• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Nelayan Cirebon Mancing di Laut Jawa, Nyangkut Harta Karun Rp 720 M

Nelayan Cirebon Mancing di Laut Jawa, Nyangkut Harta Karun Rp 720 M

July 17, 2025
Purbaya Anggap Destry Cocok Pimpin BI, Sebut Alasan Ini

Purbaya Anggap Destry Cocok Pimpin BI, Sebut Alasan Ini

July 28, 2026
Sebagai Undangan & Tanpa Hak Suara

Sebagai Undangan & Tanpa Hak Suara

July 28, 2026
Purbaya Anggap Destry Cocok Jadi Pimpin BI, Sebut Alasan Ini

Purbaya Anggap Destry Cocok Jadi Pimpin BI, Sebut Alasan Ini

July 28, 2026
Purbaya Pimpin Rapat Perdana KSSK Plus Danantara, Ini Hasilnya!

Purbaya Pimpin Rapat Perdana KSSK Plus Danantara, Ini Hasilnya!

July 28, 2026
Rapat Perdana KSSK Plus Danantara, Purbaya: Berlangsung Amat Dinamis

Rapat Perdana KSSK Plus Danantara, Purbaya: Berlangsung Amat Dinamis

July 28, 2026
Purbaya, Pjs Gubernur BI hingga OJK Kumpul di Kantor LPS, Ada Apa?

Purbaya, Pjs Gubernur BI hingga OJK Kumpul di Kantor LPS, Ada Apa?

July 28, 2026
BCA (BBCA) Kantongi Laba Rp 29,5 T di Semester 1 2026

BCA (BBCA) Kantongi Laba Rp 29,5 T di Semester 1 2026

July 28, 2026
Bankir Cemas Likuiditas Kering di Era Suku Bunga Tinggi

Bankir Cemas Likuiditas Kering di Era Suku Bunga Tinggi

July 28, 2026
IHSG Lemas di Sesi 2, Ditutup Turun 0,89%

IHSG Lemas di Sesi 2, Ditutup Turun 0,89%

July 28, 2026
Rupiah Lanjut Melemah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp18.055

Rupiah Lanjut Melemah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp18.055

July 28, 2026
Investor Catat! BNI (BBNI) Mau Buyback Saham Rp 627 Miliar

Investor Catat! BNI (BBNI) Mau Buyback Saham Rp 627 Miliar

July 28, 2026
Awas Snapboost! Modus Dugaan Penipuan Like & Share di Tiktok Cs

Awas Snapboost! Modus Dugaan Penipuan Like & Share di Tiktok Cs

July 28, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, July 28, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Nelayan Cirebon Mancing di Laut Jawa, Nyangkut Harta Karun Rp 720 M

1 year ago
in ENTREPRENEUR
Nelayan Cirebon Mancing di Laut Jawa, Nyangkut Harta Karun Rp 720 M
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Nasib baik tidak ada yang tahu. Seorang nelayan menemukan harta karun bernilai ratusan miliar rupiah saat sedang melaut mencari ikan.

Peristiwa itu terjadi di tahun 2003 dan masih menjadi sorotan arkeologi dunia hingga kini. Pada suatu pagi, nelayan yang tak disebutkan namanya sedang memancing ikan di Laut Jawa seperti biasa.

Dia berhenti tepat di jarak 70 Km dari pesisir pantai dan di atas kedalaman 50 meter. Di sana memang lokasi ikan lalu-lalang, sehingga dia pun percaya diri tangkapannya bakal melimpah.

Maka, dia pun melepas jaring dan membiarkan benda itu menjerat banyak ikan. Usai menunggu lama, si nelayan yakin tangkapan sudah cukup. Dia lantas bergegas mengangkat jaring. Hanya saja, pengangkatan kali ini terasa berbeda.

Nelayan tersebut merasa jaringnya lebih berat dibanding biasanya. Dengan sekuat tenaga, dia tetap mengangkat jaring hingga masuk ke lambung kapal. Saat dibuka dugaan nelayan terbukti.

Isi jaring bukan hanya ikan, tapi juga ada keramik yang tersangkut. Maka, sesampainya di daratan, dia menindaklanjuti asal-usul keramik tersebut. Berita penemuan keramik pun tersebar.

Singkat cerita, temuan nelayan diduga kuat bukan keramik biasa tapi kepingan dari harta karun melimpah. Setelahnya, dilakukan proyek pencarian oleh perusahaan swasta atas izin pemerintah. Dari sini diketahui di titik temuan nelayan terdapat harta karun melimpah yang berasal dari kapal karam dengan total sangat fantastis.

“Kapal karam di Cirebon terdapat 314.171 keramik yang terdiri dari porselen, piring, mangkuk, dan sebagainya,” tulis peneliti dari Pusat Arkeologi Nasional, Eka Asih dalam “Keramik Muatan Kapal Karam Cirebon” (2016).

Secara spesifik, peneliti Michael S. Krzemnick, dkk, dalam “Radiocarbon Age Dating of 1,000-Year-Old Pearls from the Cirebon Shipwreck” (2017), menyebut, di kapal karam tersebut terdapat 12.000 mutiara bernilai tinggi, ribuan permata dan emas. Situs berita Detik.com (3 April 2012), mewartakan seluruh temuan tersebut ditaksir mencapai Rp720 Miliar.

Harta Karun China di Laut RI?

Terlepas dari seberapa fantastis, temuan nelayan kelak menjadi penemuan harta karun arkeologi bawah laut terbesar pada awal abad ke-21. Diketahui, seluruh temuan keramik berasal dari China, tepatnya era Dinasti Tang sekitar abad ke-9 sampai ke-10 Masehi.

Kala itu, China era Dinasti Tang menjadikan keramik sebagai komoditas serupa ‘harta karun’ bernilai tinggi. Negeri Tirai Bambu banyak melakukan pengiriman melalui kapal laut ke India sebagai salah satu pusat perdagangan dunia.

Biasanya rute melewati Laut China Selatan, Selat Malaka, dan Samudera Hindia. Tapi, kapal angkut yang tenggelam di perairan Cirebon itu bukan spesifik berasal dari Arab atau China.

Mengacu pada riset Eka Asih, kapal berasal dari wilayah Nusantara atau Indonesia sendiri. Hal ini dibuktikan dengan adanya rekonstruksi arkeolog yang membandingkan antara temuan keramik di Cirebon dengan di Sumatera Selatan (Sumsel).

Hasilnya menunjukkan temuan keramik di Cirebon sama seperti temuan keramik di Kesultanan Palembang. Pada waktu sezaman, saat Dinasti Tang memperdagangkan keramik, Kerajaan Sriwijaya sedang mencapai puncak kejayaan, Aktivitas ekonominya terbilang tinggi bahkan diyakini sudah menjangkau China.

Tak heran, di sana juga terdapat temuan-temuan serupa yang bisa menyingkap tabir temuan harta karun di Cirebon. Dari sini diketahui, kapal tersebut diklaim mengangkut keramik China yang diperdagangkan di Sumsel menuju Pantai Utara Jawa di bagian Timur. Sayang, di perairan Cirebon, kapal tersebut karam bersama ribuan harta karun yang dibawa.

Semua itu lantas tenggelam begitu saja di dasar laut sampai akhirnya ditemukan oleh nelayan pada 2003. Kini, peristiwa harta karun itu dikenal sejarah sebagai Cirebon Wreck.

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Nelayan Cirebon Mancing di Laut Jawa, Nyangkut Harta Karun Rp 720 M




Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Purbaya Anggap Destry Cocok Pimpin BI, Sebut Alasan Ini

Purbaya Anggap Destry Cocok Pimpin BI, Sebut Alasan Ini

July 28, 2026
Sebagai Undangan & Tanpa Hak Suara

Sebagai Undangan & Tanpa Hak Suara

July 28, 2026
Purbaya Anggap Destry Cocok Jadi Pimpin BI, Sebut Alasan Ini

Purbaya Anggap Destry Cocok Jadi Pimpin BI, Sebut Alasan Ini

July 28, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .