• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Pasar Kripto Goyang, Bagaimana Proyeksinya Tahun Depan?

Pasar Kripto Goyang, Bagaimana Proyeksinya Tahun Depan?

December 24, 2025
Rupiah Lanjut Melemah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp18.055

Rupiah Lanjut Melemah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp18.055

July 28, 2026
Investor Catat! BNI (BBNI) Mau Buyback Saham Rp 627 Miliar

Investor Catat! BNI (BBNI) Mau Buyback Saham Rp 627 Miliar

July 28, 2026
Awas Snapboost! Modus Dugaan Penipuan Like & Share di Tiktok Cs

Awas Snapboost! Modus Dugaan Penipuan Like & Share di Tiktok Cs

July 28, 2026
Emiten Bengkel Pesawat Garuda (GMFI) Mau Hapus Saldo Defisit Rp 9 T

Emiten Bengkel Pesawat Garuda (GMFI) Mau Hapus Saldo Defisit Rp 9 T

July 28, 2026
DPR Wanti-Wanti Reputasi Jadi Modal PFII Gaet BlackRock Cs

DPR Wanti-Wanti Reputasi Jadi Modal PFII Gaet BlackRock Cs

July 28, 2026
BEI Rombak Konstituen IDX80, LQ45 dan IDX30

BEI Rombak Konstituen IDX80, LQ45 dan IDX30

July 28, 2026
GOTO Siap Umumkan Kinerja Kuartal II-2026, Begini Respon Analis

GOTO Siap Umumkan Kinerja Kuartal II-2026, Begini Respon Analis

July 28, 2026
Gerak IHSG Masih Malu-Malu, Intip Pergerakan Asing di Sesi 1

Gerak IHSG Masih Malu-Malu, Intip Pergerakan Asing di Sesi 1

July 28, 2026
Tabungan Menipis, Warga RI Andalkan Kartu Kredit-Paylater Buat Belanja

Tabungan Menipis, Warga RI Andalkan Kartu Kredit-Paylater Buat Belanja

July 28, 2026
Orang Kaya RI Makin Getol Nabung Dolar, Ini Buktinya

Orang Kaya RI Makin Getol Nabung Dolar, Ini Buktinya

July 28, 2026
Media Asing Sorot IHSG, Disebut Sudah Masuk Bull Market

Media Asing Sorot IHSG, Disebut Sudah Masuk Bull Market

July 28, 2026
Warga RI Kini Belanja Pakai Uang Hasil Pinjam, Ini Buktinya!

Warga RI Kini Belanja Pakai Uang Hasil Pinjam, Ini Buktinya!

July 28, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, July 28, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Pasar Kripto Goyang, Bagaimana Proyeksinya Tahun Depan?

7 months ago
in ENTREPRENEUR
Pasar Kripto Goyang, Bagaimana Proyeksinya Tahun Depan?
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar kripto mengalami volatilitas tajam menjelang akhir 2025 setelah reli kuat pada paruh awal tahun. Lantas, bagaimana proyeksi kripto di 2026?

Diketahui, Harga Bitcoin turun dari level di atas US$126.000 ke kisaran US$80.000-US$90.000, menekan sentimen pasar dan menyeret Ethereum serta mayoritas altcoin utama. Tekanan tersebut dipicu oleh likuidasi paksa dan penurunan leverage.

Melansir youhodler, arah pasar menuju 2026 dinilai akan sangat bergantung pada kondisi makroekonomi global dan partisipasi institusi. Jika likuiditas global membaik dan selera risiko kembali meningkat, fase koreksi saat ini berpotensi menjadi landasan pertumbuhan berikutnya.

Meski kehati-hatian masih mendominasi, keterlibatan struktural di jaringan kripto utama menunjukkan tren jangka panjang yang dinilai tetap solid. Berdasarkan kondisi tersebut, terdapat sejumlah aset kripto yang dinilai layak dipertimbangkan untuk 2026.

Bitcoin (BTC) tetap menjadi aset utama di pasar kripto dengan dukungan likuiditas dalam dan rekam jejak yang kuat bagi investor institusi maupun ritel. Pasokan yang terbatas serta perannya sebagai lindung nilai makro terus memperkuat minat jangka panjang terhadap Bitcoin.

Pada 2026, perhatian pasar diperkirakan tertuju pada perkembangan arus dana institusi, terutama melalui produk teregulasi dan ekspansi manajer aset besar. Secara struktur, BTC masih dipandang sebagai elemen penyeimbang dalam portofolio kripto jangka panjang.

Ethereum (ETH) merupakan platform smart contract paling mapan dengan basis pengembang besar dan pembaruan jaringan yang berkelanjutan. Transisi ke proof-of-stake meningkatkan efisiensi energi dan membuka ruang pengembangan skalabilitas jangka panjang.

Memasuki 2026, fokus Ethereum tertuju pada peningkatan throughput, penurunan biaya transaksi, serta adopsi rollup dan teknologi zero-knowledge. Posisi Ethereum tetap kuat seiring pertumbuhan aplikasi terdesentralisasi dan integrasi sektor keuangan.

Solana (SOL) dikenal dengan kecepatan transaksi tinggi dan biaya rendah yang menarik bagi pengembang aplikasi konsumen dan NFT. Peningkatan stabilitas jaringan dalam setahun terakhir turut memulihkan kepercayaan pasar.

Ke depan, implementasi pembaruan seperti Firedancer diharapkan memperkuat fondasi teknis Solana. Dengan profil performa yang kompetitif, SOL dinilai memiliki potensi kenaikan jika adopsi berlanjut.

BNB (BNB) berfungsi sebagai aset utilitas utama di ekosistem BNB Chain dengan dukungan likuiditas dari aktivitas bursa. Perannya dalam biaya transaksi, staking, dan tata kelola menjaga permintaan tetap konsisten.

Sepanjang 2026, BNB Chain menyiapkan peningkatan throughput dan fitur teknis baru untuk memperkuat daya saing jaringan. Meski menghadapi risiko regulasi, BNB tetap ditopang oleh basis pengguna dan utilisasi riil yang luas.

Arbitrum (ARB) mempertahankan posisinya sebagai solusi scaling Ethereum dengan likuiditas besar dan ekosistem DeFi yang matang. Kompatibilitas tinggi dengan infrastruktur

Ethereum mendorong adopsi berkelanjutan.
Rencana pengembangan 2026 menitikberatkan pada efisiensi dan tata kelola jaringan. Di tengah persaingan Layer 2, Arbitrum dinilai masih unggul dari sisi adopsi dan likuiditas.

Chainlink (LINK) berperan penting sebagai penyedia data eksternal bagi aplikasi blockchain dan DeFi. Layanan data, otomasi, dan interoperabilitas lintas jaringan menjadi fondasi utama utilitas LINK.

Ke depan, ekspansi adopsi CCIP dan kemitraan institusi diperkirakan meningkatkan permintaan. Posisi Chainlink sebagai infrastruktur inti menjadikannya relevan untuk investasi jangka panjang.

Litecoin (LTC) merupakan aset proof-of-work lama dengan fokus pada pembayaran berbiaya rendah dan suplai terbatas. Peningkatan hash rate mencerminkan kepercayaan penambang terhadap keamanan jaringan.

Pengembangan fitur privasi dan rencana smart contract memperluas utilitas Litecoin. Dengan likuiditas mapan, LTC dinilai tetap menarik sebagai aset PoW berkapitalisasi menengah.

Avalanche (AVAX) menawarkan arsitektur subnet yang memungkinkan pengembangan blockchain khusus sesuai kebutuhan. Pendekatan ini menarik minat sektor gim, institusi, dan tokenisasi aset.

Menuju 2026, fokus Avalanche tertuju pada kolaborasi institusional dan optimalisasi konsensus. Keunggulan fleksibilitas dan kecepatan menjadi nilai tambah di tengah persaingan L1.

Render (RENDER) bergerak di bidang rendering GPU terdesentralisasi untuk kebutuhan kreatif dan AI. Model pasar terbuka GPU menciptakan suplai komputasi yang lebih efisien dan terdistribusi.

Pengembangan infrastruktur jaringan diharapkan meningkatkan adopsi pada 2026. RENDER dinilai memiliki potensi tinggi meski berada di ceruk pasar yang spesifik.

Monero (XMR) dikenal sebagai aset kripto berfokus privasi dengan perlindungan transaksi tingkat tinggi. Fitur anonimitas menjadikannya relevan bagi pengguna yang mengutamakan kerahasiaan finansial.

Ke depan, pengembangan efisiensi dan keamanan terus berlanjut meski risiko regulasi tetap membayangi. Basis pengguna yang kuat menjaga posisi Monero sebagai aset dengan karakteristik khusus di pasar kripto.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Rupiah Lanjut Melemah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp18.055

Rupiah Lanjut Melemah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp18.055

July 28, 2026
Investor Catat! BNI (BBNI) Mau Buyback Saham Rp 627 Miliar

Investor Catat! BNI (BBNI) Mau Buyback Saham Rp 627 Miliar

July 28, 2026
Awas Snapboost! Modus Dugaan Penipuan Like & Share di Tiktok Cs

Awas Snapboost! Modus Dugaan Penipuan Like & Share di Tiktok Cs

July 28, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .