• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
IHSG Tiba-Tiba Ditutup di Zona Merah, Turun 0,32% ke Level 7.106

IHSG Tiba-Tiba Ditutup di Zona Merah, Turun 0,32% ke Level 7.106

April 27, 2026
Putuskan Berhenti Jadi Polisi, Pria Ini Raup Rp216 Miliar Berkat ATM

Putuskan Berhenti Jadi Polisi, Pria Ini Raup Rp216 Miliar Berkat ATM

July 5, 2026
Terbukti Korupsi, Menteri RI Divonis Mati dan Hartanya Ludes Disita

Terbukti Korupsi, Menteri RI Divonis Mati dan Hartanya Ludes Disita

July 5, 2026
Aturan Baru Berlaku, Bank-Bank Ini Terancam Setop Operasi

Aturan Baru Berlaku, Bank-Bank Ini Terancam Setop Operasi

July 4, 2026
Pakar Ingatkan Jangan Timbun Uang Tunai, Cek Aturan Saldo Minimum Bank

Pakar Ingatkan Jangan Timbun Uang Tunai, Cek Aturan Saldo Minimum Bank

July 4, 2026
BNI Hadirkan Ragam Promo Rayakan 80 Tahun Pengabdian untuk Negeri

BNI Hadirkan Ragam Promo Rayakan 80 Tahun Pengabdian untuk Negeri

July 4, 2026
Bisnis Keluarga Trump Raup Rp5 T dari Timur Tengah, Terbanyak Kripto

Bisnis Keluarga Trump Raup Rp5 T dari Timur Tengah, Terbanyak Kripto

July 4, 2026
Mau Dikenakan Pajak Rp144 T, Taipan Ini Kasih Respons Tak Terduga

Mau Dikenakan Pajak Rp144 T, Taipan Ini Kasih Respons Tak Terduga

July 4, 2026
Jurus Bisnis Karoseri Ekspansi ke Luar Negeri & Sambut Era EV

Jurus Bisnis Karoseri Ekspansi ke Luar Negeri & Sambut Era EV

July 4, 2026
Modal Cangkul, Guru SD Dapat Harta Karun Miliaran di Halaman Sekolah

Modal Cangkul, Guru SD Dapat Harta Karun Miliaran di Halaman Sekolah

July 4, 2026
Keluarga Ini Punya Pendapatan Pasif Rp2,88 Miliar Sebulan

Keluarga Ini Punya Pendapatan Pasif Rp2,88 Miliar Sebulan

July 4, 2026
Tertarik Punya Alfamart Sendiri? Segini Biaya dan Balik Modal

Tertarik Punya Alfamart Sendiri? Segini Biaya dan Balik Modal

July 4, 2026
Tantangan RI Perkuat Ekosistem AI Untuk Perkuat Daya Saing

Tantangan RI Perkuat Ekosistem AI Untuk Perkuat Daya Saing

July 4, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Sunday, July 5, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

IHSG Tiba-Tiba Ditutup di Zona Merah, Turun 0,32% ke Level 7.106

2 months ago
in ENTREPRENEUR
IHSG Tiba-Tiba Ditutup di Zona Merah, Turun 0,32% ke Level 7.106
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tiba-tiba anjlok pada pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026). IHSG yang sempat menguat di sesi pertama tiba-tiba turun 22,97 atau 0,32% ke level 7.106,52 pada penutupan perdagangan sesi kedua.

Kebanyakan saham berada di zona hijau dengan nilai transaksi yang terbilang tinggi, yakni mencapai Rp 16,57 triliun. Sebanyak 33,17 miliar saham berpindah tangan dalam 2,20 juta kali transaksi.

Berdasarkan data pasar, saham bank jumbo mencatat nilai transaksi terbesar. BBCA memimpin dengan total Rp 3,28 triliun. Akan tetapi saham emiten grup Djarum ini melorot dan sempat menyentuh 5.975 atau turun 1,24%. Selanjutnya ada saham Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dengan nilai transaksi masing-masing Rp 2,28 triliun dan Rp 1,33 triliun.

Mayoritas sektor perdagangan melemah, dengan koreksi paling dalam dicatatkan oleh sektor energi dan finansial.

Emiten perbankan kakap kompak terkoreksi hari ini, dengan pelemahan terbesar dicatatkan oleh Bank Permata (BNLI) dan Bank Danamon (BDMN).

Dua emiten Prajogo Pangestu juga tercatat melemah signifikan yakni PTRO dan TPIA. Sedangkan emiten tambang batu bara Grup Sinar Mas Dian Swastatika Sentosa (DSSA) kembali anjlok 8,66% ke Rp 1.845 per saham. Saham DSSA telah turun 43% dalam sepekan usai pengumuman terbaru dari MSCI.

Gerak IHSG hari ini berbeda dengan mayoritas bursa di kawasan.

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,53% dan mencapai rekor tertinggi, sementara indeks Kospi Korea Selatan melonjak 1% dan juga mencatatkan rekor tertinggi.

Namun, bursa Australia, indeks S&P/ASX 200 turun 0,54%.

Sementara kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 26.041, dibandingkan dengan penutupan terakhir indeks tersebut di 25.978,07.

Mengutip CNBC Internasional, sentimen pasar tetap stabil meskipun harapan pasar terhadap terobosan diplomasi Iran-Amerika Serikat kembali menipis.

Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana untuk mengirim utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Islamabad, Pakistan, Sabtu lalu untuk melakukan negosiasi dengan Iran.

“Terlalu banyak waktu terbuang untuk perjalanan, terlalu banyak pekerjaan! Selain itu, ada perselisihan internal yang hebat dan kebingungan di dalam ‘kepemimpinan’ mereka,” tulis Trump dalam sebuah postingan di Truth Social, dikutip Senin (27/4/2026).

Harga minyak melonjak sekitar 2% setelah rencana putaran kedua negosiasi perdamaian antara AS dan Iran kembali menemui jalan buntu.

Kontrak berjangka minyak Brent yang menjadi patokan internasional, naik lebih dari 2% menjadi US$107,49 per barel pada pukul 19.35 ET, sementara minyak mentah AS juga melonjak 1,79% menjadi US$96,19.

Ketegangan di Selat Hormuz tetap tinggi setelah Pasukan Garda Revolusi Iran dilaporkan menaiki dua kapal kargo di dekat jalur laut strategis tersebut.

Adapun pasar keuangan Indonesia pekan ini hanya berlangsung empat hari yakni Senin-Kamis karena ada Libur Hari Buruh pada 1 Mei atau Jumat mendatang.

Fokus utama pasar pekan ini tertuju pada perkembangan terbaru negosiasi Amerika Serikat (AS)-Iran, keputusan suku bunga The Federal Reserve, rilis inflasi PCE AS, data manufaktur AS dan China, serta keputusan suku bunga Bank of Japan (BOJ).

Pasar memperkirakan The Fed masih akan menahan suku bunga acuannya di kisaran 3,50%-3,75%. Ekspektasi ini muncul karena inflasi AS masih berada di atas target, sementara lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah membuat bank sentral AS sulit bergerak terlalu cepat untuk melonggarkan kebijakan.

Keputusan The Fed kali ini akan sangat penting bagi pasar global. Jika The Fed memberi sinyal masih akan menahan suku bunga lebih lama, dolar AS berpotensi tetap kuat. Kondisi tersebut bisa kembali menekan mata uang Asia, termasuk rupiah.

Sebaliknya, jika pernyataan The Fed mulai terdengar lebih lunak karena mempertimbangkan risiko perlambatan ekonomi, pasar bisa membaca adanya peluang penurunan suku bunga pada semester berikutnya. Skenario ini dapat memberi ruang bagi penguatan obligasi dan aset berisiko, termasuk saham di emerging market.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Putuskan Berhenti Jadi Polisi, Pria Ini Raup Rp216 Miliar Berkat ATM

Putuskan Berhenti Jadi Polisi, Pria Ini Raup Rp216 Miliar Berkat ATM

July 5, 2026
Terbukti Korupsi, Menteri RI Divonis Mati dan Hartanya Ludes Disita

Terbukti Korupsi, Menteri RI Divonis Mati dan Hartanya Ludes Disita

July 5, 2026
Aturan Baru Berlaku, Bank-Bank Ini Terancam Setop Operasi

Aturan Baru Berlaku, Bank-Bank Ini Terancam Setop Operasi

July 4, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .