• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Jelang Akhir Pekan, IHSG Turun 0,33% ke Level 6.441

Jelang Akhir Pekan, IHSG Turun 0,33% ke Level 6.441

September 18, 2026
Cerita Low Tuck Kwong Ambil Alih Bayan dari Tangan Haji Asri

Cerita Low Tuck Kwong Ambil Alih Bayan dari Tangan Haji Asri

September 18, 2026
Tiba-Tiba Ada Transaksi Jumbo di Emiten Salim

Tiba-Tiba Ada Transaksi Jumbo di Emiten Salim

September 18, 2026
AXA Financial Indonesia Spin Off Unit Syariah, Bidik Segmen Bisnis Ini

AXA Financial Indonesia Spin Off Unit Syariah, Bidik Segmen Bisnis Ini

September 18, 2026
Jelang Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat Tipis ke Rp17.730/US$

Jelang Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat Tipis ke Rp17.730/US$

September 18, 2026
Soal BUMN, Presiden Prabowo Bikin Kaget Asing

Soal BUMN, Presiden Prabowo Bikin Kaget Asing

September 18, 2026
Bank Sentral Jepang Kerek Suku Bunga Lagi, Tertinggi Sejak 1995

Bank Sentral Jepang Kerek Suku Bunga Lagi, Tertinggi Sejak 1995

September 18, 2026
IHSG Balik Arah, Saham-Saham Bank Jadi Pemberat

IHSG Balik Arah, Saham-Saham Bank Jadi Pemberat

September 18, 2026
Presdir Kena OTT, KPK Geledah Kantor Summarecon Agung (SMRA)

Presdir Kena OTT, KPK Geledah Kantor Summarecon Agung (SMRA)

September 18, 2026
IHSG Sesi 1 Keok, Asing Jualan Saham Rp 1,14 Triliun

IHSG Sesi 1 Keok, Asing Jualan Saham Rp 1,14 Triliun

September 18, 2026
Moodys Downgrade Outlook Bayan Resources Jadi Negatif, Ini Alasannya

Moodys Downgrade Outlook Bayan Resources Jadi Negatif, Ini Alasannya

September 18, 2026
IHSG Balik Arah, Saham-Saham Konglo Jadi Pemberat

IHSG Balik Arah, Saham-Saham Konglo Jadi Pemberat

September 18, 2026
IHSG Balik Arah, Sesi 1 Keok -0,35%

IHSG Balik Arah, Sesi 1 Keok -0,35%

September 18, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, September 18, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Jelang Akhir Pekan, IHSG Turun 0,33% ke Level 6.441

14 minutes ago
in News
Jelang Akhir Pekan, IHSG Turun 0,33% ke Level 6.441
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jelang akhir pekan parkir di zona merah dengan melemah 21,27 poin atau 0,33% ke level 6.441.

Pergerakan IHSG sepanjang perdagangan cenderung berada di zona merah. Indeks sempat dibuka pada level 6.512,57 dan langsung bergerak fluktuatif sebelum melanjutkan pelemahan. Pada perdagangan hari ini, IHSG mencatat level tertinggi di 6.521,02, sementara level terendah berada di 6.419,50.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG pada penutupan sesi II perdagangan sore ini hanya ada 212 saham menguat, 464 saham melemah, dan 287 saham stagnan dengan volume 31,72 miliar atau senilai Rp 19,24 triliun.

Mengutip Stockbit, dari sisi aktivitas transaksi, total volume transaksi di seluruh pasar tercatat mencapai 325,81 juta lot, dengan nilai transaksi sebesar Rp19,25 triliun dan frekuensi mencapai sekitar 1,92 juta kali.

Jika dirinci berdasarkan segmen transaksi, perdagangan di pasar reguler mendominasi aktivitas pasar. Volume transaksi di pasar reguler mencapai 291,76 juta lot, dengan nilai transaksi sebesar Rp17,3 triliun dan frekuensi sebanyak 1,92 juta kali.

Sementara itu, transaksi pada pasar negosiasi tercatat sebanyak 34,05 juta lot, dengan nilai mencapai Rp1,95 triliun dan frekuensi sebanyak 459 kali. Adapun transaksi pasar tunai tercatat relatif kecil, yakni 640 lot, dengan nilai Rp18,96 juta dan frekuensi sebanyak 2 kali.

Sementara data refinitiv, sektor penekan IHSG terbesar adalah sektor konsumer primer yang turun 1,27%, disusul oleh properti yang turun 1,2%, dan sektor kesehatan yang -1,18%.

Adapun saham-saham yang menjadi pemberat IHSG antara lain, PT Amman Minerals Tbk (AMMN), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Dian Swastika Sentosa Tbk (DSSA), PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Sementara saham-saham penopang koreksi IHSG antara lain, PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT DCI Indonesia Tbk (DCII), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM).

Sebelumnya, pada pembukaan IHSG tadi pagi sempat melaju di jalur hijau dengan menguat 0,76% ke level 6.511,5 yang ditopang oleh saham BYAN yang tercatat melesat 19,96% ke posisi Rp 13.835 dan beberapa emiten-emiten yang terafiliasi pengusaha Haji Isam.

Sejumlah indikator eksternal mulai memberikan ruang bagi aset berisiko, setelah harga minyak dan imbal hasil US Treasury turun, sementara Wall Street berhasil rebound pada perdagangan Kamis.

Wall Street ditutup menguat, dengan Dow Jones naik 0,61%, S&P 500 menguat 1,14%, dan Nasdaq Composite melonjak 1,69%. Penguatan tersebut terjadi seiring turunnya yield Treasury dan harga minyak, meski pasar masih mencermati arah kebijakan The Fed serta perkembangan geopolitik Timur Tengah.

Harga minyak Brent juga terkoreksi sekitar 1% menjadi US$104,82 per barel, sedangkan minyak WTI turun ke US$101,91 per barel. Kendati demikian, harga minyak masih berada di atas US$100 per barel karena risiko gangguan pasokan dari konflik di Timur Tengah masih tinggi.

Pasar masih mencermati eskalasi konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran. Kedua pihak kembali saling menyerang pada Kamis, meningkatkan kekhawatiran terhadap jalur perdagangan energi di kawasan.

Lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz juga turun tajam, dengan hanya tiga kapal komersial yang tercatat melintas pada Rabu, dibandingkan rata-rata 10 hari sebanyak 17 kapal.

Di sisi lain, klaim tunjangan pengangguran AS yang turun menjadi 196.000, lebih rendah dari ekspektasi 208.000, menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih relatif kuat. Kondisi tersebut menjadi perhatian investor karena dapat memengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter The Fed.

Dari Eropa, Bank of England (BoE) mempertahankan suku bunga 3,75%, meski inflasi Inggris meningkat menjadi 3,1% pada Agustus. BoE juga menyoroti risiko kenaikan harga energi akibat konflik Timur Tengah.

Sementara itu, perhatian pasar Asia tertuju pada Jepang. Data inflasi Agustus akan dirilis pagi ini sebelum Bank of Japan (BoJ) mengumumkan keputusan suku bunga.

Pasar memperkirakan BoJ menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 1,25%. Keputusan tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan yen, obligasi Jepang, hingga arus dana investor Jepang di pasar global.

(rob/rob)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Jelang Akhir Pekan, IHSG Turun 0,33% ke Level 6.441

Jelang Akhir Pekan, IHSG Turun 0,33% ke Level 6.441

September 18, 2026
Cerita Low Tuck Kwong Ambil Alih Bayan dari Tangan Haji Asri

Cerita Low Tuck Kwong Ambil Alih Bayan dari Tangan Haji Asri

September 18, 2026
Tiba-Tiba Ada Transaksi Jumbo di Emiten Salim

Tiba-Tiba Ada Transaksi Jumbo di Emiten Salim

September 18, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .