• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Likuiditas Tebal Tapi Kredit Bank Seret, Pengusaha Wait and See?

Likuiditas Tebal Tapi Kredit Bank Seret, Pengusaha Wait and See?

December 10, 2025
Bos BI Ungkap Strategi Bank Sentral Sukses Perkuat Rupiah

Bos BI Ungkap Strategi Bank Sentral Sukses Perkuat Rupiah

August 19, 2026
Awas Meledak! Krisis Kredit Macet China Makin Mengerikan

Awas Meledak! Krisis Kredit Macet China Makin Mengerikan

August 19, 2026
Pemerintah Bakal Tertibkan Bank yang Masih Salurkan Dana Talangan Haji

Pemerintah Bakal Tertibkan Bank yang Masih Salurkan Dana Talangan Haji

August 19, 2026
Teropong Potensi BI Rate Naik & Nasib Rupiah Hingga Akhir Tahun

Teropong Potensi BI Rate Naik & Nasib Rupiah Hingga Akhir Tahun

August 19, 2026
Bank Mega Resmikan Kantor Regional Jakarta 3

Bank Mega Resmikan Kantor Regional Jakarta 3

August 19, 2026
400.000 Antrean Haji Invalid, Potensi Rekening Dorman Rp10 T

400.000 Antrean Haji Invalid, Potensi Rekening Dorman Rp10 T

August 19, 2026
BI Rilis Skema Lindungi Aset Rupiah Investor Global dari Gejolak Kurs

BI Rilis Skema Lindungi Aset Rupiah Investor Global dari Gejolak Kurs

August 19, 2026
Direktur Astra (ASII) Borong Saham Rp 2,4 Miliar

Direktur Astra (ASII) Borong Saham Rp 2,4 Miliar

August 19, 2026
IHSG Terkoreksi 0,86% Terseret Kinerja Saham Bayan Resources (BYAN)

IHSG Terkoreksi 0,86% Terseret Kinerja Saham Bayan Resources (BYAN)

August 19, 2026
Garuda (GIAA) Ungkap Alasan Pemberhentian Direktur Niaga Reza Aulia

Garuda (GIAA) Ungkap Alasan Pemberhentian Direktur Niaga Reza Aulia

August 19, 2026
Bank RI Kini Bisa Fasilitasi Renminbi China, Permintaan Rp713 T/Tahun

Bank RI Kini Bisa Fasilitasi Renminbi China, Permintaan Rp713 T/Tahun

August 19, 2026
Semua Direksi & Komisaris Mitrabahtera (MBSS) Kompak Mundur, Ada Apa?

Semua Direksi & Komisaris Mitrabahtera (MBSS) Kompak Mundur, Ada Apa?

August 19, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, August 19, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Likuiditas Tebal Tapi Kredit Bank Seret, Pengusaha Wait and See?

8 months ago
in ENTREPRENEUR
Likuiditas Tebal Tapi Kredit Bank Seret, Pengusaha Wait and See?
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Pertumbuhan kredit di Indonesia belum melesat meski kondisi likuiditas perbankan terbilang longgar. Situasi ini terjadi karena pelaku usaha masih bersikap wait and see sebelum menarik kredit baru untuk ekspansi.

Ketua Umum Perbanas Hery Gunardi mengatakan, sepanjang 2025 likuiditas perbankan berada pada posisi yang sangat kuat. Hal ini tercermin dari rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) industri yang terus turun.

Ia menjelaskan bahwa regulasi OJK dan Bank Indonesia menetapkan batas LDR di bawah 92%, sementara posisi industri saat ini berada di kisaran 84%.

“Artinya apa? Bank punya uang, bank punya likuiditas untuk ekspansi.Nah itu terjadi kenapa? Karena memang kita lihat belakangan ini pemerintah dan juga Bank Indonesia sangat aktif gitu, kita namakan pro-growth,” jelas Hery dalam Konferensi Pers Perbanas di Jakarta, Rabu, (10/12/2025).

Menurut Hery, kondisi likuiditas yang longgar ini juga dipengaruhi kebijakan pro-growth pemerintah dan Bank Indonesia. Salah satu bentuknya adalah relaksasi giro wajib minimum (GWM) yang memperluas kapasitas penyaluran kredit.

Ia menambahkan bahwa pada 2023 instrumen SRBI sempat menarik karena menawarkan imbal hasil tinggi dan bersaing dengan deposito bank. Namun, dengan likuiditas yang kini sangat ample, bank dapat menurunkan cost of fund dan menjadi lebih kompetitif dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sisi lain, Hery mencatat bahwa nilai kredit yang belum dicairkan atau undisbursed loan masih relatif tinggi. Hal ini menunjukkan banyak debitur yang sudah memperoleh plafon kredit namun menunda pencairan karena menunggu momentum bisnis yang lebih pasti.

“Artinya apa? Artinya banyak para dibitur yang tadi sudah mendapatkan kredit atau pembiayaan dari bank dengan alasan tertentu mungkin wait and see atau melihat peluang yang ada, masih menunggu untuk menarik dananya dalam hal melakukan ekspansi bisnis,” jelas Hery.

Faktor lain yang menahan penyerapan kredit adalah melemahnya daya beli masyarakat menengah ke bawah. Kondisi ini membuat permintaan kredit konsumsi tidak sekuat tahun-tahun sebelumnya

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bidang Riset dan Kajian Ekonomi dan Perbankan Perbanas Aviliani menambahkan, 68% pelaku usaha menilai tiga stimulus positif dan memperkuat sektor riil. Ketiga stimulus tersebut adalah penempatan dana Rp200 triliun hingga penurunan suku bunga dan GWM oleh BI.

Namun, hanya 39% perusahaan yang menyatakan siap berinvestasi dalam waktu dekat. Hal ini menunjukkan sikap wait and see masih dominan di kalangan pelaku usaha.

Selain itu, baru 36% perusahaan yang merasakan dampak positif dari kebijakan yang telah diberikan. Artinya, sekitar 60% pelaku usaha menilai kebijakan tersebut belum berdampak signifikan.

“Berarti masih ada 60% yang mengatakan tidak berdampak. Nah ini menunjukkan bahwa perlu kebijakan-kebijakan pemerintah yang membuat mereka lebih percaya lagi untuk melakukan ekspansi,” kata dia.

(ayh/ayh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Bos BI Ungkap Strategi Bank Sentral Sukses Perkuat Rupiah

Bos BI Ungkap Strategi Bank Sentral Sukses Perkuat Rupiah

August 19, 2026
Awas Meledak! Krisis Kredit Macet China Makin Mengerikan

Awas Meledak! Krisis Kredit Macet China Makin Mengerikan

August 19, 2026
Pemerintah Bakal Tertibkan Bank yang Masih Salurkan Dana Talangan Haji

Pemerintah Bakal Tertibkan Bank yang Masih Salurkan Dana Talangan Haji

August 19, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .