• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Likuiditas Tebal Tapi Kredit Bank Seret, Pengusaha Wait and See?

Likuiditas Tebal Tapi Kredit Bank Seret, Pengusaha Wait and See?

December 10, 2025
IHSG Pangkas Koreksi di Akhir Sesi 1, Parkir di Level 6.496

IHSG Pangkas Koreksi di Akhir Sesi 1, Parkir di Level 6.496

August 26, 2026
Adik Prabowo Mau Sulap CO2 Jadi Aset Bernilai Tinggi

Adik Prabowo Mau Sulap CO2 Jadi Aset Bernilai Tinggi

August 26, 2026
DPR Ungkit Target Kurs Mantan Bos BI Rp16.500/US$, Ini Kata Destry

DPR Ungkit Target Kurs Mantan Bos BI Rp16.500/US$, Ini Kata Destry

August 26, 2026
Calon Gubernur BI Mau Lanjutkan Ekspansi QRIS, Ungkap Nasib Uang Tunai

Calon Gubernur BI Mau Lanjutkan Ekspansi QRIS, Ungkap Nasib Uang Tunai

August 26, 2026
Video: Bos Sekuritas Nilai Target PDB

Video: Bos Sekuritas Nilai Target PDB

August 26, 2026
Kejar Cuan Era Ketidakpastian, Hotel Fokus Genjot Okupanssi

Kejar Cuan Era Ketidakpastian, Hotel Fokus Genjot Okupanssi

August 26, 2026
Calon Gubernur BI Destry Soroti Undisbursed Loan Tembus Rp2.548 T

Calon Gubernur BI Destry Soroti Undisbursed Loan Tembus Rp2.548 T

August 26, 2026
Satu Visi (VISI) Mau Private Placement dan Akuisisi, Ini Bocorannya

Satu Visi (VISI) Mau Private Placement dan Akuisisi, Ini Bocorannya

August 26, 2026
Destry Soroti Total Kredit Belum Ditarik, Tembus Rp2.548 T

Destry Soroti Total Kredit Belum Ditarik, Tembus Rp2.548 T

August 26, 2026
Arkora Hydro (ARKO) Caplok 99,9% Saham Endorshine

Arkora Hydro (ARKO) Caplok 99,9% Saham Endorshine

August 26, 2026
Trump Didemo Soal Batu Bara hingga Harga Minyak Longsor

Trump Didemo Soal Batu Bara hingga Harga Minyak Longsor

August 26, 2026
Jadi Calon Gubernur BI, Begini Cara Destry Damayanti Jaga Rupiah

Jadi Calon Gubernur BI, Begini Cara Destry Damayanti Jaga Rupiah

August 26, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, August 26, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Likuiditas Tebal Tapi Kredit Bank Seret, Pengusaha Wait and See?

9 months ago
in ENTREPRENEUR
Likuiditas Tebal Tapi Kredit Bank Seret, Pengusaha Wait and See?
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Pertumbuhan kredit di Indonesia belum melesat meski kondisi likuiditas perbankan terbilang longgar. Situasi ini terjadi karena pelaku usaha masih bersikap wait and see sebelum menarik kredit baru untuk ekspansi.

Ketua Umum Perbanas Hery Gunardi mengatakan, sepanjang 2025 likuiditas perbankan berada pada posisi yang sangat kuat. Hal ini tercermin dari rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) industri yang terus turun.

Ia menjelaskan bahwa regulasi OJK dan Bank Indonesia menetapkan batas LDR di bawah 92%, sementara posisi industri saat ini berada di kisaran 84%.

“Artinya apa? Bank punya uang, bank punya likuiditas untuk ekspansi.Nah itu terjadi kenapa? Karena memang kita lihat belakangan ini pemerintah dan juga Bank Indonesia sangat aktif gitu, kita namakan pro-growth,” jelas Hery dalam Konferensi Pers Perbanas di Jakarta, Rabu, (10/12/2025).

Menurut Hery, kondisi likuiditas yang longgar ini juga dipengaruhi kebijakan pro-growth pemerintah dan Bank Indonesia. Salah satu bentuknya adalah relaksasi giro wajib minimum (GWM) yang memperluas kapasitas penyaluran kredit.

Ia menambahkan bahwa pada 2023 instrumen SRBI sempat menarik karena menawarkan imbal hasil tinggi dan bersaing dengan deposito bank. Namun, dengan likuiditas yang kini sangat ample, bank dapat menurunkan cost of fund dan menjadi lebih kompetitif dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sisi lain, Hery mencatat bahwa nilai kredit yang belum dicairkan atau undisbursed loan masih relatif tinggi. Hal ini menunjukkan banyak debitur yang sudah memperoleh plafon kredit namun menunda pencairan karena menunggu momentum bisnis yang lebih pasti.

“Artinya apa? Artinya banyak para dibitur yang tadi sudah mendapatkan kredit atau pembiayaan dari bank dengan alasan tertentu mungkin wait and see atau melihat peluang yang ada, masih menunggu untuk menarik dananya dalam hal melakukan ekspansi bisnis,” jelas Hery.

Faktor lain yang menahan penyerapan kredit adalah melemahnya daya beli masyarakat menengah ke bawah. Kondisi ini membuat permintaan kredit konsumsi tidak sekuat tahun-tahun sebelumnya

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bidang Riset dan Kajian Ekonomi dan Perbankan Perbanas Aviliani menambahkan, 68% pelaku usaha menilai tiga stimulus positif dan memperkuat sektor riil. Ketiga stimulus tersebut adalah penempatan dana Rp200 triliun hingga penurunan suku bunga dan GWM oleh BI.

Namun, hanya 39% perusahaan yang menyatakan siap berinvestasi dalam waktu dekat. Hal ini menunjukkan sikap wait and see masih dominan di kalangan pelaku usaha.

Selain itu, baru 36% perusahaan yang merasakan dampak positif dari kebijakan yang telah diberikan. Artinya, sekitar 60% pelaku usaha menilai kebijakan tersebut belum berdampak signifikan.

“Berarti masih ada 60% yang mengatakan tidak berdampak. Nah ini menunjukkan bahwa perlu kebijakan-kebijakan pemerintah yang membuat mereka lebih percaya lagi untuk melakukan ekspansi,” kata dia.

(ayh/ayh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
IHSG Pangkas Koreksi di Akhir Sesi 1, Parkir di Level 6.496

IHSG Pangkas Koreksi di Akhir Sesi 1, Parkir di Level 6.496

August 26, 2026
Adik Prabowo Mau Sulap CO2 Jadi Aset Bernilai Tinggi

Adik Prabowo Mau Sulap CO2 Jadi Aset Bernilai Tinggi

August 26, 2026
DPR Ungkit Target Kurs Mantan Bos BI Rp16.500/US$, Ini Kata Destry

DPR Ungkit Target Kurs Mantan Bos BI Rp16.500/US$, Ini Kata Destry

August 26, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .