• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Pasca Dipantau BEI, Bos KETR Borong 48 Juta Saham di Bawah Harga Pasar

Pasca Dipantau BEI, Bos KETR Borong 48 Juta Saham di Bawah Harga Pasar

September 18, 2026
Moodys Downgrade Outlook Bayan Resources Jadi Negatif, Ini Alasannya

Moodys Downgrade Outlook Bayan Resources Jadi Negatif, Ini Alasannya

September 18, 2026
IHSG Balik Arah, Saham-Saham Konglo Jadi Pemberat

IHSG Balik Arah, Saham-Saham Konglo Jadi Pemberat

September 18, 2026
IHSG Balik Arah, Sesi 1 Keok -0,35%

IHSG Balik Arah, Sesi 1 Keok -0,35%

September 18, 2026
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perkuat Sinergi Ekosistem Perumahan

Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perkuat Sinergi Ekosistem Perumahan

September 18, 2026
Video:Jalur Energi Terancam, IHSG Anjlok & Rupiah Tembus Rp 17.700/USD

Video:Jalur Energi Terancam, IHSG Anjlok & Rupiah Tembus Rp 17.700/USD

September 18, 2026
Ditanya BEI, MMIX Beberkan Susunan Pemegang Saham

Ditanya BEI, MMIX Beberkan Susunan Pemegang Saham

September 18, 2026
Mau Caplok Bayan Resources (BYAN), Ini Gurita Bisnis Haji Isam

Mau Caplok Bayan Resources (BYAN), Ini Gurita Bisnis Haji Isam

September 18, 2026
Fundamental dan Transformasi Bisnis Sokong Prospek Kinerja Jasa Marga

Fundamental dan Transformasi Bisnis Sokong Prospek Kinerja Jasa Marga

September 18, 2026
Jumlah Bank Tutup Jadi 14 Tahun Ini, Terbaru Gara-Gara Kurang Modal

Jumlah Bank Tutup Jadi 14 Tahun Ini, Terbaru Gara-Gara Kurang Modal

September 18, 2026
Saham Lagi Digembok, Emiten Ini Mau Private Placement 77 Juta Saham

Saham Lagi Digembok, Emiten Ini Mau Private Placement 77 Juta Saham

September 18, 2026
Konglomerat Ini Kepergok Borong 1,3 Juta Saham SRTG di Harga Rp1.785

Konglomerat Ini Kepergok Borong 1,3 Juta Saham SRTG di Harga Rp1.785

September 18, 2026
Haji Isam Mau Masuk, Saham BYAN Terbang 20%!

Haji Isam Mau Masuk, Saham BYAN Terbang 20%!

September 18, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, September 18, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Pasca Dipantau BEI, Bos KETR Borong 48 Juta Saham di Bawah Harga Pasar

4 hours ago
in Market
Pasca Dipantau BEI, Bos KETR Borong 48 Juta Saham di Bawah Harga Pasar
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Direktur PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR), Vidcy Octory membeli 48 juta saham KETR dari Fajar Sejahtera Mandiri Nusantara dengan harga Rp200 per saham, sehingga total transaksi mencapai Rp9,7 miliar. 

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti dikutip Jumat (18/9/2026) transaksi dilakukan pada 14 September 2026. Setelah transaksi ini, kepemilikan Vidcy Octory di KETR menjadi 1,70%, sedangkan kepemilikan Fajar Sejahtera Mandiri Nusantara menjadi 54,83%.

Menariknya, pembelian tersebut dilakukan jauh di bawah harga pasar. Pada tanggal 14 September 2026, saham KETR di buka pada harga Rp955 per saham, dan ditutup pada akhir perdagangan hari itu di level Rp905 per saham.

Sebelumnya, BEI memantau ketat pola pergerakan Unusual Market Activity (UMA) atas KETR mulai Jumat, (11/9/2026). Emiten tersebut dipantau karena terjadi kenaikan harga saham yang tidak wajar.

Mengutip keterbukaan informasi BEI, saham tersebut bergerak di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). Langkah tersebut dilakukan untuk melindungi investor, khususnya pemegang saham kedua emiten tersebut.

“Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal,” tulis manajemen BEI, dikutip dari laman resminya.

“Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham KETR tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” tulisnya.

Mengutip data pasar, saham KETR bergerak turun 5,76% ke angka Rp900 per saham pada pembukaan perdagangan hari ini. Di sisi lain, saham emiten kontraktor ini naik 57.89% selama satu bulan. Sementara dalam year to date turun 17.43%.

Dengan pengumuman ini, para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja emiten dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action emiten apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

(ayh/ayh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Moodys Downgrade Outlook Bayan Resources Jadi Negatif, Ini Alasannya

Moodys Downgrade Outlook Bayan Resources Jadi Negatif, Ini Alasannya

September 18, 2026
IHSG Balik Arah, Saham-Saham Konglo Jadi Pemberat

IHSG Balik Arah, Saham-Saham Konglo Jadi Pemberat

September 18, 2026
IHSG Balik Arah, Sesi 1 Keok -0,35%

IHSG Balik Arah, Sesi 1 Keok -0,35%

September 18, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .