• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
IHSG Sesi 1 Menguat 0,89%, Tiga Saham Jadi Incaran

IHSG Sesi 1 Menguat 0,89%, Tiga Saham Jadi Incaran

February 18, 2026
Intip 5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini

Intip 5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini

October 8, 2026
Asing Terciduk Kompak Serok 10 Saham Ini Kala IHSG Merah

Asing Terciduk Kompak Serok 10 Saham Ini Kala IHSG Merah

October 8, 2026
Investor Lirik Obligasi AS, Ramai-ramai Kabur dari Bursa Asia

Investor Lirik Obligasi AS, Ramai-ramai Kabur dari Bursa Asia

October 8, 2026
FTSE Russell Pertahankan Status RI, Pantau Reformasi Pasar Modal

FTSE Russell Pertahankan Status RI, Pantau Reformasi Pasar Modal

October 8, 2026
Presiden Komisaris Mu’min Ali Gunawan Mundur, PANS Segera Gelar RUPS

Presiden Komisaris Mu’min Ali Gunawan Mundur, PANS Segera Gelar RUPS

October 8, 2026
Asing Diam-DIam Lepas 10 Saham Ini Kala IHSG Terkoreksi

Asing Diam-DIam Lepas 10 Saham Ini Kala IHSG Terkoreksi

October 8, 2026
Emiten Haji Isam JARR Gadai 7,99 Miliar Saham ke Bank Mandiri

Emiten Haji Isam JARR Gadai 7,99 Miliar Saham ke Bank Mandiri

October 8, 2026
Emiten Haji Isam Gadai Saham Pengendali JARR ke BMRI 7,99 Miliar

Emiten Haji Isam Gadai Saham Pengendali JARR ke BMRI 7,99 Miliar

October 8, 2026
BUMN Ini Ungkap Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

BUMN Ini Ungkap Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

October 7, 2026
Ekonomi Biru RI Punya Potensi Besar, Pembiayaan Jadi Kunci Utama

Ekonomi Biru RI Punya Potensi Besar, Pembiayaan Jadi Kunci Utama

October 7, 2026
Tok! Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,46 Juta

Tok! Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,46 Juta

October 7, 2026
DPR Sepakat Biaya Haji 2027 Rp98,46 Juta, Subsidi Pemerintah Rp3 Juta

DPR Sepakat Biaya Haji 2027 Rp98,46 Juta, Subsidi Pemerintah Rp3 Juta

October 7, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 8, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

IHSG Sesi 1 Menguat 0,89%, Tiga Saham Jadi Incaran

8 months ago
in Lifestyle
IHSG Sesi 1 Menguat 0,89%, Tiga Saham Jadi Incaran
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat di akhir sesi 1, Rabu (18/2/2026). Indeks naik 72,82 poin atau 0,89% ke level 8.285,09. 

Sebanyak 466 saham naik, 230 turun, 262 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 13,27 triliun, melibatkan 28,43 miliar saham dalam 1,82 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun naik menjadi Rp 15.013 triliun. 

Berdasarkan data pasar, Bumi Resources (BUMI) menjadi saham yang paling banyak ditransaksikan dengan nilai Rp 4,11 triliun. Lalu diikuti oleh Petrosea (PTRO) Rp 1,1 triliun dan Bank Central Asia (BBCA) Rp 1,02 triliun. 

Mengutip Refinitiv, sejumlah saham yang menjadi penggerak utama berasal dari emiten perbankan, pertambangan, hingga energi. BBCA tercatat menyumbang 9,47 indeks poin, Barito Renewables Energy (BREN) 7,4 indeks poin, Merdeka Gold Resources (EMAS) 5,96 indeks poin. 

Selain itu emiten bank yang juga mendorong IHSG adalah Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dengan bobot masing-masing 5,82 indeks poin dan 4,72 indeks poin. 

Sebaliknya, Dian Swastatika Sentosa (DSSA), Amman Mineral Internatinoal (AMMN), dan Sinar Mas Multiartha (SMMA) menjadi pemberat utama IHSG sesi 1. 

Saat ini, perhatian pasar akan beralih pada musim rilis keuangan dan buyback yang berlanjut. Pekan ini, pasar juga akan terasa pendek karena hanya buka tiga hari, ditambah nuansa Ramadan kian dekat.

Ramadan merupakan puncak konsumsi di Indonesia sehingga diharapkan bisa ikut menggeliatkan ekonomi serta pasar saham Indonesia.

Posisi IHSG kini sedang menguji resistance MA100 daily di level kisaran 8400, posisi ini rasanya masih sulit di tembus karena gerak indeks yang koreksi selama dua hari pada pekan lalu, menunjukkan gerak yang berlanjut sideways dulu.

Namun, perlu diantisipasi support terkini di MA200 daily di level 7800, menjadi penentu tren sideways yang masih bertahan, jika ini ditembus IHSG bisa downtrend lagi.

Sebaliknya, jika minggu ini terbentuk higher low baru, gerak menuju resistance selanjutnya bisa semakin terbuka, setidaknya IHSG diharapkan bisa menutup gap down dulu di area 8700.

Pelaku pasar juga mengarahkan fokus pada laporan keuangan sederet emiten. Setidaknya sudah ada 18 emiten yang rilis laporan keuangan sepanjang 2025 pada akhir pekan lalu.

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memimpin dengan pertumbuhan EPS tahunan pada kuartal IV/2025 lebih dari 1000%. Hal ini berkat divestasi bisnis es krim yang terjadi pada Desember lalu.

Nampaknya, tren laba UNVR masih bisa naik pada kuartal I/2026 mengingat mereka juga menjual bisnis teh Sariwangi ke grup Djarum. Meski begitu, perlu dicatat itu adalah aksi one-off saja, artinya untuk ke depan pendapatan sebesar itu tidak akan berulang.

Mayoritas emiten yang sudah merilis kinerja keuangan 2025 adalah perbankan. Sejumlah bank raksasa juga sudah merilis laporan keuangan. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengantongi laba bersih konsolidasi Rp 56,3 triliun sepanjang 2025. Bila dibandingkan dengan capaian 2024, laba emiten bersandi BMRI ini naik 0,93% secara tahunan (yoy).

PT Bank Negara Indonesia (BBNI) laporkan laba bersih Rp 20,04 triliun di 2025, turun 6,63% dari tahun sebelumnya. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mencetak laba bersih Rp3,5 triliun pada 2025, meningkat 16% dibanding tahun sebelumnya.

Sementara itu, indeks utama pasar ekuitas Asia dibuka menguat pada awal perdagangan hari ini, Rabu (18/2/2025). Meski demikian, banyak pasar modal Asia masih libur merayakan tahun baru China.

Pelaku pasar diketahui masih akan mengamati risalah pertemuan Federal Reserve bulan Januari. Namun, katalis besar berikutnya minggu ini kemungkinan besar adalah pembacaan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi yang akan dirilis pada hari Jumat.

Indeks Nikkei 225 tercatat menguat 0,73% pagi ini seiring dengan ekspor Jepang naik 16,8% secara tahunan pada bulan Januari, jauh melampaui ekspektasi pasar dan tumbuh pada laju tercepat sejak November 2022 karena pengiriman ke Asia dan Eropa Barat melonjak.

Indeks saham Australia juga tercatat mengalami penguatan moderat pagi ini. Sementara itu indeks saham Korea Selatan KOSPI, indeks acuan China dan Hong Kong serta indeks acuan Singapura hari ini tidak diperdagangkan karena masih libur perayaan tahun baru China.

Sementara itu, tadi pagi Indeks S&P 500 menguat tipis, dengan penurunan saham-saham perangkat lunak membatasi kenaikan indeks tersebut.

Indeks S&P 500 yang menjadi acuan pasar yang lebih luas naik 0,1% dan ditutup pada 6.843,22, sementara Nasdaq Composite naik 0,14% dan ditutup pada 22.578,38. Dow Jones Industrial Average naik 32,26 poin, atau 0,07%, dan ditutup pada 49.533,19.

(mkh/mkh)



Add



as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Intip 5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini

Intip 5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini

October 8, 2026
Asing Terciduk Kompak Serok 10 Saham Ini Kala IHSG Merah

Asing Terciduk Kompak Serok 10 Saham Ini Kala IHSG Merah

October 8, 2026
Investor Lirik Obligasi AS, Ramai-ramai Kabur dari Bursa Asia

Investor Lirik Obligasi AS, Ramai-ramai Kabur dari Bursa Asia

October 8, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .