• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Isu Geopolitik Hingga Ancaman Tarif Warnai Volatilitas IHSG

Isu Geopolitik Hingga Ancaman Tarif Warnai Volatilitas IHSG

January 13, 2026
Emiten Lab (DGNS) Mau Private Placement, FOLK Siap Serok

Emiten Lab (DGNS) Mau Private Placement, FOLK Siap Serok

May 26, 2026
Pemerintah Tak Akan Rugi Beri Insentif Mobil Listrik

Pemerintah Tak Akan Rugi Beri Insentif Mobil Listrik

May 26, 2026
Satgas PASTI OJK Setop 953 Pinjol & Investasi Ilegal Hingga Maret 2026

Satgas PASTI OJK Setop 953 Pinjol & Investasi Ilegal Hingga Maret 2026

May 26, 2026
IHSG Longsor Lagi, Turun 1,23% ke Level 6.130 Jelang Libur Panjang

IHSG Longsor Lagi, Turun 1,23% ke Level 6.130 Jelang Libur Panjang

May 26, 2026
Karyawan Demo Soal Uang Lembur, Begini Kondisi Keuangan Indomaret

Karyawan Demo Soal Uang Lembur, Begini Kondisi Keuangan Indomaret

May 26, 2026
Rupiah Terlemah Sepanjang Masa, Bank-Bank Jual Dolar di Atas Rp18.000

Rupiah Terlemah Sepanjang Masa, Bank-Bank Jual Dolar di Atas Rp18.000

May 26, 2026
Nasib Rupiah Dibandingkan Mata Uang Asia Lainnya

Nasib Rupiah Dibandingkan Mata Uang Asia Lainnya

May 26, 2026
Karyawan Indomaret Demo Soal Uang Lembur, Begini Kinerja Perusahaan

Karyawan Indomaret Demo Soal Uang Lembur, Begini Kinerja Perusahaan

May 26, 2026
Fundamental Terjaga, Bank Woori Saudara Optimis Dorong Kinerja 2026

Fundamental Terjaga, Bank Woori Saudara Optimis Dorong Kinerja 2026

May 26, 2026
Rupiah Makin Tertekan, Dolar AS Kini Dekati Rp17.800

Rupiah Makin Tertekan, Dolar AS Kini Dekati Rp17.800

May 26, 2026
Tekanan Jual Masih Besar, Koreksi IHSG & Rupiah Sampai Kapan?

Tekanan Jual Masih Besar, Koreksi IHSG & Rupiah Sampai Kapan?

May 26, 2026
Menteri Ara Puji BRI, KPR Capai 54% Dari Capaian Nasional

Menteri Ara Puji BRI, KPR Capai 54% Dari Capaian Nasional

May 26, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, May 26, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Isu Geopolitik Hingga Ancaman Tarif Warnai Volatilitas IHSG

4 months ago
in News
Isu Geopolitik Hingga Ancaman Tarif Warnai Volatilitas IHSG
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar saham Indonesia hari ini masih volatil seperti yang terjadi pada perdagangan kemarin tatkala IHSG sempat tersungkur lebih dari 2%. Volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlanjut hari ini terlihat dari pemangkasan apresiasi 115 indeks poin atau lebih dari 1% kenaikan IHSG lenyap dalam hitungan menit.

Pagi tadi, indeks dibuka naik 59,74 poin atau 0,67% ke level 8.944,46, namun pada akhir sesi pertama berakhir stagnan hingga pada awal perdagangan sesi kedua turun dalam hingga ke level 8.841,02 sebelum kembali lompat pada akhir perdagangan sesi kedua.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melesat 0,72% atau lompat 63,58 poin ke level 8.948,30 pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (13/1/2025). IHSG berhasil menguat meski pasar saham domestik masih dalam fase volatilitas yang tinggi.

Sebanyak 348 saham naik, 327 turun, dan 131 tidak bergerak. Total nilai transaksi hari ini tergolong sangat ramai atau mencapai Rp 33,43 triliun yang melibatkan 62,87 miliar saham dalam 3,80 juta kali transaksi.

Senior Analis Mirae Asset Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta mengatakan, volatilitas pasar saham Tanah Air disebabkan oleh faktor eksternal yang berasal dari sentimen geopolitik global. Para investor menyoroti campur tangan pemerintah Amerika Serikat (AS) terhadap independensi The Fed yang memungkinkan terjadinya tekanan politik pada kebijakan suku bunga acuan.

Di sisi lain, data ekonomi AS yang dirilis pekan lalu yang menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja yang melambat, mendukung ekspektasi kebijakan pelonggaran moneter The Fed yang kemungkinan besar dimulai pada kuartal II-2026.

“Hal ini tentunya juga mendorong tren kenaikan harga emas dunia disamping dari meningkatnya tensi geopolitik, serta dinamika perilisan inflasi AS per Desember 2025 yang diperkirakan semakin cooling down,” ujarnya kepada CNBC Indonesia, Selasa (13/1/2026).

Sementara dari domestik, Nafan melanjutkan, sentimen pasar berasal dari pemerintah yang menerapkan strategi ketahanan energi dan peningkatan efisiensi produksi nasional.

Hal ini dilaksanakan ketika pemerintah meresmikan peningkatan kapasitas Kilang Balikpapan senilai US$ 7,4 miliar, demi meningkatkan output bahan bakar dan petrochemical domestik, serta mengurangi ketergantungan impor bahan bakar.

Seperti diketahui, saham-saham konglomerat, khususnya Grup Bakrie tercatat masih menjadi yang paling ramai diperdagangkan hari ini dan merupakan pendorong IHSG ke zona merah. Saham BUMI dan BRMS tercatat terkoreksi lebih dari 5% pada perdagangan hari ini, sedangkan saham DEWA ambruk 10% lebih.

Hanya sektor konsumer non-primer dan industri yang tercatat mengalami koreksi hari ini, sedangkan sektor properti dan infrastruktur menguat paling signifikan.

Tiga saham Grup Bakrie masuk dalam jajaran empat emiten paling membebani kinerja indeks hari ini.Saham Bumi Resources (BUMI), Bumi Resources Minerals (BRMS) dan Darma Henwa (DEWA) secara kumulatif menyumbang koreksi 22,53 indeks poin.

Adapun saham-saham yang menjadi penopang kinerja positif IHSG hari ini termasuk ASII, TLKM, MBMA, BREN dan MDKA.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menyebut, volatilitas pada saham-saham tersebut diperkirakan berkaitan dengan ancaman tarif 25% kepada negara yang berhubungan dagang dengan Iran

“Saya kira tidak heran, saham (Grup Bakrie dan Grup Barito) memang cenderung spekulatif dan tidak mencerminkan valuasi yang realistis. Selain itu, walau tidak dapat dikonfirmasi, namun menurut saya ada kemungkinan volatilitas ini berkaitan dengan ancaman tarif 25% kepada negara yang berhubungan dagang dengan Iran, mungkin ada paparan atau tidak. Karena tidak ada kepastian, maka saham-saham kedua grup itu menjadi volatil,” jelasnya.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
Did Channel 9, “A Current Affair”, journalist Margueritte Rossi commit a criminal offence by aiding and abetting a corporate extortion and blackmail attempt?

Did Channel 9, “A Current Affair”, journalist Margueritte Rossi commit a criminal offence by aiding and abetting a corporate extortion and blackmail attempt?

January 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Emiten Lab (DGNS) Mau Private Placement, FOLK Siap Serok

Emiten Lab (DGNS) Mau Private Placement, FOLK Siap Serok

May 26, 2026
Pemerintah Tak Akan Rugi Beri Insentif Mobil Listrik

Pemerintah Tak Akan Rugi Beri Insentif Mobil Listrik

May 26, 2026
Satgas PASTI OJK Setop 953 Pinjol & Investasi Ilegal Hingga Maret 2026

Satgas PASTI OJK Setop 953 Pinjol & Investasi Ilegal Hingga Maret 2026

May 26, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .