• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
K/L Minta Tambahan Anggaran hingga Rp1.000 T, Ini Jawaban Purbaya

K/L Minta Tambahan Anggaran hingga Rp1.000 T, Ini Jawaban Purbaya

September 8, 2026
Bank Raksasa Beri Warning, 3 Kondisi Jelang Krisis 1997 Kini Muncul!

Bank Raksasa Beri Warning, 3 Kondisi Jelang Krisis 1997 Kini Muncul!

September 20, 2026
US Treasury Tembus Rekor Tertinggi, Ini Efeknya ke Rupiah

US Treasury Tembus Rekor Tertinggi, Ini Efeknya ke Rupiah

September 20, 2026
Mau Kerek Kapasitas Produksi, Pengusaha Keramik Terkendala Gas

Mau Kerek Kapasitas Produksi, Pengusaha Keramik Terkendala Gas

September 20, 2026
Bayar RS Bisa Pakai BPJS Kesehatan & Asuransi Swasta, Ini Caranya

Bayar RS Bisa Pakai BPJS Kesehatan & Asuransi Swasta, Ini Caranya

September 20, 2026
Video: RI Bisa Jadi Acuan Harga Nikel

Video: RI Bisa Jadi Acuan Harga Nikel

September 20, 2026
Ini Alasan Orang Kaya RI Mulai Rajin Nabung Dolar AS

Ini Alasan Orang Kaya RI Mulai Rajin Nabung Dolar AS

September 20, 2026
US Treasury Tembus Rekor Tertinggi, Ini Efeknya ke Rup- 20 SEPT

US Treasury Tembus Rekor Tertinggi, Ini Efeknya ke Rup- 20 SEPT

September 20, 2026
Jurus Emiten Kapal Offshore Ekspansi Bisnis-Incar Kontrak Migas

Jurus Emiten Kapal Offshore Ekspansi Bisnis-Incar Kontrak Migas

September 20, 2026
Ternyata! RI Punya 3.833 Orang Super Kaya

Ternyata! RI Punya 3.833 Orang Super Kaya

September 20, 2026
Kartu Pokemon Bikin Saham Marketplace Ini Naik-Turun

Kartu Pokemon Bikin Saham Marketplace Ini Naik-Turun

September 20, 2026
Warren Buffett Tinggalkan Kursi Ketua Berkshire Setelah 60 Tahun

Warren Buffett Tinggalkan Kursi Ketua Berkshire Setelah 60 Tahun

September 19, 2026
Pria Ini Pilih Mengemis Sampai Mandi Uang Rp14 Miliar-Punya 2 Toko

Pria Ini Pilih Mengemis Sampai Mandi Uang Rp14 Miliar-Punya 2 Toko

September 19, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Sunday, September 20, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

K/L Minta Tambahan Anggaran hingga Rp1.000 T, Ini Jawaban Purbaya

2 weeks ago
in Market
K/L Minta Tambahan Anggaran hingga Rp1.000 T, Ini Jawaban Purbaya
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengomentari banyaknya Kementerian/Lembaga (K/L) yang meminta tambahan anggaran pada tahun 2027. Purbaya mengatakan, pemerintah memiliki keterbatasan anggaran sehingga tidak seluruh permintaan tambahan dapat dipenuhi.

“Ya enggak lah. Kalau minta semua, semua kan mintanya sampai Rp 1.000 triliun waktu itu kan bilangnya. Kalau kita uangnya banyak kayak di surga, ya saya kasih semua. Ini kan ada keterbatasan,” ujar Purbaya saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (7/9/2026). Menurut Purbaya, keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus menentukan prioritas dalam mengalokasikan tambahan anggaran.

Menurut Purbaya, keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus menentukan prioritas dalam mengalokasikan tambahan anggaran.

“Itulah ekonomi kita selalu menghadapi scarcity, jadi kita mesti pilih yang mana yang paling optimal buat perekonomian Itu yang sedang kita lakukan,” tegasnya.

Adapun, dalam rapat kerja pembahasan postur sementara RAPBN 2027 antara pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, target belanja negara dinaikkan dari sebelumnya Rp4.097,2 triliun menjadi Rp4.106,3 triliun, sehingga terdapat peningkatan sebesar Rp9,1 triliun.

Peningkatan target belanja negara tersebut terjadi pada pos anggaran belanja pemerintah pusat dalam hal ini kementerian/lembaga. Dalam pos tersebut, belanja pemerintah pusat ditingkatkan dari sebelumnya Rp3.362,2 triliun menjadi Rp3.371,3. dengan belanja K/L dari sebelumnya Rp1.504,7 triliun menjadi Rp1.513,8 triliun.

Sementara itu, selain belanja negara, pendapatan negara dan hibah juga dinaikkan sebesar Rp 9,1 triliun dari sebelumnya Rp 3.426 triliun menjadi Rp 3.435 triliun. Tambahan anggaran ini terjadi pada pos penerimaan perpajakan, yakni penerimaan pajak dan kepabeanan dan cukai yang masing-masing menjadi Rp 2.912 triliun dan Rp 2.593 triliun.

Pos penerimaan negara bukan pajak (PNBP) juga ikut naik Rp 5,1 triliun menjadi Rp 522, 5 triliun dari sebelumnya Rp 517,4 triliun.

Beberapa K/L memang mengajukan tambahan anggaran hingga beberapa waktu lalu sebelum pembahasan RAPBN 2027 diangkat ke Banggar DPR. Badan Pusat Statistik (BPS)

mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp1,473 triliun.

Tambahan dana itu terdiri dari Rp926,3 miliar untuk Program Penyediaan dan Pelayanan Informasi Statistik serta Rp546,87 miliar untuk Program Dukungan Manajemen.

Salah satu kebutuhan tambahan terbesar adalah untuk membiayai Survei Ekonomi Terintegrasi, yang merupakan tindak lanjut dari Pendataan Lengkap Sensus Ekonomi 2026.

Survei ini diperlukan untuk memperdalam informasi karakteristik usaha di Indonesia sekaligus menjadi dasar penyusunan Tabel Input Output, salah satu instrumen penting dalam perencanaan ekonomi nasional.

Selain itu, tambahan anggaran juga dibutuhkan untuk pembangunan dan revitalisasi gedung kantor BPS di berbagai daerah. Dana tersebut akan digunakan untuk memperbaiki kantor yang sudah tidak layak pakai serta memulihkan kantor BPS yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Flores, Nusa Tenggara Timur.

Selain BPS, mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 1,72 triliun. Tambahan anggaran ditujukan untuk program yang berdampak langsung terhadap produktivitas, daya saing, hilirisasi, penguatan industri kecil dan menengah (IKM), pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri, serta transformasi industri nasional. Usulan tersebut muncul setelah pagu awal Kemenperin tahun depan hanya berada di kisaran Rp2 triliun.

“Besarnya agenda pembangunan industri tersebut, maka dapat kami sampaikan bahwa alokasi anggaran yang tersedia saat ini masih belum ideal. Oleh karena itu, sekali lagi Kemenperin mengusulkan kebutuhan tambahan anggaran sebesar 1,72 triliun,” kata Agus.

Kemudian, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) juga mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 157,76 triliun.

“Kemendikdasmen secara resmi mengajukan usulan tambahan anggaran sebesar Rp 157,76 triliun, untuk dukungan berbagai program prioritas nasional dan kementerian,” kata Mendikdasmen Abdul Mu’ti dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, pada Selasa (1/9/2026), dikutip melalui keterangan tertulis.

Mu’ti menjelaskan pagu anggaran Kemendikdasmen untuk TA 2027 sebelumnya ditetapkan Rp 61,10 triliun, meningkat Rp 2,86 triliun dari pagu indikatif sebesar Rp 58,24 triliun.

Sementara itu Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengusulkan tambahan Rp 50 triliun dari pagu indikatif sebelumnya.

Lalu, Kejaksaan Agung (Kejagung) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 22,1 triliun dan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) sebesar Rp 6,62 triliun.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Bank Raksasa Beri Warning, 3 Kondisi Jelang Krisis 1997 Kini Muncul!

Bank Raksasa Beri Warning, 3 Kondisi Jelang Krisis 1997 Kini Muncul!

September 20, 2026
US Treasury Tembus Rekor Tertinggi, Ini Efeknya ke Rupiah

US Treasury Tembus Rekor Tertinggi, Ini Efeknya ke Rupiah

September 20, 2026
Mau Kerek Kapasitas Produksi, Pengusaha Keramik Terkendala Gas

Mau Kerek Kapasitas Produksi, Pengusaha Keramik Terkendala Gas

September 20, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .