meneropong Wajah Baru IHSG Usai Saham HSC Didepak

Meneropong Wajah Baru IHSG Usai Saham HSC Didepak

October 23, 2026
BMRI Respons Kebijakan DHE SDA: Buka Peluang DPK Valas

BMRI Respons Kebijakan DHE SDA: Buka Peluang DPK Valas

October 23, 2026
OJK Heran Potensi Turun Kelas Bursa RI, 16 dari 18 Indikator Unggul

OJK Heran Potensi Turun Kelas Bursa RI, 16 dari 18 Indikator Unggul

October 23, 2026
BI Ungkap Kabar Baik dari Sektor Swasta, Kredit Tumbuh Kencang

BI Ungkap Kabar Baik dari Sektor Swasta, Kredit Tumbuh Kencang

October 23, 2026
Keterbukaan Kepemilikan Saham RI Lebih Ketat dari Negara Lain

Keterbukaan Kepemilikan Saham RI Lebih Ketat dari Negara Lain

October 23, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Saturday, October 24, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Henan Asset Sebut Investasi di Indonesia Mulai Masuk Fase Stabilisasi

1 year ago
in ENTREPRENEUR
Henan Asset Sebut Investasi di Indonesia Mulai Masuk Fase Stabilisasi
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar Indonesia terdampak oleh berbagai kondisi global sepanjang Semester I-2025, seperti konflik geopolitik, proteksionisme dagang, hingga rotasi arus modal global. Dalam laporan Semester I-2025, Henan Asset Management (Henan Asset) menyebutkan di tengah situasi yang berubah cepat, investor dituntut untuk membaca sinyal pasar secara menyeluruh, bukan hanya bereaksi pada gejolak sesaat.

Namun, memasuki paruh kedua 2025, lanskap investasi Indonesia diproyeksikan mulai memasuki fase stabilisasi, meskipun ketidakpastian global masih membayangi. Beberapa indikator makro mulai menunjukkan arah yang lebih konstruktif, seperti stabilnya harga komoditas global, perbaikan sentimen manufaktur di kawasan Eropa dan Asia Timur, serta ekspektasi likuiditas global yang lebih longgar. Proyeksi tersebut tetap bersifat kondisional terhadap perkembangan sejumlah variabel kunci yang perlu dicermati.

Suku Bunga BI Mulai Longgar, Risiko Eksternal Tetap Jadi Perhatian

Bank Indonesia akhirnya memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin sebagai langkah awal untuk mendukung pemulihan sektor riil. Dengan inflasi yang turun ke kisaran 2,8% YoY per Juni dan tekanan imported inflation yang mulai mereda, ruang pelonggaran moneter terbuka lebih jelas.

Namun, langkah BI ini tetap diiringi sikap hati-hati, mengingat risiko eksternal masih tinggi, terutama ketidakpastian arah kebijakan The Fed dan potensi volatilitas di pasar keuangan global. Ke depan, arah kebijakan BI akan sangat ditentukan oleh stabilitas nilai tukar, perkembangan inflasi domestik, serta kemampuan menjaga daya tarik aset dalam negeri di tengah dinamika aliran modal.

Kebijakan Tarif AS: Proteksionisme AS Jadi Tantangan Nyata Ekspor RI

Pemerintahan Trump resmi memberlakukan tarif 19% terhadap sejumlah produk ekspor utama Indonesia, menandai fase baru dari tensi dagang global yang kian nyata. Langkah ini menjadi pukulan langsung bagi daya saing sektor-sektor seperti tekstil, otomotif, dan elektronik konsumer, yang selama ini mengandalkan pasar AS sebagai salah satu tujuan utama.

Di tengah tahun politik, retorika proteksionis diperkirakan masih akan berlanjut dan bahkan bisa meluas ke sektor lain. Bagi Indonesia, kebijakan tarif ini bukan hanya berdampak pada kinerja ekspor non-komoditas, tetapi juga memperbesar volatilitas di pasar keuangan.

Sebagai respons, strategi jangka pendek pemerintah akan berfokus pada diversifikasi mitra dagang, perluasan pasar non-tradisional, serta penguatan rantai pasok dan nilai tambah domestik agar tidak terlalu bergantung pada pasar dan kebijakan negara tertentu. Hal ini menjadi sinyal bagi investor agar lebih jeli memilih saham yang tahan akan tekanan global dan tidak terlalu bergantung pada ekspor ke AS.

MSCI Inclusion: Peluang Arus Dana Masuk

Berita mengenai rencana peninjauan MSCI atas kemungkinan kenaikan bobot saham Indonesia di indeks emerging markets membuka peluang masuknya aliran dana pasif tambahan. Beberapa emiten dengan likuiditas dan kapitalisasi besar yang telah memenuhi kriteria free float dan governance diperkirakan akan mendapat manfaat langsung, termasuk saham-saham sektor perbankan dan komoditas yang sudah menjadi proxy utama pasar Indonesia.

Jika revisi bobot disahkan pada periode review November mendatang, potensi inflow yang bersifat pasif dapat memberikan tambahan likuiditas dan memperkuat posisi IHSG di level psikologis baru. Namun, implikasi ini bersifat jangka pendek dan tetap bergantung pada sentimen global secara keseluruhan.

Semester I-2025 memberi pelajaran penting bahwa pasar Indonesia sangat sensitif terhadap sentimen global. Oleh karena itu, strategi investasi seharusnya tidak hanya terpatok pada kemampuan merespons cepat, tapi juga harus terarah dan terukur. Langkah mitigasi risiko juga perlu ditingkatkan dengan memantau ketat perkembangan geopolitik, fluktuasi harga minyak, dan kebijakan tarif AS.

Di tengah tantangan ini, optimalisasi aset domestik melalui investasi pada proyek strategis nasional yang dikembangkan Danantara dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi secara jangka panjang.

Adapun Henan Asset percaya setiap fase pasar membawa nuansa tersendiri, dan memastikan investor tidak hanya mengejar peluang, tapi mampu menavigasinya dengan presisi dan ketahanan. Henan Asset berharap bisa membantu memastikan langkah Anda tetap ternavigasi, terarah, dan satu langkah di depan. 

(bul/bul)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia per Juni 2025




Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
2 Pengusaha Properti Bangkrut Rampok Bank Rp157 M, Ditangkap-Diampuni

2 Pengusaha Properti Bangkrut Rampok Bank Rp157 M, Ditangkap-Diampuni

October 24, 2026
Ekspansi Panas Bumi 1 GW, Geo Dipa Energi Bakal Rilis Obligasi

Ekspansi Panas Bumi 1 GW, Geo Dipa Energi Bakal Rilis Obligasi

October 24, 2026
700 BUMN Ditutup Tahun Ini, Danantara Targetkan Laba Rp 334 Triliun

700 BUMN Ditutup Tahun Ini, Danantara Targetkan Laba Rp 334 Triliun

October 24, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .