• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
IHSG Dibuka Melemah 0,17% ke 5.273

IHSG Dibuka Melemah 0,17% ke 5.273

October 29, 2026
Soal Kepemilikan Pandu di Supra Sekuritas: Tak Ada Tuduhan Pelanggaran

Soal Kepemilikan Pandu di Supra Sekuritas: Tak Ada Tuduhan Pelanggaran

October 29, 2026
Akhiri Sesi I, IHSG Turun 2,6% ke 5.142

Akhiri Sesi I, IHSG Turun 2,6% ke 5.142

October 29, 2026
Premi Risiko Melejit, Surat Utang RI Sepi Peminat-Investor Resah

Premi Risiko Melejit, Surat Utang RI Sepi Peminat-Investor Resah

October 29, 2026
Chandra Asri (TPIA) Siapkan Buyback Saham hingga Rp2 Triliun

Chandra Asri (TPIA) Siapkan Buyback Saham hingga Rp2 Triliun

October 29, 2026
Ada Isu Merger dengan BCA, DBS Buka Suara

Ada Isu Merger dengan BCA, DBS Buka Suara

October 29, 2026
Perkuat Bisnis Inti dan AI, Indosat Cetak Pertumbuhan Double Digit

Perkuat Bisnis Inti dan AI, Indosat Cetak Pertumbuhan Double Digit

October 29, 2026
Saham Naik 149%, BEI Gembok Perdagangan Emiten Pemilik CFC (PTSP)

Saham Naik 149%, BEI Gembok Perdagangan Emiten Pemilik CFC (PTSP)

October 29, 2026
Anjlok Drastis, Bursa Awasi Ketat Saham FILM dan COIN

Anjlok Drastis, Bursa Awasi Ketat Saham FILM dan COIN

October 29, 2026
Kronologi Lengkap Dugaan Kasus Korupsi PT Djarum

Kronologi Lengkap Dugaan Kasus Korupsi PT Djarum

October 29, 2026
PGAS Teken Kontrak Penjualan LNG Rp28,11 Triliun, Pasokan Mulai 2029

PGAS Teken Kontrak Penjualan LNG Rp28,11 Triliun, Pasokan Mulai 2029

October 29, 2026
Ini Alasan KPK Geledah Kantor PT Djarum dan Bea Cukai di Kudus

Ini Alasan KPK Geledah Kantor PT Djarum dan Bea Cukai di Kudus

October 29, 2026
Breaking! IHSG Turun 2%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 2%, Ini Penyebabnya

October 29, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 29, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

IHSG Dibuka Melemah 0,17% ke 5.273

3 hours ago
in News
IHSG Dibuka Melemah 0,17% ke 5.273
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah pada awal perdagangan Kamis (29/10/2026). IHSG berada di level 5.273,28, turun 9,03 poin atau 0,17% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level 5.282,31.

Dari sisi aktivitas perdagangan, hingga pukul 09.03 WIB tercatat volume sebanyak 17,14 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp694,36 miliar. Pergerakan yang masih berlangsung pada jam-jam awal ini membuat arah IHSG hingga penutupan masih terbuka, sehingga investor disarankan tetap mencermati perkembangan pasar sepanjang hari.

Tekanan terhadap pasar keuangan Indonesia diharapkan berkurang pada hari ini setelah The Fed mempertahankan suku bunga. Namun, rilis data inflasi PCE Amerika serta perkembangan perang bisa menekan pergerakan saham hingga rupiah. Lonjakan imbal hasil SBN juga akan menjadi perhatian pasar.

Berikut beberapa sentimen hari ini:

1. The Fed Tahan Suku Bunga

The Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuan di level 3,75%-4,00%, tetapi keputusan pada Kamis (29/10/2026) tidak bulat. Dua pejabat, Lisa Cook dan Beth Hammack, mendukung kenaikan 25 basis poin.

The Fed menyebut inflasi masih tinggi dan membuka peluang penyesuaian suku bunga lanjutan. Ketua The Fed Kevin Warsh menolak memberi sinyal arah kebijakan berikutnya, seraya menegaskan bank sentral masih berupaya mengembalikan inflasi ke target 2%.

Warsh juga menilai ekonomi AS semakin kuat, dengan pertumbuhan semester I-2026 direvisi naik menjadi 2,4%. Namun, tingginya suku bunga masih menekan biaya pinjaman dan memengaruhi investasi, termasuk pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai sekitar 80%. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun naik ke 5,042% setelah keputusan diumumkan.

2. Inflasi PCE AS September 2026
AS akan merilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) September pada hari ini Kamis (29/10) pukul 19.30 WIB.

Sebagai catatan, pada Agustus 2026, inflasi PCE tercatat 3,4% (YoY) sementara inflasi inti sebesar 3,0% (YoY).

Inflasi PCE inti, yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi, diperkirakan naik 0,3% secara bulanan pada September 2026, dari 0,2% pada Agustus. Secara tahunan, inflasi inti diproyeksikan meningkat menjadi 3,1%, dari 3,0%.

Data ini penting karena PCE merupakan salah satu indikator inflasi yang menjadi acuan utama The Fed dalam menentukan kebijakan moneter.

3. Klaim Pengangguran AS
AS juga akan mengumumkan data klaim pengangguran untuk pekan yang berakhir pada 24 Oktober 2026.

Klaim awal pengangguran Amerika Serikat (AS) turun 6.000 menjadi 194.000 pada pekan yang berakhir 17 Oktober 2026, terendah sejak pertengahan Juli dan di bawah ekspektasi pasar sebesar 200.000, menurut Departemen Tenaga Kerja AS.

Penurunan ini menunjukkan pasar tenaga kerja masih solid di tengah ketidakpastian ekonomi. Laba korporasi yang kuat dan permintaan domestik yang bertahan membantu menahan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).

Namun, mahalnya energi akibat perang AS-Israel dengan Iran, ketidakpastian suku bunga The Federal Reserve (The Fed), serta kebijakan perdagangan membayangi keputusan perekrutan perusahaan.

4. Suku Bunga ECB Oktober 2026
Bank sentral Eropa (ECB) hari ini akan mengumumkan keputusan pukul 20.15 WIB, disusul konferensi pers pukul 20.45 WIB. Konsensus memperkirakan suku bunga pembiayaan utama tetap 2,65% dan fasilitas deposito bertahan di 2,50%.

Perhatian tertuju pada respons ECB terhadap risiko inflasi sekaligus perlambatan pertumbuhan. Keputusan mempertahankan bunga perlu dibaca bersama arah komunikasinya, terutama mengenai kemungkinan pengetatan lanjutan dan penilaian terhadap tekanan biaya energi.

Bagi pasar global, perubahan nada ECB dapat memengaruhi euro, obligasi Eropa, serta pergerakan dolar secara relatif. Karena pengumumannya berdekatan dengan rilis utama AS, investor perlu mencermati kombinasi kedua perkembangan tersebut, bukan menilai salah satunya secara terpisah.

(rob/rob)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Soal Kepemilikan Pandu di Supra Sekuritas: Tak Ada Tuduhan Pelanggaran

Soal Kepemilikan Pandu di Supra Sekuritas: Tak Ada Tuduhan Pelanggaran

October 29, 2026
Akhiri Sesi I, IHSG Turun 2,6% ke 5.142

Akhiri Sesi I, IHSG Turun 2,6% ke 5.142

October 29, 2026
Premi Risiko Melejit, Surat Utang RI Sepi Peminat-Investor Resah

Premi Risiko Melejit, Surat Utang RI Sepi Peminat-Investor Resah

October 29, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .