• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
IHSG To The Moon Kok Rupiah Tetap Loyo? Ini Penjelasannya

IHSG To The Moon Kok Rupiah Tetap Loyo? Ini Penjelasannya

January 12, 2026
Meski Jadi Bos INA, Oki & Laksono Masih Masuk Bursa Direksi BEI

Meski Jadi Bos INA, Oki & Laksono Masih Masuk Bursa Direksi BEI

May 21, 2026
Saham Syariah Mendominasi Bursa, BEI Ungkap Datanya

Saham Syariah Mendominasi Bursa, BEI Ungkap Datanya

May 21, 2026
Eks Wakil Ketua KPK Jadi Komisaris Jasa Marga (JSMR)

Eks Wakil Ketua KPK Jadi Komisaris Jasa Marga (JSMR)

May 21, 2026
Ada Emiten HSC Datangi Bursa Hari Ini

Ada Emiten HSC Datangi Bursa Hari Ini

May 21, 2026
Perputaran Dana US,7 M/Bulan, BI Permudah Transaksi Yuan China di RI

Perputaran Dana US$3,7 M/Bulan, BI Permudah Transaksi Yuan China di RI

May 21, 2026
Terungkap! Ini Deretan Insentif OJK Buat Himbara Penampung DHE SDA

Terungkap! Ini Deretan Insentif OJK Buat Himbara Penampung DHE SDA

May 21, 2026
DHE SDA Wajib di Himbara, BI Berikan Kemudahan Buat Eksportir

DHE SDA Wajib di Himbara, BI Berikan Kemudahan Buat Eksportir

May 21, 2026
OJK Bongkar 2 Investasi Bodong Bermodus Saham dan Drama China

OJK Bongkar 2 Investasi Bodong Bermodus Saham dan Drama China

May 21, 2026
92 Perusahaan Anak Bakal Dipangkas

92 Perusahaan Anak Bakal Dipangkas

May 21, 2026
IHSG Ditutup Turun 3,54%, Rontok ke Level 6.000-an

IHSG Ditutup Turun 3,54%, Rontok ke Level 6.000-an

May 21, 2026
BUMN Ekspor Disorot, IHSG Anjlok Lebih 3% Ke Level 6.000-an

BUMN Ekspor Disorot, IHSG Anjlok Lebih 3% Ke Level 6.000-an

May 21, 2026
Modernisasi Alkes RI, IRRA Hadirkan Teknologi Bedah Canggih

Modernisasi Alkes RI, IRRA Hadirkan Teknologi Bedah Canggih

May 21, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, May 21, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

IHSG To The Moon Kok Rupiah Tetap Loyo? Ini Penjelasannya

4 months ago
in ENTREPRENEUR
IHSG To The Moon Kok Rupiah Tetap Loyo? Ini Penjelasannya
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan kurs rupiah terus menerus tak seirama. Saat kinerja IHSG terus menerus naik hingga kerap disebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa “to the moon”, nilai tukar rupiah malah kian terperosok.

Jelang akhir pekan lalu misalnya, IHSG naik 0,13% ke level 8.936,75. Sementara itu, kurs rupiah pada akhir perdagangan Jumat (9/1/2026) justru terdepresiasi sebesar 0,06% dan ditutup di level Rp16.795/US$. Pelemahan ini sekaligus memperpanjang tren pelemahan rupiah menjadi enam hari perdagangan beruntun sejak awal 2026.

Chief Economist Bank Central Asia (BCA) David Sumual menjelaskan, kondisi itu tak terlepas dari tekanan di pasar obligasi yang tak kunjung mereda, akibat maraknya investor asing yang melepas kepemilikan Surat Berharga Negara (SBN).

Sedangkan di pasar saham masih mencatatkan aliran modal asing masuk alias inflow, di samping makin maraknya investor ritel domestik yang masuk ke pasar keuangan itu. Akibatnya, pasokan dolar AS di dalam negeri tak mampu memperkuat stabilitas kurs.

“Net sell obligasi kan, kan juga sudah terjadi sepanjang 2025. Dan yang membuat market bagus ya pemain domestik, ritel juga kan makin banyak untuk saham,” ucap David saat ditemui di kantornya pada pekan lalu, dikutip Senin (12/1/2026).

Bila merujuk data transaksi yang dicatat Bank Indonesia pada 5-8 Januari 2026, alira modal asing memang masih terus masuk ke pasar saham, sedangkan SBN cenderung mengalami outflow.

Pada pekan pertama Januari 2026 itu, nonresiden tercatat beli neto sebesar Rp 1,78 triliun di pasar saham dan Rp 1,04 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Sedangkan jual neto sebesar Rp1,38 triliun di pasar SBN.

Head of Banking Research and Analytics Economy BCA Victor George Petrus Matindas menambahkan, setidaknya ada tiga faktor di domestik yang memang telah mengganggu sentimen investor asing, hingga mengganggu stabilitas kurs.

Tiga faktor yang kini tengah mengganggu sentimen investor global terhadap Indonesia itu ialah tentang pelebaran defisit fiskal, tekanan inflasi, dan pelemahan surplus neraca perdagangan.

“Concerning terkait rupiah mainly selain dari soal fiskal beberapa pertanyaan investor ke kami terkait dengan trade surplus dan inflasi,” kata Victor.

Demi mengantisipasi terus tertekannya laju nilai tukar rupiah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah telah menetapkan aturan terbaru devisa hasil ekspor (DHE), supaya para eksportir tak lagi sembarang memarkirkan dolar hasil ekspornya di luar negeri.

Peraturan terbaru DHE yang merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2023 tentang Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam itu ia pastikan akan memperkuat cadangan devisa Indonesia, sehingga kurs rupiah ke depannya bisa stabil, bahkan menguat seperti IHSG.

Dengan peraturan terbaru yang berlaku per 1 Januari 2026 itu, para eksportir, termasuk eksportir sawit, menurut Purbaya tak lagi bisa memanipulasi kewajibannya untuk menempatkan dolar hasil ekspornya di sistem perbankan dalam negeri, yakni 100% wajib ditempatkan di Bank Himbara dan 50% dari penempatan yang hanya diperkenankan untuk dikonversi ke rupiah.

“Kalau dia enggak taruh uangnya di luar, taruh di sini, kan cadangan devisanya kenceng tuh, rupiah akan stabilkan. Anda enggak nyalahin saya lagi rupiahnya lemah terus. Walaupun bursa saham naik tapi rupiah loyo, walaupun ekonomi bagus tapi rupiah loyo, kan enggak mau gitu terus kan anda?” tegas Purbaya.

(arj/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

January 13, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Meski Jadi Bos INA, Oki & Laksono Masih Masuk Bursa Direksi BEI

Meski Jadi Bos INA, Oki & Laksono Masih Masuk Bursa Direksi BEI

May 21, 2026
Saham Syariah Mendominasi Bursa, BEI Ungkap Datanya

Saham Syariah Mendominasi Bursa, BEI Ungkap Datanya

May 21, 2026
Eks Wakil Ketua KPK Jadi Komisaris Jasa Marga (JSMR)

Eks Wakil Ketua KPK Jadi Komisaris Jasa Marga (JSMR)

May 21, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .