Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tidak menampik adanya keluhan perbankan, terutama bank BUKU 2 dan 3, soal likuiditas yang ketat. Keluhan ini terungkap di tengah upaya pemerintah menyuntikan likuiditas dari sisa anggaran lebih (SAL) ke bank Himbara.
Purbaya menegaskan jajarannya mengandalkan bantuan manajemen kas atau management cash ke bank BUKU empat yang kemudian merambat ke bank BUKU 2 dan 3. Sebagai catatan, bank BUKU 4 adalah bank dengan modal inti paling sedikit Rp30 triliun. Istilah ini sekarang lebih dikenal sebagai Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 4.
“Kita harapkan bantuan atau manajemen cash. Soalnya itu bisa membantu ke Bank Buku 4. Nanti itu harusnya pelan-pelan turun ke BUKU 2 dan BUKU 3,” kata Purbaya kepada awak media usai Konferensi Pers APBN di Gedung Juanda, Selasa (21/7/2026).
“Kita kasih ke BUKU 4 kan (bantuan cash). Nanti ke BUKU 3, BUKU 2, BUKU 1 pelan-pelan akan menyebar,” ujarnya.
Seperti diketahui, pemerintah Pemerintah akan menempatkan kembali dana Rp281 triliun ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) baik di bank BUKU 3 dan 4. Adapun dana sebesar Rp100 triliun juga disiagakan jika perbankan tiba-tiba membutuhkan.
Purbaya juga menyoroti kinerja bank pemerintah daerah atau BPD yang memiliki pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga minus. BPD tersebut kata Purbaya, akan ditinjau oleh Purbaya untuk ditempatkan dana seperti yang sudah dilakukan kepada bank Himbara sebelumnya.
“Ada beberapa (BPD) yang kita lihat kreditnya negatif. DPK-nya negatifnya kencang sekali. Saya coba lihat nanti bisa nggak saya taruh langsung uang sebagian di bank-bank BPD itu,” Purbaya.
(haa/haa)
Add
as a preferred
source on Google


















