• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Kami Jaga Fiskal, BI Urus Moneter

Kami Jaga Fiskal, BI Urus Moneter

October 23, 2026
BRI (BBRI) Umumkan Lanjut Buyback Saham, Siapkan Rp1 Triliun

BRI (BBRI) Umumkan Lanjut Buyback Saham, Siapkan Rp1 Triliun

October 23, 2026
IHSG Ditutup Menguat, 10 Saham Ini Diborong Asing

IHSG Ditutup Menguat, 10 Saham Ini Diborong Asing

October 23, 2026
IHSG Parkir di Zona Hijau, Tapi 10 Saham Ini Dibuang Asing

IHSG Parkir di Zona Hijau, Tapi 10 Saham Ini Dibuang Asing

October 23, 2026
SBN Ritel Bidik Rp141 T Tahun Ini, ST017 Jadi Kesempatan Terakhir

SBN Ritel Bidik Rp141 T Tahun Ini, ST017 Jadi Kesempatan Terakhir

October 22, 2026
BYAN Ungkap soal Transaksi Saham, BEI Soroti Harga Jual ke Haji Isam

BYAN Ungkap soal Transaksi Saham, BEI Soroti Harga Jual ke Haji Isam

October 22, 2026
BEI Kembali Kategorikan FILM Sebagai Saham HSC

BEI Kembali Kategorikan FILM Sebagai Saham HSC

October 22, 2026
BMRI Dongkrak Kinerja Lewat Ekosistem Digital dan Kualitas Layanan

BMRI Dongkrak Kinerja Lewat Ekosistem Digital dan Kualitas Layanan

October 22, 2026
OJK Ungkap Minat IPO Tidak Turun, Ada Bank Ngantre di Pipeline

OJK Ungkap Minat IPO Tidak Turun, Ada Bank Ngantre di Pipeline

October 22, 2026
Kemenkeu Tanggapi Efek MSCI: Ekonomi RI Tetap Kuat!

Kemenkeu Tanggapi Efek MSCI: Ekonomi RI Tetap Kuat!

October 22, 2026
Racikan Jamu BI di Tengah Gejolak Global

Racikan Jamu BI di Tengah Gejolak Global

October 22, 2026
Pasar Diguncang MSCI, Yield SBN RI Tembus 7,4%, Kemenkeu Buka Suara

Pasar Diguncang MSCI, Yield SBN RI Tembus 7,4%, Kemenkeu Buka Suara

October 22, 2026
Waskita Karya Catat Kenaikan Pendapatan Hingga 53,73%

Waskita Karya Catat Kenaikan Pendapatan Hingga 53,73%

October 22, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, October 23, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Kami Jaga Fiskal, BI Urus Moneter

52 minutes ago
in Market
Kami Jaga Fiskal, BI Urus Moneter
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan akan menjaga disiplin fiskal di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Kemenkeu juga memastikan koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) terus dilakukan untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional.

Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sistem Keuangan (SPSK) Kementerian Keuangan Herman Saheruddin menyampaikan bahwa penanganan rupiah dari sisi moneter merupakan ranah BI. Namun, guna menopang stabilitasnya, Kemenkeu akan fokus menjaga kondisi fiskal.

“Kalau dari rupiah, teman-teman BI yang bisa jawab lebih detail. Prinsipnya adalah kalau dari sisi kami, kita jaga sisi fiskalnya,” ujar Herman saat ditemui awak media, Kamis (22/10/2026).

Dia menegaskan pemerintah menghormati independensi BI dalam menjalankan kebijakan moneter. Menurutnya, kebijakan fiskal dan moneter harus berjalan beriringan untuk menjaga stabilitas ekonomi.

“Dari segi moneter, BI kita hormati independensi BI, dan kita dari sisi sovereign, kita jaga fiskal. Dan fiskal moneter ini seperti kita saling bersinergi kayak tim,” katanya.

Herman mengibaratkan koordinasi pemerintah dan bank sentral seperti sebuah tim yang memiliki peran berbeda, tetapi bekerja untuk mencapai tujuan bersama.

“Kadang ada yang harus defend, kadang ada yang di posisi attacking, kadang ada yang harus playmaker dan sebagainya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Herman menyinggung sejumlah kebijakan BI yang telah ditempuh untuk mendukung perekonomian, termasuk penurunan giro wajib minimum (GWM), sementara suku bunga acuan masih dipertahankan.

“Teman-teman BI kemarin juga sudah memberikan beberapa kebijakan juga. GWM-nya diturunkan, suku bunga masih ditahan,” kata Herman.

Dia pun mengajak masyarakat untuk tetap optimistis terhadap perekonomian Indonesia di tengah dinamika pasar keuangan.

“Jadi saya pikir sih be confident on our country,” tuturnya.

Sebagai catatan, mata uang Garuda kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Kamis (22/10/2026), meskipun indeks dolar AS bergerak melemah.

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah ditutup di level Rp18.045/US$, melemah 0,25% atau 45 poin dibandingkan penutupan Rabu (21/10/2026) di posisi Rp18.000/US$.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BRI (BBRI) Umumkan Lanjut Buyback Saham, Siapkan Rp1 Triliun

BRI (BBRI) Umumkan Lanjut Buyback Saham, Siapkan Rp1 Triliun

October 23, 2026
Kami Jaga Fiskal, BI Urus Moneter

Kami Jaga Fiskal, BI Urus Moneter

October 23, 2026
IHSG Ditutup Menguat, 10 Saham Ini Diborong Asing

IHSG Ditutup Menguat, 10 Saham Ini Diborong Asing

October 23, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .