
Jakarta, CNBC Indonesia – Danantara bersama Badan Pengelola (BP) BUMN mempercepat restrukturisasi PTPN I. Percepatan ini bertujuan untuk memperkuat kinerja keuangan, menata portofolio usaha, dan membangun fondasi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Percepatan restrukturisasi itu dibahas oleh Kepala BP BUMN yang sekaligus menjabat sebagai COO Danantara Dony Oskaria bersama jajaran Direksi PTPN Group di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Dony mengatakan restrukturisasi perusahaan pelat merah perkebunan itu diarahkan untuk memastikan seluruh entitas PTPN Group memiliki kondisi keuangan yang sehat dan kemampuan untuk mengembangkan bisnisnya.
Menurut Dony perbaikan kinerja PTPN I mulai terlihat dari EBITDA yang telah positif senilai Rp1,9 triliun. Sinergi dengan PalmCo juga menjadi salah satu faktor pendukung dalam memperkuat kondisi keuangan grup.
“Intinya kita ingin semuanya sehat. PTPN I sehat, PTPN IV sehat, SugarCo-nya sehat sehingga mereka memiliki kemampuan untuk mengekspansi bisnisnya,” ujar Dony dalam keterangan resmi, Selasa (27/10/2026).
Melalui restrukturisasi ini, BP BUMN dan Danantara mendorong PTPN Group memperkuat kinerja seluruh entitas secara menyeluruh, sehingga masing-masing perusahaan memiliki fondasi keuangan yang sehat, tata kelola yang lebih kuat, dan kapasitas untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Adapun, langkah restrukturisasi PTPN I dilakukan melalui penataan aset, struktur pembiayaan, dan optimalisasi sinergi antarentitas PTPN Group. Salah satu pendekatan yang disiapkan adalah transaksi non-tunai (non-cash) untuk membantu mengurangi beban perusahaan, termasuk melalui skema inovasi transaksi atau set-off.
“Penguatan tata kelola investasi juga menjadi bagian dari upaya memastikan setiap keputusan bisnis dilakukan secara terukur dan mendukung keberlanjutan perusahaan,” katanya.
Di sisi operasional, PTPN I menyiapkan program peningkatan produktivitas komoditas unggulan, terutama karet, teh, dan kopi. Restrukturisasi bisnis ditargetkan terlaksana pada 1 Januari 2027, kemudian dilanjutkan dengan langkah-langkah perbaikan operasional agar perusahaan memiliki fundamental yang lebih kuat dan mampu meningkatkan daya saing.
Dony menegaskan, penataan PTPN Group harus menghasilkan perusahaan-perusahaan yang sehat dan solid, bukan sekadar mengubah struktur organisasi atau kepemilikan.
“Saya tidak mungkin membiarkan ada perusahaan yang rugi karena konsep penataan seluruh perusahaan ini kan justru menjadikan perusahaan ini solid semua, sehat-sehat semua. Nanti performance manajemennya juga sama,” ujar Dony.
(asr/asr)


















