• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
IHSG Lesu Pagi Ini, Dibuka Turun 0,3% Jelang Libur Panjang

IHSG Lesu Pagi Ini, Dibuka Turun 0,3% Jelang Libur Panjang

February 13, 2026
BMRI Dongkrak Kinerja Lewat Ekosistem Digital dan Kualitas Layanan

BMRI Dongkrak Kinerja Lewat Ekosistem Digital dan Kualitas Layanan

October 22, 2026
OJK Ungkap Minat IPO Tidak Turun, Ada Bank Ngantre di Pipeline

OJK Ungkap Minat IPO Tidak Turun, Ada Bank Ngantre di Pipeline

October 22, 2026
Kemenkeu Tanggapi Efek MSCI: Ekonomi RI Tetap Kuat!

Kemenkeu Tanggapi Efek MSCI: Ekonomi RI Tetap Kuat!

October 22, 2026
Racikan Jamu BI di Tengah Gejolak Global

Racikan Jamu BI di Tengah Gejolak Global

October 22, 2026
Pasar Diguncang MSCI, Yield SBN RI Tembus 7,4%, Kemenkeu Buka Suara

Pasar Diguncang MSCI, Yield SBN RI Tembus 7,4%, Kemenkeu Buka Suara

October 22, 2026
Waskita Karya Catat Kenaikan Pendapatan Hingga 53,73%

Waskita Karya Catat Kenaikan Pendapatan Hingga 53,73%

October 22, 2026
MSCI Mau Turunkan Status RI, Kemlu Siapkan Jurus Ini

MSCI Mau Turunkan Status RI, Kemlu Siapkan Jurus Ini

October 22, 2026
Sovereign Wealth Fund Terbesar Dunia Boncos US Miliar

Sovereign Wealth Fund Terbesar Dunia Boncos US$30 Miliar

October 22, 2026
Aksi Borong Besar-Besaran, Belasan Saham BUMN Menguat

Aksi Borong Besar-Besaran, Belasan Saham BUMN Menguat

October 22, 2026
Danantara Minta Investor Data Center Raksasa Siapkan Sumber Energi

Danantara Minta Investor Data Center Raksasa Siapkan Sumber Energi

October 22, 2026
Danantara Bidik Investasi USD 30 Miliar Lewat New Asia Forum 2026

Danantara Bidik Investasi USD 30 Miliar Lewat New Asia Forum 2026

October 22, 2026
Saham-Saham BUMN Diborong, Kawal IHSG Parkir di Zona Hijau

Saham-Saham BUMN Diborong, Kawal IHSG Parkir di Zona Hijau

October 22, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 22, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

IHSG Lesu Pagi Ini, Dibuka Turun 0,3% Jelang Libur Panjang

8 months ago
in News
IHSG Lesu Pagi Ini, Dibuka Turun 0,3% Jelang Libur Panjang
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pagi ini, Jumat (13/2/2026). Indeks dibuka turun 25,34 poin atau 0,31% ke level 8.240,01. 

Selang satu menit setelah dibuka, IHSG mengalami koreksi semakin dalam dengan titik terendah di level 8.198,24 atau turun sekitar 0,7%

Sebanyak 178 saham naik, 153 turun, dan 627 belum bergerak. Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp 784,6 miliar, melibatkan 1,36 miliar saham dalam 114.800 kali transaksi. 

Adapun pada perdagangan hari ini, pelaku pasar perlu mewaspadai libur panjang Tahun Baru Imlek, mengingat pasar baru akan dibuka kembali pada Rabu pekan depan.

Sementara itu, Danantara akan menggelar Indonesia Economic Outlook. Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Doni Oskaria, mengungkapkan, Presiden RI Prabowo Subianto akan hadir dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026.

Menarik ditunggu apa saja yang akan disampaikan presiden mengenai perkembangan terbaru dari ekonomi Indonesia serta downgrade outlook rating Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Presiden Prabowo telah memerintahkan jajarannya untuk menjawab penilaian Moody’s itu dengan menggelar acara Indonesia Economic Outlook pada Jumat (13/1/2026).

Dalam perkembangan domestik lain, 

Kementerian ESDM menegaskan bahwa kebijakan pemangkasan kuota produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026 tidak akan diberlakukan secara merata kepada seluruh pelaku usaha pertambangan.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara, Tri Winarno, menjelaskan bahwa terdapat pengecualian khusus bagi perusahaan pemegang PKP2B Generasi Pertama serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dengan demikian, emiten besar seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dipastikan tidak terdampak oleh restriksi produksi ini.

Kebijakan afirmatif ini didasari oleh pertimbangan besarnya kontribusi penerimaan negara dari kelompok tersebut, yang meliputi kewajiban royalti sebesar 19% serta setoran bagi hasil keuntungan bersih sebesar 10% kepada pemerintah pusat dan daerah.

Selain pertimbangan fiskal, pengecualian ini juga didorong oleh urgensi ketahanan energi nasional. Pemerintah telah menginstruksikan pemegang PKP2B Generasi Pertama untuk mempercepat pemenuhan kewajiban pasok dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO) sebesar 30% guna mengamankan pasokan listrik negara.

Meskipun strategi makro pemerintah saat ini berfokus pada pengendalian suplai untuk meredam oversupply global dan menjaga stabilitas harga, entitas strategis seperti PT Arutmin Indonesia, PT Kaltim Prima Coal (KPC), PT Kideco Jaya Agung (Indika Energy), dan PT Berau Coal tetap diberikan fleksibilitas produksi mengingat peran vital mereka dalam struktur penerimaan negara dan energi domestik.

Dari eksternal, Eskalasi ketegangan di Timur Tengah terus meningkat seiring dengan langkah Amerika Serikat memperkuat posisi militernya di kawasan tersebut. Berdasarkan analisis citra satelit terbaru, militer AS telah menempatkan sistem pertahanan rudal Patriot pada peluncur bergerak di Pangkalan Udara Al-Udeid, Qatar.

Penggunaan Truk Taktis Mobilitas Berat (HEMTT) untuk sistem Patriot ini memberikan keunggulan mobilitas yang signifikan dibandingkan peluncur statis, memungkinkan relokasi aset pertahanan secara cepat dalam situasi darurat.

Selain itu, peningkatan jumlah pesawat tempur dan peralatan militer juga terpantau di pangkalan udara Muwaffaq di Yordania dan Pangkalan Pangeran Sultan di Arab Saudi.

Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap ancaman yang muncul dari Iran terkait program nuklir dan rudal balistiknya, serta dukungan Teheran terhadap kelompok sekutu di kawasan.

Presiden AS Donald Trump, meskipun tetap membuka opsi diplomasi, telah menegaskan kesiapan militernya jika negosiasi menemui jalan buntu. Di sisi lain, Iran telah memperingatkan akan membalas setiap serangan ke wilayahnya dengan menargetkan pangkalan AS.

Teheran dikabarkan memiliki kompleks rudal bawah tanah dan telah menyiagakan kapal induk drone di sekitar Bandar Abbas, menambah kompleksitas situasi keamanan di Teluk Persia.

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BMRI Dongkrak Kinerja Lewat Ekosistem Digital dan Kualitas Layanan

BMRI Dongkrak Kinerja Lewat Ekosistem Digital dan Kualitas Layanan

October 22, 2026
OJK Ungkap Minat IPO Tidak Turun, Ada Bank Ngantre di Pipeline

OJK Ungkap Minat IPO Tidak Turun, Ada Bank Ngantre di Pipeline

October 22, 2026
Kemenkeu Tanggapi Efek MSCI: Ekonomi RI Tetap Kuat!

Kemenkeu Tanggapi Efek MSCI: Ekonomi RI Tetap Kuat!

October 22, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .