• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
IHSG Ambruk Hampir 2%, Saham Prajogo & Bank Rontok Bareng!

IHSG Ambruk Hampir 2%, Saham Prajogo & Bank Rontok Bareng!

October 14, 2025
BNI wondrX 2026 Tarik 100 Ribu Pengunjung dan Transaksi Rp2,73 T

BNI wondrX 2026 Tarik 100 Ribu Pengunjung dan Transaksi Rp2,73 T

August 26, 2026
Minat Nabung Valas Naik Tinggi, CIMB Niaga Catat Pertumbuhan 20%

Minat Nabung Valas Naik Tinggi, CIMB Niaga Catat Pertumbuhan 20%

August 26, 2026
Di Era Suku Bunga Tinggi, Ini Instrumen Investasi yang Menarik

Di Era Suku Bunga Tinggi, Ini Instrumen Investasi yang Menarik

August 26, 2026
Efek Kartu Kredit Indonesia Meluncur & Biaya Transaksi QRIS 0%

Efek Kartu Kredit Indonesia Meluncur & Biaya Transaksi QRIS 0%

August 26, 2026
BNI Dukung Pagi Sore Perkuat Layanan dan Pengalaman Pelanggan

BNI Dukung Pagi Sore Perkuat Layanan dan Pengalaman Pelanggan

August 26, 2026
CIMB Niaga Ungkap 3 Skenario IHSG 2026, Tertinggi Tembus 8.000

CIMB Niaga Ungkap 3 Skenario IHSG 2026, Tertinggi Tembus 8.000

August 26, 2026
Hasil Tes Destry-Aida Diumumkan Esok, Penetapan Paripurna 1 September

Hasil Tes Destry-Aida Diumumkan Esok, Penetapan Paripurna 1 September

August 26, 2026
Calon Deputi Gubernur Senior Aida Ungkap Ujian Berat Rupiah di 2026

Calon Deputi Gubernur Senior Aida Ungkap Ujian Berat Rupiah di 2026

August 26, 2026
IHSG Anjlok 1,48% Hari Ini, Tinggalkan Level 6.500!

IHSG Anjlok 1,48% Hari Ini, Tinggalkan Level 6.500!

August 26, 2026
Bank Mandiri akan Pulihkan Kembali Rekening Warga Pati Botok

Bank Mandiri akan Pulihkan Kembali Rekening Warga Pati Botok

August 26, 2026
Siap-Siap, RI Bakal Punya Perusahaan Asset Management Berskala Global

Siap-Siap, RI Bakal Punya Perusahaan Asset Management Berskala Global

August 26, 2026
Kontrak Wika Gedung (WEGE) Naik 568%, Mayoritas Penugasan Pemerintah

Kontrak Wika Gedung (WEGE) Naik 568%, Mayoritas Penugasan Pemerintah

August 26, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, August 26, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

IHSG Ambruk Hampir 2%, Saham Prajogo & Bank Rontok Bareng!

11 months ago
in Lifestyle
IHSG Ambruk Hampir 2%, Saham Prajogo & Bank Rontok Bareng!
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkapar pada perdagangan hari ini, Selasa (14/10/2025). Indeks ditutup turun 160,68 poin atau 1,95% ke level 8.066,52. 

IHSG bahkan sempat meninggalkan level 8.000 dengan penurunan lebih dari 3%. Mayoritas atau 614 saham berada di zona merah. Sebanyak 144 bertahan di zona hijau dan 198 tidak bergerak. 

Nilai transaksi hari ini sangat ramai, yakni Rp 31,76 triliun dengan melibatkan 46,79 miliar saham dalam 3,22 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun merosot jadi Rp 15.179 triliun. 

Mengutip Refinitiv, hanya ada dua sektor yang menguat hari ini, yaitu kesehatan (0,87%) dan properti (1,07%). Utilitas memimpin pelemahan dengan penurunan 4,04%, dan diikuti oleh bahan baku (-2,55%), konsumer primer (-2,41%), serta finansial (-2,19%). 

Adapun pada saat IHSG anjlok 3%, saham emiten Prajogo Pangestu menjadi pemberat utama. Barito Pacific (BRPT), Barito Renewables Energy (BREN), Chandra Asri Pacific (TPIA), Petrindo Jaya Kreasi (CUAN), dan Chandra Daya Investasi (CDIA) menyeret IHSG sebesar -56 indeks poin.

Namun kemudian ada yang menadahi saham-saham Prajogo di harga bawah, sehingga koreksi IHSG terpangkas menjadi 1,1%. 

Selanjutnya, saham-saham emiten perbankan menyusul koreksi dalam hingga penutupan perdagangan. Pada akhir sesi II, BRI (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), BCA (BBCA), dan BNI (BBNI) masing-masing turun 3,01%, 3,31%, 1,02%, dan 2,56%. 

BBRI, BMRI, dan BBNI pun menyumbang -35,81 indeks poin terhadap penurunan IHSG.

VP Marketing Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi mengatakan koreksi IHSG hari ini didorong oleh aksi profit taking. Pasalnya kenaikan IHSG pada akhir pekan lalu cenderung tidak didorong penguatan volume transaksi dan indikator RSI menunjukkan IHSG sudah di posisi overbought, sehingga terjadi technical correction.

Selain itu IHSG juga tertekan oleh pergeseran penempatan investasi. “Dengan kenaikan harga komoditas safe haven, seperti emas yang mencatatkan kenaikan signifikan dan menyentuh new ATH di atas level $4.100, menunjukkan investor cenderung mencari aset yang lebih stabil,” katanya kepada CNBC Indonesia, Selasa (14/10/2025).

Hal tersebut seiring dengan ketidakpastian ekonomi global yang meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mewacanakan pengenaan tarif baru 100% ke Tiongkok untuk produk rare earth. Investor merespons hal tersebut sebagai sentimen negatif ke pasar di tengah masa gencatan tarif.

Sejalan, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta mengatakan penurunan harga saham konglomerat mengindikasikan adanya aksi profit taking yang dilakukan para pelaku pasar untuk mengalihkan asetnya ke instrumen safe haven seperti emas misalnya, karena ketidakpastian masih kuat.

Sebagaimana diketahui, pernyataan Trump membuat volatilitas pasar kembali meningkat. Pekan lalu Wall Street kehilangan nilai kapitalisasi lebih dari Rp33.000 triliun dalam 24 jam.

Trump berencana memberikan tambahan hingga 100% terhadap barang-barang asal China, langkah yang memicu respons keras dari Beijing. 

Pemerintah China pada Selasa (14/10/2025) menegaskan siap “bertarung sampai akhir” jika Washington memaksa konfrontasi ekonomi terus berlanjut.

Selain tarif, Trump juga mengumumkan bahwa mulai 1 November mendatang, Amerika Serikat akan memberlakukan kontrol ekspor atas seluruh “perangkat lunak kritis” yang dianggap penting bagi keamanan nasional.

Dalam pernyataan resmi pada Selasa, juru bicara Kementerian Perdagangan China menegaskan bahwa posisi Beijing dalam perang dagang tetap konsisten.

“Jika Anda ingin bertarung, kami akan bertarung sampai akhir. Jika Anda ingin bernegosiasi, pintu kami tetap terbuka,” kata pernyataan tersebut, dilansir AFP.

Meskipun retorika kerasnya menuai kecaman, Trump tampak mencoba menenangkan situasi lewat unggahan di media sosial pada Minggu. Ia menulis bahwa “semuanya akan baik-baik saja” dan menegaskan bahwa Amerika Serikat tetap “ingin membantu China”.

Namun, sinyal peredaan itu tak banyak mengubah pandangan pasar bahwa hubungan perdagangan dua raksasa ekonomi dunia tersebut kini memasuki fase paling tegang sejak perang dagang pertama kali meletus pada 2018.

Sementara itu, di tengah meningkatnya ancaman tarif, data resmi terbaru menunjukkan ekspor China justru tumbuh kuat. Pada September, pengiriman barang ke luar negeri naik 8,3% secara tahunan, laju tercepat sejak Maret dan jauh melampaui perkiraan analis.

Saat ini, barang-barang asal China sudah dikenai tarif setidaknya 30% oleh AS, sebagai bagian dari kebijakan yang diberlakukan Trump dengan dalih memerangi praktik dagang tidak adil dan dugaan keterlibatan Beijing dalam perdagangan fentanyl, narkotika sintetis yang mematikan.

Sebagai balasan, China memberlakukan tarif 10% terhadap sejumlah produk Amerika Serikat.

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



IHSG Merah! Pasar Cemas Deflasi dan Data Ekonomi




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BNI wondrX 2026 Tarik 100 Ribu Pengunjung dan Transaksi Rp2,73 T

BNI wondrX 2026 Tarik 100 Ribu Pengunjung dan Transaksi Rp2,73 T

August 26, 2026
Minat Nabung Valas Naik Tinggi, CIMB Niaga Catat Pertumbuhan 20%

Minat Nabung Valas Naik Tinggi, CIMB Niaga Catat Pertumbuhan 20%

August 26, 2026
Di Era Suku Bunga Tinggi, Ini Instrumen Investasi yang Menarik

Di Era Suku Bunga Tinggi, Ini Instrumen Investasi yang Menarik

August 26, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .