• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
IHSG Terkoreksi 0,31% ke Level 8.265 Hentikan Reli Tiga Hari

IHSG Terkoreksi 0,31% ke Level 8.265 Hentikan Reli Tiga Hari

February 12, 2026
BMRI Dongkrak Kinerja Lewat Ekosistem Digital dan Kualitas Layanan

BMRI Dongkrak Kinerja Lewat Ekosistem Digital dan Kualitas Layanan

October 22, 2026
OJK Ungkap Minat IPO Tidak Turun, Ada Bank Ngantre di Pipeline

OJK Ungkap Minat IPO Tidak Turun, Ada Bank Ngantre di Pipeline

October 22, 2026
Kemenkeu Tanggapi Efek MSCI: Ekonomi RI Tetap Kuat!

Kemenkeu Tanggapi Efek MSCI: Ekonomi RI Tetap Kuat!

October 22, 2026
Racikan Jamu BI di Tengah Gejolak Global

Racikan Jamu BI di Tengah Gejolak Global

October 22, 2026
Pasar Diguncang MSCI, Yield SBN RI Tembus 7,4%, Kemenkeu Buka Suara

Pasar Diguncang MSCI, Yield SBN RI Tembus 7,4%, Kemenkeu Buka Suara

October 22, 2026
Waskita Karya Catat Kenaikan Pendapatan Hingga 53,73%

Waskita Karya Catat Kenaikan Pendapatan Hingga 53,73%

October 22, 2026
MSCI Mau Turunkan Status RI, Kemlu Siapkan Jurus Ini

MSCI Mau Turunkan Status RI, Kemlu Siapkan Jurus Ini

October 22, 2026
Sovereign Wealth Fund Terbesar Dunia Boncos US Miliar

Sovereign Wealth Fund Terbesar Dunia Boncos US$30 Miliar

October 22, 2026
Aksi Borong Besar-Besaran, Belasan Saham BUMN Menguat

Aksi Borong Besar-Besaran, Belasan Saham BUMN Menguat

October 22, 2026
Danantara Minta Investor Data Center Raksasa Siapkan Sumber Energi

Danantara Minta Investor Data Center Raksasa Siapkan Sumber Energi

October 22, 2026
Danantara Bidik Investasi USD 30 Miliar Lewat New Asia Forum 2026

Danantara Bidik Investasi USD 30 Miliar Lewat New Asia Forum 2026

October 22, 2026
Saham-Saham BUMN Diborong, Kawal IHSG Parkir di Zona Hijau

Saham-Saham BUMN Diborong, Kawal IHSG Parkir di Zona Hijau

October 22, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 22, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

IHSG Terkoreksi 0,31% ke Level 8.265 Hentikan Reli Tiga Hari

8 months ago
in ENTREPRENEUR
IHSG Terkoreksi 0,31% ke Level 8.265 Hentikan Reli Tiga Hari
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan hari ini, Kamis (12/2/2026). IHSG terkoreksi 25,61 poin atau 0,31% ke level 8.265,35.

Sebanyak 294 saham naik, 384 turun, dan 144 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 23,83 triliun, melibatkan 43,26 miliar saham dalam 3,02 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar turun menjadi Rp 15.003 triliun.

Berdasarkan data pasar, Bumi Resources (BUMI) menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar, yakni Rp 4,06 triliun. Saham-saham lain yang juga ramai ditransaksikan hari ini termasuk Petrosea (PTRO), Bank Central Asia (BBCA), Aneka Tambang (ANTM) dan Timah (TINS).

Mengutip Refinitiv, nyaris seluruh sektor berada di zona merah. Infrastruktur memimpin dengan pelemahan 1,32%. Lalu diikuti energi 1,10% dan kesehatan 1,02%.

Sementara itu saham konglomerat yang beberapa hari kebelakang menjadi penggerak IHSG, hari ini menjadi beban utama kinerja indeks acuan saham domestik.

Empat emiten pemberat utama kinerja IHSG hari ini masing-masing adalah Bank Central Asia (BBCA), Dian Swastatika Sentosa (DSSA), Barito Pacific (BRPT), Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) dan Barito Renewables Energi (BREN).

Adapun perhatian utama para pelaku pasar hari ini tertuju pada upaya pemulihan kepercayaan investor global menyusul serangkaian tekanan terhadap integritas pasar modal serta penyesuaian pandangan lembaga pemeringkat internasional terhadap prospek utang Indonesia.

Bursa Efek Indonesia atau BEI kembali mengambil langkah proaktif dengan mengadakan pertemuan lanjutan bersama penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International atau MSCI, pada Rabu (11/2/2026).

Pertemuan ini menjadi sangat krusial mengingat status pasar modal Indonesia yang tengah mengalami pembekuan penyesuaian indeks oleh MSCI akibat isu transparansi.

Dalam diskusi tertutup tersebut, Direktur Pengembangan Bisnis BEI, Jeffrey Hendrik, memaparkan detail dari tiga rencana aksi utama yang dirancang untuk menjawab kekhawatiran investor global. Tujuan utama dari rencana tersebut adalah peningkatan keterbukaan informasi mengenai struktur kepemilikan saham emiten.

Salah satu inisiatif penting yang dibahas adalah rencana penerbitan shareholders concentration list atau daftar saham yang terindikasi memiliki pola kepemilikan terkonsentrasi.

Mekanisme ini mengadopsi praktik yang telah diterapkan di bursa saham Hong Kong, di mana tujuannya adalah memberikan peringatan dini kepada publik mengenai saham-saham dengan porsi kepemilikan publik yang terbatas.

BEI menargetkan data pemegang saham dengan kepemilikan di atas satu persen akan mulai dipublikasikan pada akhir Februari atau awal Maret mendatang, bersamaan dengan peluncuran daftar risiko konsentrasi pemegang saham tersebut.

Selain itu, BEI juga menyampaikan progres penyediaan data investor yang lebih terperinci atau granular, yang direncanakan dapat diakses pada akhir Maret. Jeffrey Hendrik menegaskan bahwa pertemuan dengan MSCI ini memang bersifat tertutup karena masih banyak detail teknis yang perlu diselaraskan.

Namun, seluruh proposal perbaikan yang disampaikan kepada MSCI nantinya juga akan didistribusikan kepada penyedia indeks global lainnya serta kepada publik.

Langkah ini diharapkan dapat memulihkan integritas pasar dan memastikan implementasi aturan free float sebesar 15% dapat berjalan efektif guna meningkatkan kualitas pasar modal domestik.

Beralih ke sektor fiskal, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap laporan terbaru dari lembaga pemeringkat Moody’s yang menurunkan outlook peringkat utang Indonesia dari Stabil menjadi Negatif.

Sebagai respons cepat, Presiden memerintahkan jajaran menteri ekonominya untuk menggelar acara “Indonesia Economic Outlook” pada Jumat (13/2/2026).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa forum ini ditujukan untuk memberikan klarifikasi menyeluruh kepada lembaga pemeringkat internasional, termasuk Moody’s, Fitch, dan S&P, mengenai fundamental ekonomi Indonesia yang sebenarnya.

Dalam forum tersebut, pemerintah berencana memaparkan strategi konkret terkait penerimaan negara yang diproyeksikan akan meningkat, serta menjelaskan rencana pembentukan dan operasional Danantara.

Penjelasan mengenai Danantara dianggap penting karena lembaga ini diharapkan menjadi motor baru dalam pengelolaan aset negara yang dapat mendukung ketahanan fiskal jangka panjang.

Airlangga menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk menjawab keraguan pasar dan lembaga pemeringkat terhadap kemampuan pemerintah dalam mengelola risiko fiskal dan menjaga stabilitas makroekonomi di tengah ketidakpastian global.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BMRI Dongkrak Kinerja Lewat Ekosistem Digital dan Kualitas Layanan

BMRI Dongkrak Kinerja Lewat Ekosistem Digital dan Kualitas Layanan

October 22, 2026
OJK Ungkap Minat IPO Tidak Turun, Ada Bank Ngantre di Pipeline

OJK Ungkap Minat IPO Tidak Turun, Ada Bank Ngantre di Pipeline

October 22, 2026
Kemenkeu Tanggapi Efek MSCI: Ekonomi RI Tetap Kuat!

Kemenkeu Tanggapi Efek MSCI: Ekonomi RI Tetap Kuat!

October 22, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .