• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
IHSG Terkoreksi 0,71% Turun Lagi ke Level 8.500-an

IHSG Terkoreksi 0,71% Turun Lagi ke Level 8.500-an

December 23, 2025
Resmi! Apple Salip Nvidia Jadi Perusahaan Paling Bernilai di Dunia

Resmi! Apple Salip Nvidia Jadi Perusahaan Paling Bernilai di Dunia

July 18, 2026
Pasar Pantau Penilaian MSCI Cs, Apa Efeknya ke Bursa Saham?

Pasar Pantau Penilaian MSCI Cs, Apa Efeknya ke Bursa Saham?

July 18, 2026
Video: Jawab Sentimen MSCI hingga S&P, OJK

Video: Jawab Sentimen MSCI hingga S&P, OJK

July 18, 2026
Terbaru, Ketentuan Saldo Minimum Bank Mandiri-BRI-BNI 18 Juli 2026

Terbaru, Ketentuan Saldo Minimum Bank Mandiri-BRI-BNI 18 Juli 2026

July 18, 2026
Bursa Asia Kebakaran, IHSG Dapat Untung?

Bursa Asia Kebakaran, IHSG Dapat Untung?

July 17, 2026
DPR, BI & OJK Kumpul Sama Investor di BEI, Saham Hijau Sepanjang Hari!

DPR, BI & OJK Kumpul Sama Investor di BEI, Saham Hijau Sepanjang Hari!

July 17, 2026
Asing Kalap Borong Saham Bank, Catat Net Buy Rp 638,6 Miliar

Asing Kalap Borong Saham Bank, Catat Net Buy Rp 638,6 Miliar

July 17, 2026
DJP Mulai Bidik Wajib Pajak Baru, Sisir Data Rekening-Plat Nomor

DJP Mulai Bidik Wajib Pajak Baru, Sisir Data Rekening-Plat Nomor

July 17, 2026
Usai BI Batasi Beli Dolar US.000, Begini Kondisi di Money Changer

Usai BI Batasi Beli Dolar US$10.000, Begini Kondisi di Money Changer

July 17, 2026
IHSG Lawan Arus! Naik 1,1% Saat Bursa Asia Kebakaran

IHSG Lawan Arus! Naik 1,1% Saat Bursa Asia Kebakaran

July 17, 2026
BI Klaim Likuiditas Perbankan Masih Longgar, Beri Bukti Ini

BI Klaim Likuiditas Perbankan Masih Longgar, Beri Bukti Ini

July 17, 2026
IHSG Naik 1,1%, Volume Pasar Naik dan Emiten Bank Diserbu

IHSG Naik 1,1%, Volume Pasar Naik dan Emiten Bank Diserbu

July 17, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Saturday, July 18, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

IHSG Terkoreksi 0,71% Turun Lagi ke Level 8.500-an

7 months ago
in Market
IHSG Terkoreksi 0,71% Turun Lagi ke Level 8.500-an
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 61,06 poin atau turun 0,71% ke level 8.584,78 pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (23/12/2025).

Sebanyak 275 saham naik, 373 turun, dan 157 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 24,59 triliun, melibatkan 41,69 miliar saham dalam 2,76 juta kali transaksi.

Mayoritas sektor perdagangan melemah, dengan koreksi terbesar dicatatkan oleh sektor energi dan properti. Sementara hanya sektor teknologi dan industri yang menguat tipis.

Emiten-emiten kapitalisasi raksasa masih menjadi pemberat utama kinerja IHSG hari ini. Saham tambang batu bara Grup Sinar Mas, Dian Swatatika Sentosa (DSSA), menjadi beban utama IHSG dengan koreksi 19,57 indeks poin. Lalu diikuti oleh saham Bank Central Asia (BBCA) turun 1,83% ke Rp 8.025 per saham dan berkontribusi atas pelemahan 14,19 indeks poin. Saham-saham lainnnya yang menjadi pemberat IHSG termasuk BRPT, AMMN, BMRI dan BUMI.

Pelaku pasar pada Selasa hari ini (23/12/2025) akan cenderung mengalihkan fokus data ekonomi global, terutama datang dari negeri Paman Sam, serta melihat respon lanjutan dari data ekonomi yang rilis kemarin dari China terkait suku bunga dan jumlah uang beredar di RI.

Dari dalam negeri, sentimen bisa datang dari konferensi pers kesepakatan dagang AS-Indonesia yang akan digelar hari ini.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Duta Besar RI untuk AS Dwisuryo Indroyono Soesilo akan menggelar konferensi pers terkait kesepakatan dagang AS- China.

Konferensi pers telah digelar pada pukul 08.30 WIB. Konferensi pers ini diharapkan bisa menjawab isu yang menyebut AS akan menghentikan kesepakatan dagang yang ditandatangani pada Juli 2025.

Kesepakatan dagang ini menjadi kunci bagi kenaikan ataupun penurunan tarif ekspor RI ke Amerika Serikat. Dampak kesepakatan ini sangat besar mulai dari ekspor, lapangan kerja, investasi hingga pertumbuhan ekonomi.

Lalu, sorotan utama investor global juga akan tertuju pada rilis final Pertumbuhan Ekonomi (GDP) AS untuk kuartal III-2025 yang diumumkan hari ini, Selasa (23/12/2025). Konsensus pasar memproyeksikan ekonomi Negeri Paman Sam tumbuh melambat ke level 3,2%, turun dari estimasi sebelumnya yang berada di angka 3,8%.

Dalam konteks normal, perlambatan ekonomi adalah kabar buruk. Namun saat ini, angka 3,2% justru menjadi sinyal yang dinanti pasar.

Perlambatan yang terukur ini dikombinasikan dengan inflasi yang sudah jinak di 2,7%-mengonfirmasi bahwa skenario Soft Landing sedang berjalan mulus.

Ekonomi AS mendingin cukup untuk menekan inflasi, namun tetap tumbuh cukup kuat untuk menghindari resesi.

Ini memberikan karpet merah bagi The Federal Reserve untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga secara agresif tanpa keraguan.

Sementara itu, pasar saham Asia-Pasifik dibuka menguat pada perdagangan hari Selasa (23/12/2025), setelah perdagangan saham yang terekspos AI mengangkat indeks utama Wall Street tadi malam.

Hari ini, indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,46% pada perdagangan awal, menuju kenaikan hari keempat berturut-turut. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,18%, sementara indeks Topix yang lebih luas mencatatkan kenaikan yang lebih besar sebesar 0,37%. Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,32%, dengan indeks Kosdaq untuk saham berkapitalisasi kecil naik 0,21%.

Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di 25.909, lebih tinggi dari penutupan terakhir HSI di 25.801,77.

Di Asia Tenggara, Singapura akan merilis data inflasi bulan November, dengan para ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan tingkat inflasi negara kota tersebut akan naik ke level tertinggi pada tahun 2025.

Semalam di AS, S&P 500 naik 0,64%, mencatat kenaikan positif untuk hari ketiga berturut-turut. Dow Jones Industrial Average naik 0,47%, dan Nasdaq Composite naik 0,52%.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Resmi! Apple Salip Nvidia Jadi Perusahaan Paling Bernilai di Dunia

Resmi! Apple Salip Nvidia Jadi Perusahaan Paling Bernilai di Dunia

July 18, 2026
Pasar Pantau Penilaian MSCI Cs, Apa Efeknya ke Bursa Saham?

Pasar Pantau Penilaian MSCI Cs, Apa Efeknya ke Bursa Saham?

July 18, 2026
Video: Jawab Sentimen MSCI hingga S&P, OJK

Video: Jawab Sentimen MSCI hingga S&P, OJK

July 18, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .