• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Pakar Sebut Pasar Keuangan Salah Arah, Resesi Besar dalam Waktu Dekat

Pakar Sebut Pasar Keuangan Salah Arah, Resesi Besar dalam Waktu Dekat

May 5, 2026
Per Maret 2026, Transaksi Aset Kripto Tembus Rp 22,24 Triliun

Per Maret 2026, Transaksi Aset Kripto Tembus Rp 22,24 Triliun

May 5, 2026
Ada 4 Paket Calon Direksi BEI Periode 2026-2030

Ada 4 Paket Calon Direksi BEI Periode 2026-2030

May 5, 2026
Hingga April, OJK Kenakan Denda Rp 85 Miliar ke Pelaku Pasar Modal

Hingga April, OJK Kenakan Denda Rp 85 Miliar ke Pelaku Pasar Modal

May 5, 2026
Rupiah Cetak Rekor Terlemah Baru, Dolar AS Kini Tembus Rp17.410

Rupiah Cetak Rekor Terlemah Baru, Dolar AS Kini Tembus Rp17.410

May 5, 2026
Utang Pinjol RI Sudah Tembus Rp100 T, Segini Angka Pinjaman Macet

Utang Pinjol RI Sudah Tembus Rp100 T, Segini Angka Pinjaman Macet

May 5, 2026
Utang Pinjol RI Sudah Tembus Rp100 T, Segini Angka Pinjaman Macet

Utang Pinjol RI Sudah Tembus Rp100 T, Segini Angka Pinjaman Macet

May 5, 2026
Aset Industri Asuransi Tumbuh 4,38% Jadi Rp 1.195 Triliun per Maret

Aset Industri Asuransi Tumbuh 4,38% Jadi Rp 1.195 Triliun per Maret

May 5, 2026
Ekonomi RI Tumbuh 5,61%, Bos Danantara Respons Gini

Ekonomi RI Tumbuh 5,61%, Bos Danantara Respons Gini

May 5, 2026
OJK Buka Kondisi Bank di RI: Kredit Jalan, Duit Numpuk

OJK Buka Kondisi Bank di RI: Kredit Jalan, Duit Numpuk

May 5, 2026
Bos OJK Ungkap Stabilitas Sektor Keuangan RI Terjaga Stabil

Bos OJK Ungkap Stabilitas Sektor Keuangan RI Terjaga Stabil

May 5, 2026
IHSG April Turun 19%, Ini Catatan OJK

IHSG April Turun 19%, Ini Catatan OJK

May 5, 2026
Net Sell Asing Menciut, Dua Saham Paling Banyak Dibeli

Net Sell Asing Menciut, Dua Saham Paling Banyak Dibeli

May 5, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, May 5, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Pakar Sebut Pasar Keuangan Salah Arah, Resesi Besar dalam Waktu Dekat

1 hour ago
in Market
Pakar Sebut Pasar Keuangan Salah Arah, Resesi Besar dalam Waktu Dekat
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar keuangan global dinilai sedang terlena oleh euforia yang salah arah, di tengah lonjakan harga energi akibat konflik Iran. Sejumlah pakar memperingatkan, kondisi ini bisa menyeret ekonomi dunia menuju resesi besar dalam waktu dekat.

Pendiri sekaligus Direktur Intelijen Pasar Energy Aspects, Amrita Sen, menilai investor saat ini meremehkan dampak serius dari guncangan harga minyak. Ia menyebut pasar saham justru menunjukkan ketahanan yang tidak sejalan dengan kondisi fundamental.

“Ini adalah teka-teki terbesar bagi kami. Seharusnya harga minyak lebih tinggi dan pasar saham jauh lebih lemah,” kata Sen kepada CNBC International, dikutip Selasa (5/5/2026).

“Saya pikir kita terlena menuju potensi resesi yang cukup besar.”

Meski biaya energi melonjak tajam, indeks S&P 500 justru mencetak rekor tertinggi intraday di level 7.230,12 pada 1 Mei. Kenaikan ini terjadi di tengah lonjakan harga minyak lebih dari 50% sejak konflik AS-Iran pecah pada akhir Februari.

Menurut Sen, ada “euforia yang sangat keliru” di kalangan investor global yang menganggap krisis energi hanya berdampak terbatas, terutama bagi Asia. Padahal, gangguan pasokan minyak berpotensi meluas dan menghantam ekonomi global secara menyeluruh.

Ia juga menyoroti janji OPEC untuk meningkatkan produksi minyak. Namun, menurutnya, langkah tersebut masih jauh dari cukup untuk menggantikan pasokan yang hilang akibat konflik.

Sen menekankan bahwa kunci utama terletak pada kondisi Selat Hormuz. Jika jalur vital ini tetap terganggu, maka dunia harus menghadapi penurunan permintaan minyak secara drastis hingga 10 juta barel per hari, level yang terakhir terjadi pada 2013.

“Ini tantangan besar. Kita bahkan mungkin membutuhkan harga minyak yang lebih tinggi untuk menekan permintaan,” ujarnya.

Ke depan, Sen memperkirakan harga minyak mentah di kisaran US$80-90 per barel, atau setara sekitar Rp1,36 juta hingga Rp1,53 juta per barel, akan menjadi batas bawah baru. Harga yang tinggi dalam waktu lama diprediksi akan merambat ke berbagai sektor, mulai dari LNG, bahan kimia, hingga pupuk.

“Tunggu saja harga makanan mulai naik, karena gangguan transportasi urea dan terbatasnya pasokan gas untuk sektor pupuk,” katanya juga memperingatkan dampak lanjutan terhadap harga pangan. 

“Ini adalah krisis energi besar-besaran,” tambahnya.

Sinyal serupa juga disampaikan Kepala Ekonom Eropa di Morgan Stanley, Jens Eisenschmidt. Ia melihat tekanan mulai terasa luas di berbagai sektor, termasuk industri penerbangan yang menghadapi potensi kekurangan bahan bakar jet.

“Ketegangan terlihat meningkat dalam sistem. Saya pikir kita mendekati hari perhitungan,” ujar Eisenschmidt.

Harga minyak global pun terus merangkak naik. Minyak mentah Brent tercatat mencapai US$111,23 per barel (sekitar Rp1,89 juta), sementara West Texas Intermediate (WTI) menyentuh US$104,16 per barel (sekitar Rp1,77 juta).

Eisenschmidt menambahkan, jika konflik tidak segera mereda, peluang bank sentral seperti Bank Sentral Eropa untuk mengendalikan inflasi akan semakin kecil. Bahkan, risiko kenaikan suku bunga tambahan pun kian terbuka.

“Kita harus benar-benar memperhatikan satu hingga dua minggu ke depan. Jika tidak ada solusi, saya pikir kenaikan suku bunga oleh ECB (bank sentral Eropa) akan sulit dihindari,” katanya.

(sef/sef)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

January 13, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Per Maret 2026, Transaksi Aset Kripto Tembus Rp 22,24 Triliun

Per Maret 2026, Transaksi Aset Kripto Tembus Rp 22,24 Triliun

May 5, 2026
Ada 4 Paket Calon Direksi BEI Periode 2026-2030

Ada 4 Paket Calon Direksi BEI Periode 2026-2030

May 5, 2026
Hingga April, OJK Kenakan Denda Rp 85 Miliar ke Pelaku Pasar Modal

Hingga April, OJK Kenakan Denda Rp 85 Miliar ke Pelaku Pasar Modal

May 5, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .