• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
IHSG Tutup di Zona Merah, Tertekan Saham DSSA dan BREN

IHSG Tutup di Zona Merah, Tertekan Saham DSSA dan BREN

April 21, 2026
Investasi Dapen di SBN Tumbuh Tinggi, Tembus Rp1.600 T

Investasi Dapen di SBN Tumbuh Tinggi, Tembus Rp1.600 T

July 27, 2026
Ketahanan Modal Mayoritas Asuransi Bakal Turun, Ada Apa?

Ketahanan Modal Mayoritas Asuransi Bakal Turun, Ada Apa?

July 27, 2026
Fit and Proper Test Gubernur BI Berpotensi Molor karena Reses DPR

Fit and Proper Test Gubernur BI Berpotensi Molor karena Reses DPR

July 27, 2026
DPR Beberkan Syarat Utama Calon Gubernur BI, Bukan Cuma Jago Moneter

DPR Beberkan Syarat Utama Calon Gubernur BI, Bukan Cuma Jago Moneter

July 27, 2026
Pasar Pantau The Fed hingga Efek Perry Warjiyo Mundur ke Rupiah

Pasar Pantau The Fed hingga Efek Perry Warjiyo Mundur ke Rupiah

July 27, 2026
Pjs Gubernur BI Destry Datangi Istana, Tegaskan Rupiah Jadi Prioritas

Pjs Gubernur BI Destry Datangi Istana, Tegaskan Rupiah Jadi Prioritas

July 27, 2026
IHSG Pangkas Koreksi, Pasar Tak Panik Meski Perry Mundur dari BI

IHSG Pangkas Koreksi, Pasar Tak Panik Meski Perry Mundur dari BI

July 27, 2026
Prabowo Panggil Purbaya, Bos OJK, LPS & Gubernur BI Baru, Bahas Ini!

Prabowo Panggil Purbaya, Bos OJK, LPS & Gubernur BI Baru, Bahas Ini!

July 27, 2026
DPR Soal Mundurnya Gubernur BI & Kriteria Calon Penggantinya

DPR Soal Mundurnya Gubernur BI & Kriteria Calon Penggantinya

July 27, 2026
DPR Sebut Destry Sosok Pas Gantikan Perry Jaga Kurs Rupiah

DPR Sebut Destry Sosok Pas Gantikan Perry Jaga Kurs Rupiah

July 27, 2026
Sempat Tak Punya Uang, PT Pos Sudah Bisa Bayar Imbal Sukuk

Sempat Tak Punya Uang, PT Pos Sudah Bisa Bayar Imbal Sukuk

July 27, 2026
PFII Tiru Dubai, Sukses Ubah Padang Pasar Jadi Pusat Finansial

PFII Tiru Dubai, Sukses Ubah Padang Pasar Jadi Pusat Finansial

July 27, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, July 27, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

IHSG Tutup di Zona Merah, Tertekan Saham DSSA dan BREN

3 months ago
in Lifestyle
IHSG Tutup di Zona Merah, Tertekan Saham DSSA dan BREN
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memangkas koreksi pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (21/4/2026). Indeks ditutup di level 7.559,38, turun 0,46% atau -34,73 poin. 

Sepanjang hari ini, IHSG konsisten berada di zona merah dengan level terendah di 7.511,83 dan tertinggi 7.568,99. Sebanyak 405 saham naik, 283 turun, dan 271 tidak bergerak. 

Nilai transaksi mencapai Rp 17,8 triliun, melibatkan 41,14 miliar saham dalam 2,68 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun terkoreksi menjadi Rp 13.443 triliun. 

Mengutip Refinitiv, mayoritas sektor sebenarnya berada di zona hijau hari ini. Akan tetapi koreksi tajam di tiga saham membuat IHSG tidak mampu menembus zona hijau. 

Terpantau Dian Swastatika Sentosa (DSSA) dan Barito Renewables Energy (BREN) ambruk seiring dengan kemungkinan didepak dari indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI). 

DSSA turun hingga menyentuh batas auto reject bawah (ARB) atau 14,98% ke level 2.780 dan menyeret IHSG turun sebanyak -43,21 poin. Kemudian BREN yang turun 9,47% berkontribusi -23,06 poin. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya MSCI menegaskan bahwa saham yang masuk dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC) berpotensi dikeluarkan dari indeks, mengikuti kebijakan global yang berlaku.

Dalam konteks tersebut, BREN dan DSSA termasuk dalam daftar 9 saham HSC yang dirilis Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodia Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Tercatat, BBRI juga masuk dalam daftar top laggards. BBRI menyeret IHSG sebesar 26,66 poin. Emiten bank jumbo ini koreksi 4,94% seiring dengan memasuki periode ex dividend hari ini.

IHSG diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif seiring dengan pasar yang merespon pengumuman terbaru dariMSCI. 

MSCI telah mengumumkan pembaruan terkait evaluasi free float sekuritas Indonesia per 20 April 2026, sebagai tindak lanjut dari kebijakan pembekuan rebalancing indeks yang telah disampaikan sebelumnya pada Januari 2026.

Dalam pernyataannya, MSCI menyoroti adanya kebijakan reformasi transparansi pasar modal yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI, dan KSEI.

Dalam tinjauan indeks Mei 2026, MSCI memutuskan untuk mempertahankan kebijakan sementara, yakni tetap membekukan peningkatan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), tidak menambahkan saham baru ke dalam indeks MSCI Investable Market Indexes (IMI), serta tidak melakukan kenaikan kelas saham antar segmen kapitalisasi.

Selain itu, MSCI dapat menggunakan data keterbukaan pemegang saham 1% untuk menyesuaikan estimasi free float jika diperlukan. Namun, data baru lainnya belum akan dimasukkan dalam perhitungan indeks hingga proses evaluasi selesai dan masukan dari pelaku pasar telah dipertimbangkan.

Ke depan, MSCI membuka ruang bagi masukan dari pelaku pasar terkait efektivitas kebijakan baru tersebut. Pembaruan lanjutan diharapkan akan disampaikan dalam Market Accessibility Review yang dijadwalkan pada Juni 2026.

Terpisah, PJS Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, pihaknya telah bertemu dengan MSCI tanggal 16 April 2026. Ia pun mengapresiasi bahwa empat proposal yang diajukan bersama SRO telah diterima oleh MSCI.

“Kami akan terus berkomunikasi dengan index provider. Kami juga akan terus berkomunikasi dengan investor global untuk memperoleh masukan untuk penguatan pasar modal ke depan,” ujar Jeffrey Selasa, (21/4/2026).

Lebih teknis, Jeffrey tak menampik kemungkinan adanya pengumuman atas perlakuan khusus High Concentration Shareholders (HSC) untuk saham-saham yang masuk indeks MSCI, seperti DSSA dan BREN. Diketahui, MSCI menyebut akan mengeluarkan emiten yang masuk daftar HSC dari indeksnya.

“Akan segera diumumkan,” jawab Jeffrey singkat terkait saham-saham HSC di indeks MSCI.

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Investasi Dapen di SBN Tumbuh Tinggi, Tembus Rp1.600 T

Investasi Dapen di SBN Tumbuh Tinggi, Tembus Rp1.600 T

July 27, 2026
Ketahanan Modal Mayoritas Asuransi Bakal Turun, Ada Apa?

Ketahanan Modal Mayoritas Asuransi Bakal Turun, Ada Apa?

July 27, 2026
Fit and Proper Test Gubernur BI Berpotensi Molor karena Reses DPR

Fit and Proper Test Gubernur BI Berpotensi Molor karena Reses DPR

July 27, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .