• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Mesin Kredit OCBC (NISP) Loyo

Mesin Kredit OCBC (NISP) Loyo

May 7, 2026
IHSG Dibuka Merah Jelang Libur Panjang, Pasar Wait and See

IHSG Dibuka Merah Jelang Libur Panjang, Pasar Wait and See

May 26, 2026
Rupiah Dibuka Stagnan, Dolar AS Bertengger di Rp17.730 Pagi Ini

Rupiah Dibuka Stagnan, Dolar AS Bertengger di Rp17.730 Pagi Ini

May 26, 2026
Pemerintah Godok KPR 40 Tahun, Bos BRI Bilang Gini

Pemerintah Godok KPR 40 Tahun, Bos BRI Bilang Gini

May 26, 2026
Ada BRIS, SSIA, hingga ISAT

Ada BRIS, SSIA, hingga ISAT

May 26, 2026
Bursa Asia Bergerak Variatif, Kospi Bikin Rekor Baru

Bursa Asia Bergerak Variatif, Kospi Bikin Rekor Baru

May 26, 2026
Net Sell Asing Bengkak Lagi, Saham Ini Diam-Diam Diborong

Net Sell Asing Bengkak Lagi, Saham Ini Diam-Diam Diborong

May 26, 2026
Kenapa Asing Net Sell Rp 2,1 T, tapi IHSG Tetap Hijau?

Kenapa Asing Net Sell Rp 2,1 T, tapi IHSG Tetap Hijau?

May 26, 2026
Net Sell Tembus Rp2,2 T, Empat Saham Prajogo Dilepas Asing

Net Sell Tembus Rp2,2 T, Empat Saham Prajogo Dilepas Asing

May 26, 2026
Empat Saham Prajogo Dilepas Asing, Net Sell Tembus Rp2,2 T

Empat Saham Prajogo Dilepas Asing, Net Sell Tembus Rp2,2 T

May 26, 2026
BEI Upayakan Emiten RI Kembali Masuk Indeks Bergengsi Global

BEI Upayakan Emiten RI Kembali Masuk Indeks Bergengsi Global

May 25, 2026
Dicecar Terkait Kepemilikan Saham BAPA, Belvin Tannadi Buka Suara

Dicecar Terkait Kepemilikan Saham BAPA, Belvin Tannadi Buka Suara

May 25, 2026
Nilai Tukar Rupiah Rekor Terendah Baru, Dolar AS Tembus Rp17.730

Nilai Tukar Rupiah Rekor Terendah Baru, Dolar AS Tembus Rp17.730

May 25, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, May 26, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Mesin Kredit OCBC (NISP) Loyo

3 weeks ago
in ENTREPRENEUR
Mesin Kredit OCBC (NISP) Loyo
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Pertumbuhan kredit PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) melambat tajam pada kuartal I-2026. Di tengah kondisi likuiditas yang justru membaik.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, kredit OCBC per Maret 2026 tercatat sebesar Rp170,56 triliun. Angka ini hanya tumbuh sekitar 1,3% secara tahunan (year on year/yoy) dibanding posisi Maret 2025 sebesar Rp168,42 triliun.

Padahal pada periode sebelumnya, laju pertumbuhan kredit masih cukup kencang. Kredit OCBC pada Maret 2025 tumbuh sekitar 10,8% yoy dibanding Maret 2024 yang sebesar Rp152,09 triliun. Artinya, terjadi perlambatan signifikan dalam ekspansi kredit sepanjang setahun terakhir dan bahkan bila dibandingkan dengan posisi Desember 2025 sudah mengalami kontraksi. 

Menariknya, perlambatan kredit ini terjadi ketika dana murah atau current account savings account (CASA) justru meningkat. Giro nasabah naik menjadi Rp77,92 triliun per Maret 2026 dari Rp53,16 triliun setahun sebelumnya, sementara tabungan meningkat menjadi Rp62,25 triliun dari Rp55,35 triliun.

Di sisi lain, deposito berjangka turun tajam menjadi Rp86,22 triliun dari Rp109,19 triliun pada periode yang sama.

Kondisi ini menunjukkan struktur pendanaan OCBC membaik karena ketergantungan terhadap dana mahal mulai berkurang. Namun likuiditas yang lebih longgar belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi ekspansi kredit agresif.

Kendati demikian margin bank mengalami koreksi. Margin bersih (NIM) turun 10 basis poin secara tahunan menjadi 4%. 

Langkah konservatif tersebut terlihat dari pencadangan kredit bermasalah yang kembali meningkat. Pada kuartal I-2026, OCBC membentuk cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) aset keuangan sebesar Rp280,43 miliar. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, bank masih mencatat pembalikan cadangan sebesar Rp48,88 miliar.

Meski pertumbuhan kredit melambat dan biaya pencadangan meningkat, laba bersih OCBC masih naik. Perseroan membukukan laba bersih Rp1,36 triliun pada kuartal I-2026, meningkat dari Rp1,29 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan laba ditopang oleh perbaikan margin bunga bersih seiring turunnya beban bunga. Beban bunga tercatat turun menjadi Rp1,59 triliun dari sebelumnya Rp1,93 triliun.

Presiden Direktur OCBC Parwati Surjaudaja mengatakan bahwa bank melakukan pertumbuhan yang berhati-hati. “Pertumbuhan kredit yang tetap positif mencerminkan komitmen kami dalam mendukung kebutuhan nasabah dan perekonomian, sementara peningkatan CASA menunjukkan kepercayaan nasabah yang semakin kuat terhadap layanan kami,” katanya. 

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
Did Channel 9, “A Current Affair”, journalist Margueritte Rossi commit a criminal offence by aiding and abetting a corporate extortion and blackmail attempt?

Did Channel 9, “A Current Affair”, journalist Margueritte Rossi commit a criminal offence by aiding and abetting a corporate extortion and blackmail attempt?

January 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
IHSG Dibuka Merah Jelang Libur Panjang, Pasar Wait and See

IHSG Dibuka Merah Jelang Libur Panjang, Pasar Wait and See

May 26, 2026
Rupiah Dibuka Stagnan, Dolar AS Bertengger di Rp17.730 Pagi Ini

Rupiah Dibuka Stagnan, Dolar AS Bertengger di Rp17.730 Pagi Ini

May 26, 2026
Pemerintah Godok KPR 40 Tahun, Bos BRI Bilang Gini

Pemerintah Godok KPR 40 Tahun, Bos BRI Bilang Gini

May 26, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .