• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
IHSG Sesi I Anjlok 1,62%, Investor Kecewa Pengumuman MSCI?

IHSG Sesi I Anjlok 1,62%, Investor Kecewa Pengumuman MSCI?

June 24, 2026
Usai Pengumuman MSCI, Kenapa IHSG & Rupiah Kompak Melemah?

Usai Pengumuman MSCI, Kenapa IHSG & Rupiah Kompak Melemah?

June 24, 2026
Nilai Tukar Rupiah Ditutup Loyo, Dolar AS Kini Naik ke Rp17.925

Nilai Tukar Rupiah Ditutup Loyo, Dolar AS Kini Naik ke Rp17.925

June 24, 2026
Selat Hormuz Ditutup Hampir 3 Bulan, Segini Dampaknya ke Ekonomi RI

Selat Hormuz Ditutup Hampir 3 Bulan, Segini Dampaknya ke Ekonomi RI

June 24, 2026
Asing Net Sell Jumbo Pasca Pengumuman MSCI

Asing Net Sell Jumbo Pasca Pengumuman MSCI

June 24, 2026
SUNI & RAJA Bagi Dividen, BBTN Mau Buyback Saham

SUNI & RAJA Bagi Dividen, BBTN Mau Buyback Saham

June 24, 2026
Bos LPS Prediksi Kebutuhan Dana Penjaminan Bank Tahun Ini Rp1,18 T

Bos LPS Prediksi Kebutuhan Dana Penjaminan Bank Tahun Ini Rp1,18 T

June 24, 2026
Eksportir Ramai-Ramai Tukar Dolar ke Rupiah, Aturan Baru DHE Ampuh

Eksportir Ramai-Ramai Tukar Dolar ke Rupiah, Aturan Baru DHE Ampuh

June 24, 2026
Gelar RUPS, MDKA Rombak Pengurus & Bagi Dividen Rp300 M

Gelar RUPS, MDKA Rombak Pengurus & Bagi Dividen Rp300 M

June 24, 2026
LUX Property Group Embraces Advanced Waterproofing Technology to Enhance Building Quality in Bali and Lombok

LUX Property Group Embraces Advanced Waterproofing Technology to Enhance Building Quality in Bali and Lombok

June 24, 2026
TUGU Buka Suara Soal Konsolidasi Asuransi BUMN, Ini Updatenya

TUGU Buka Suara Soal Konsolidasi Asuransi BUMN, Ini Updatenya

June 24, 2026
Perang di Timur Tengah Berkah Buat ‘Harta Karun’ RI, Loh Kok Bisa?

Perang di Timur Tengah Berkah Buat ‘Harta Karun’ RI, Loh Kok Bisa?

June 24, 2026
Rupiah Tertekan Lawan Dolar, Bos BI Beri Pesan Ini Buat Warga RI

Rupiah Tertekan Lawan Dolar, Bos BI Beri Pesan Ini Buat Warga RI

June 24, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, June 24, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

IHSG Sesi I Anjlok 1,62%, Investor Kecewa Pengumuman MSCI?

3 hours ago
in Lifestyle
IHSG Sesi I Anjlok 1,62%, Investor Kecewa Pengumuman MSCI?
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tiba-tiba anjlok usai dibuka menguat signifikan pada perdagangan Rabu (24/6/2026) menyusul pengumuman MSCI yang tetap mempertahankan pasar modal Indonesia tetap di kategori pasar negara berkembang atau emerging market.

Pada penutupan perdagangan sesi pertama, IHSG anjlok 1,62% atau turun 99 poin ke level 6.002,20. Pada perdagangan hari ini IHSG bergerak di rentang tertingg 6.171 dan terendah di level 5.993.

Nilai transaksi pada jeda makan siang tercatat mencapai Rp 6,74 triliun dengan volume 12,23 miliar saham yang berpindah tangan dalam 1,05 juta kali transaksi. Sebanyak 201 saham menguat, 426 saham melemah, dan 178 saham bergerak stagnan.

Adapun emiten yang paling ramai ditransaksikan hari ini adalah TPIA, BBCA, DSSA, BBRI dan BMRI.

Mengutip data Refinitiv, seluruh sektor perdagangan melemah dengan koreksi paling dalam dicatatkan oleh barang baku, energi dan kesehatan.

Saham-saham blue chip kapitalisasi besar hingga tang terafiliasi dengan kelompok bisnis konglomerat kompak melemah signifikan hari ini.

Adapun secara spesifik saham yang menjadi pemberat utama kinerja IHSG hari ini adalah BRMS, MORA, BBRI, BMRI, SMMA, AMMN, ENRG dan BUMI.

Memasuki perdagangan Rabu (24/6/2026), pelaku pasar keuangan Tanah Air akan mencermati sejumlah sentimen penting dari dalam dan luar negeri. Sentimen utama datang dari pengumuman MSCI 2026 Market Classification Review. Indonesia masih dipertahankan dalam status Emerging Market, tetapi MSCI memberi sejumlah catatan terkait transparansi kepemilikan saham, free float, hingga dugaan perdagangan terkoordinasi di pasar saham domestik.

Dari dalam negeri, pasar juga akan mencermati data uang beredar periode Mei 2026 yang menunjukkan likuiditas perekonomian tumbuh lebih kencang. Pada saat yang sama, sejumlah kebijakan dan isu domestik lain ikut menjadi perhatian, mulai dari penerapan komisi baru ojek online sebesar 8% mulai 1 Juli 2026 hingga perkembangan Patriot Bond dan Merah Putih Bond.

Lembaga penyedia layanan indeks global MSCI telah mengumumkan hasil evaluasi MSCI 2026 Market Classification Review pada Rabu dini hari (24/6/2026). Dalam laporan tahunan tersebut, pasar ekuitas Indonesia dipastikan tetap dipertahankan di dalam kategori Emerging Markets.

Dalam review terkini, MSCI menyampaikan bahwa investor institusional internasional seringkali menyampaikan kekhawatiran kepada MSCI ketika mereka mengalami ketidaktransparanan yang terus-menerus dalam struktur kepemilikan saham dan mencurigai adanya perilaku perdagangan terkoordinasi.

Kedua kekhawatiran tersebut secara material membatasi kemampuan investor untuk menilai free float yang sebenarnya dan untuk mengandalkan harga pasar yang diamati untuk konstruksi portofolio dan replikasi indeks, dan keduanya berhubungan langsung dengan pilar Aliran Informasi dan Infrastruktur Pasar dari kerangka kerja Aksesibilitas Pasar MSCI.

Kendati demikian, MSCI mengakui reformasi transparansi baru-baru ini yang diumumkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bursa Efek Indonesia (IDX), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Reformasi tersebut termasuk peningkatan pengungkapan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%, klasifikasi investor yang lebih rinci, pengenalan kerangka kerja Konsentrasi Kepemilikan Saham Tinggi (HSC), dan peta jalan untuk meningkatkan persyaratan free float minimum menjadi 15%.

“Meskipun pengumuman ini merupakan langkah ke arah yang benar, yang penting bagi investor institusional internasional adalah implementasi yang konsisten dan efek berkelanjutan dari langkah-langkah ini di seluruh pasar,” tulis MSCI dalam laporan terbaru.

MSCI menyebut akan terus menilai cakupan, konsistensi, dan efektivitas berkelanjutan mereka dalam konteks penentuan free float dan penilaian kemampuan investasi yang lebih luas.

“Jika kemajuan yang memadai tidak terlihat pada saat Tinjauan Indeks MSCI November 2026, MSCI akan mempertimbangkan berbagai opsi untuk perlakuan yang tepat bagi pasar Indonesia, yang berpotensi mencakup konsultasi tentang pengklasifikasian ulang Indonesia dari Pasar Berkembang menjadi Pasar Perbatasan,” tulis MSCI.

Sebagai informasi, target evaluasi MSCI selanjutnya akan berlangsung pada November 2026 mendatang.

Sementara itu bursa Asia-Pasifik dibuka bergerak beragam pada perdagangan Rabu (24/6/2026), di tengah upaya investor menilai apakah rebound saham teknologi mampu menstabilkan sentimen pasar setelah aksi jual besar-besaran di Wall Street yang menyeret pasar regional sehari sebelumnya.

Melansir CNBC, pelaku pasar masih mencermati tekanan yang terjadi pada sektor teknologi global, terutama setelah saham-saham terkait semikonduktor mengalami koreksi tajam. Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa reli berbasis kecerdasan buatan (AI) mulai menghadapi tantangan fundamental selain faktor teknikal.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 0,2% pada awal perdagangan. Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan melonjak lebih dari 2% setelah sehari sebelumnya anjlok sekitar 10%.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 bergerak mendatar atau cenderung stagnan. Adapun kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 23.498, lebih tinggi dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi 23.336,28.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Usai Pengumuman MSCI, Kenapa IHSG & Rupiah Kompak Melemah?

Usai Pengumuman MSCI, Kenapa IHSG & Rupiah Kompak Melemah?

June 24, 2026
Nilai Tukar Rupiah Ditutup Loyo, Dolar AS Kini Naik ke Rp17.925

Nilai Tukar Rupiah Ditutup Loyo, Dolar AS Kini Naik ke Rp17.925

June 24, 2026
Selat Hormuz Ditutup Hampir 3 Bulan, Segini Dampaknya ke Ekonomi RI

Selat Hormuz Ditutup Hampir 3 Bulan, Segini Dampaknya ke Ekonomi RI

June 24, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .