• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Investor Masih Wait & See Arah Pasar AS, Bursa Asia Dibuka Variatif

Investor Masih Wait & See Arah Pasar AS, Bursa Asia Dibuka Variatif

October 1, 2026
Dua Petinggi Erajaya Borong Saham Lewat Program MESOP

Dua Petinggi Erajaya Borong Saham Lewat Program MESOP

October 2, 2026
JPFA Jual Anak di India dan Vietnam Rp1,8 Triliun, Ini Pembelinya

JPFA Jual Anak di India dan Vietnam Rp1,8 Triliun, Ini Pembelinya

October 2, 2026
ADB Gelontorkan Rp11,66 Triliun Bantu Likuiditas Pasar Keuangan RI

ADB Gelontorkan Rp11,66 Triliun Bantu Likuiditas Pasar Keuangan RI

October 2, 2026
Hashim Djojohadikusumo Mundur Dari Komut, Saham WIFI Anjlok 9%

Hashim Djojohadikusumo Mundur Dari Komut, Saham WIFI Anjlok 9%

October 2, 2026
Hashim Djojohadikusumo Mundur Dari Komut WIFI, Sahamnya Anjlok 9%

Hashim Djojohadikusumo Mundur Dari Komut WIFI, Sahamnya Anjlok 9%

October 2, 2026
Emiten Plastik RI Ini Mau Rights Issue Jumbo di Harga Rp685

Emiten Plastik RI Ini Mau Rights Issue Jumbo di Harga Rp685

October 2, 2026
Wamenkeu Juda Agung Blak-blakan Soal Rencana Pembatasan Pertalite

Wamenkeu Juda Agung Blak-blakan Soal Rencana Pembatasan Pertalite

October 2, 2026
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.925

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.925

October 2, 2026
Hashim S. Djojohadikusumo Mundur Dari Kursi Komisaris Utama WIFI

Hashim S. Djojohadikusumo Mundur Dari Kursi Komisaris Utama WIFI

October 2, 2026
Awal Sesi I, IHSG Menguat 0,39%

Awal Sesi I, IHSG Menguat 0,39%

October 2, 2026
IHSG Ditutup Anjlok 1,02%, Simak 5 Pilihan Saham Hari Ini

IHSG Ditutup Anjlok 1,02%, Simak 5 Pilihan Saham Hari Ini

October 2, 2026
Dolar Nyaris Rp18.000, Juda Agung Bocorkan Jurus Amankan Rupiah

Dolar Nyaris Rp18.000, Juda Agung Bocorkan Jurus Amankan Rupiah

October 2, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, October 2, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Investor Masih Wait & See Arah Pasar AS, Bursa Asia Dibuka Variatif

1 day ago
in News
Investor Masih Wait & See Arah Pasar AS, Bursa Asia Dibuka Variatif
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Asia bergerak variatif pada perdagangan Kamis (1/10/2026), dengan investor mencermati prospek inflasi Amerika Serikat (AS), imbal hasil Treasury yang masih tinggi, serta arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Melansir CNBC, di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,86%, sementara Topix turun 0,44%. Di Korea Selatan, indeks acuan Kospi turun 0,8%, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq dibuka relatif datar.

Sementara itu, pasar saham China daratan dan Hong Kong ditutup karena libur.

Investor memasuki bulan perdagangan baru dengan mempertimbangkan data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan, di tengah imbal hasil Treasury AS yang masih tinggi dan ketidakpastian mengenai keputusan suku bunga The Fed berikutnya. Keputusan tersebut dijadwalkan pada akhir Oktober, sementara pelaku pasar juga menantikan rilis laporan keuangan terbaru dari sejumlah perusahaan.

“While those factors remain headwinds, corporate earnings have continued to show resilience,” kata Tracie McMillion, Head of Global Asset Allocation Strategy Wells Fargo Investment Institute. Menurutnya, pertanyaan utama saat ini adalah apakah kekuatan kinerja laba perusahaan dapat berlanjut ketika biaya pinjaman masih berada di level tinggi.

Imbal hasil Treasury AS bergerak naik meskipun indeks harga personal consumption expenditures (PCE) untuk Agustus menunjukkan angka yang lebih rendah dari perkiraan. Indeks tersebut meningkat 3,4% secara tahunan, lebih rendah dibandingkan konsensus Dow Jones sebesar 3,7%.

Imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun sempat menembus 5,3% pada Rabu (30/9/2026), mendekati level tertinggi sejak 2007. Sementara itu, imbal hasil Treasury tenor 30 tahun melampaui 5,6%, mencapai level tertinggi sejak 2002.

Pada perdagangan Kamis, investor akan mencermati data initial jobless claims AS yang dijadwalkan dirilis pukul 08.30 waktu Eastern Time (ET). Data tersebut akan diikuti laporan ketenagakerjaan AS untuk September yang akan dirilis pada Jumat.

Dari sisi korporasi, investor juga akan mencermati laporan keuangan Nike yang dijadwalkan dirilis setelah penutupan perdagangan bursa AS. Rilis tersebut menjadi salah satu laporan kinerja perusahaan yang akan menjadi perhatian pasar pada awal bulan perdagangan baru

(rob/rob)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Dua Petinggi Erajaya Borong Saham Lewat Program MESOP

Dua Petinggi Erajaya Borong Saham Lewat Program MESOP

October 2, 2026
JPFA Jual Anak di India dan Vietnam Rp1,8 Triliun, Ini Pembelinya

JPFA Jual Anak di India dan Vietnam Rp1,8 Triliun, Ini Pembelinya

October 2, 2026
ADB Gelontorkan Rp11,66 Triliun Bantu Likuiditas Pasar Keuangan RI

ADB Gelontorkan Rp11,66 Triliun Bantu Likuiditas Pasar Keuangan RI

October 2, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .