• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Laba KAI Anjlok Meski Pendapatan Naik, Gegara Whoosh?

Laba KAI Anjlok Meski Pendapatan Naik, Gegara Whoosh?

July 31, 2026
Makin Bengkak, Rugi Pemegang Saham Whoosh Tembus Rp 5,13 T

Makin Bengkak, Rugi Pemegang Saham Whoosh Tembus Rp 5,13 T

July 31, 2026
Pendapatan Semester I Melesat 25%, MDIY Ungkap Alasannya

Pendapatan Semester I Melesat 25%, MDIY Ungkap Alasannya

July 31, 2026
Drone Serang Pelabuhan Mesir, Rupiah Tertahan di Rp 18.000/USD

Drone Serang Pelabuhan Mesir, Rupiah Tertahan di Rp 18.000/USD

July 31, 2026
Emiten RI Ini Umumkan Ganti Pemilik, Pengendali Baru Kuasai 51% Saham

Emiten RI Ini Umumkan Ganti Pemilik, Pengendali Baru Kuasai 51% Saham

July 31, 2026
Harga Minyak Turun Lagi, Pasar Cerna Rencana Koalisi Laut Saudi

Harga Minyak Turun Lagi, Pasar Cerna Rencana Koalisi Laut Saudi

July 31, 2026
Dikabarkan Merger Dengan Pelita Air, Bos Garuda Indonesia Buka Suara

Dikabarkan Merger Dengan Pelita Air, Bos Garuda Indonesia Buka Suara

July 31, 2026
Destry Damayanti Tegaskan Fokus Utama Terkini BI: Inflasi dan Rupiah

Destry Damayanti Tegaskan Fokus Utama Terkini BI: Inflasi dan Rupiah

July 31, 2026
Terbaru! Ini Daftar 5 Orang Paling Tajir Dimuka Bumi

Terbaru! Ini Daftar 5 Orang Paling Tajir Dimuka Bumi

July 31, 2026
Belum Sampaikan Laporan Keuangan, BEI Gembok Perdagangan 72 Emiten

Belum Sampaikan Laporan Keuangan, BEI Gembok Perdagangan 72 Emiten

July 31, 2026
Dunia Akan Hadapi Era Suku Bunga Tinggi

Dunia Akan Hadapi Era Suku Bunga Tinggi

July 31, 2026
Rupiah Menguat, Dolar AS Turun ke Rp18.040

Rupiah Menguat, Dolar AS Turun ke Rp18.040

July 31, 2026
IHSG Dibuka Menguat 0,54% Balik Lagi ke Level 6.200

IHSG Dibuka Menguat 0,54% Balik Lagi ke Level 6.200

July 31, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, July 31, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Laba KAI Anjlok Meski Pendapatan Naik, Gegara Whoosh?

2 hours ago
in Market
Laba KAI Anjlok Meski Pendapatan Naik, Gegara Whoosh?
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatatkan penurunan laba pada semester I-2026, meskipun pada periode yang sama pendapatan perseroan mampu tumbuh.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026, KAI membukukan pendapatan Rp 17,96 triliun, naik 6,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 16,85 triliun. Laba usaha (operating profit) juga tumbuh signifikan 25,8% menjadi Rp 4,66 triliun dari sebelumnya Rp 3,71 triliun.

Namun ironisnya, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada perseroan justru anjlok drastis menjadi hanya Rp 314,03 miliar, terjun 73,5% dibandingkan Rp 1,18 triliun pada semester I-2025.

Jika ditelusuri, penurunan laba bersih KAI sama sekali tidak berasal dari kinerja bisnis inti angkutan penumpang maupun logistik. Justru dari sisi operasional, kinerja KAI membaik: laba bruto naik dari Rp 5,72 triliun menjadi Rp 6,79 triliun, dan laba usaha tumbuh double digit.

Penyebab utama anjloknya laba bersih ada pada pos “Bagian Rugi Bersih Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama”. Pos ini melonjak menjadi minus Rp 2,99 triliun pada semester I-2026, dari sebelumnya minus Rp 948,2 miliar di semester I-2025 — naik lebih dari 3 kali lipat.

Pos inilah yang langsung “memakan habis” hampir seluruh pertumbuhan laba usaha KAI, sehingga laba sebelum pajak justru anjlok dari Rp 1,86 triliun menjadi hanya Rp 842,69 miliar.

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh (KCIC) Biang Keroknya?

Berdasarkan catatan atas laporan keuangan (Catatan 14), sumber utama kerugian tersebut berasal dari PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) — entitas ventura bersama yang 58,53% sahamnya dimiliki oleh KAI. PSBI adalah kendaraan investasi konsorsium BUMN yang menjadi pemegang saham mayoritas di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), operator kereta cepat Jakarta-Bandung, Whoosh.

Berdasarkan data di laporan keuangan, PSBI membukukan rugi neto sebesar Rp 5,13 triliun untuk periode berjalan, dengan total aset Rp 21,53 triliun dan total liabilitas yang hampir setara yaitu Rp 21,55 triliun. Hal ini mengindikasikan tekanan keuangan yang berat pada entitas tersebut, yang notabene merupakan representasi konsolidasi kinerja proyek Whoosh.

Karena KAI mencatat investasinya di PSBI menggunakan metode ekuitas (equity method) dengan porsi kepemilikan 58,53%, maka rugi PSBI tersebut turut “menggerus” laba KAI secara proporsional. Tercatat, bagian rugi neto KAI dari investasinya di PSBI mencapai Rp 3,005 triliun pada semester I-2026, naik dari Rp 2,92 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Akibatnya, nilai tercatat (carrying value) investasi KAI di PSBI pun tergerus signifikan, dari Rp 4,79 triliun pada akhir 2025 menjadi tinggal Rp 1,79 triliun per 30 Juni 2026.

Sebagai gambaran, KAI juga selama ini turut mendanai KCIC secara tidak langsung melalui skema pinjaman pemegang saham (shareholder loan) kepada PSBI, di mana total pinjaman yang telah dicairkan KAI kepada PSBI mencapai lebih dari Rp 1,72 triliun per akhir Juni 2026.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Makin Bengkak, Rugi Pemegang Saham Whoosh Tembus Rp 5,13 T

Makin Bengkak, Rugi Pemegang Saham Whoosh Tembus Rp 5,13 T

July 31, 2026
Pendapatan Semester I Melesat 25%, MDIY Ungkap Alasannya

Pendapatan Semester I Melesat 25%, MDIY Ungkap Alasannya

July 31, 2026
Drone Serang Pelabuhan Mesir, Rupiah Tertahan di Rp 18.000/USD

Drone Serang Pelabuhan Mesir, Rupiah Tertahan di Rp 18.000/USD

July 31, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .