• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Penasihat Presiden Buka Suara Soal Efek BI Rate 5,75% ke Industri

Penasihat Presiden Buka Suara Soal Efek BI Rate 5,75% ke Industri

June 28, 2026
Untung Rp31 Miliar Gegara Nguping, Istri Kena PHK-Suami Dipenjara

Untung Rp31 Miliar Gegara Nguping, Istri Kena PHK-Suami Dipenjara

June 28, 2026
Harga Energi Naik Efek Perang, BI Pastikan Stabilitas Terjaga

Harga Energi Naik Efek Perang, BI Pastikan Stabilitas Terjaga

June 28, 2026
BI Rate Naik 100 Bps Dalam Sebulan, Ini Investasi Pilihan MI

BI Rate Naik 100 Bps Dalam Sebulan, Ini Investasi Pilihan MI

June 28, 2026
Purbaya Berencana Kembali Injeksi Rp 75 T-Rp 100 T ke Himbara

Purbaya Berencana Kembali Injeksi Rp 75 T-Rp 100 T ke Himbara

June 28, 2026
Gak Pusing BBM! Cek Sepeda Listrik di Transmart Yuk

Gak Pusing BBM! Cek Sepeda Listrik di Transmart Yuk

June 28, 2026
OJK Wanti-wanti Penipuan Modus Baru Lewat Tontonan Drama China

OJK Wanti-wanti Penipuan Modus Baru Lewat Tontonan Drama China

June 28, 2026
Menhub Rahasiakan Rute MRT Lebak Bulus-Serpong, Hindari Calo Tanah

Menhub Rahasiakan Rute MRT Lebak Bulus-Serpong, Hindari Calo Tanah

June 28, 2026
Gencarkan Ekspansi, Multi Medika Internasional Bidik Penjualan Rp388 M

Gencarkan Ekspansi, Multi Medika Internasional Bidik Penjualan Rp388 M

June 27, 2026
Sederet BUMN Cetak Rapor Hijau, Laba Ada yang Tembus Ratusan Persen

Sederet BUMN Cetak Rapor Hijau, Laba Ada yang Tembus Ratusan Persen

June 27, 2026
Bukan karena Ingin Kaya, Ini Alasan Terbaru Warga RI Rajin Menabung

Bukan karena Ingin Kaya, Ini Alasan Terbaru Warga RI Rajin Menabung

June 27, 2026
Nyicil Rumah Subsidi Bisa Sampai 40 Tahun, Segini Bocoran Angsurannya

Nyicil Rumah Subsidi Bisa Sampai 40 Tahun, Segini Bocoran Angsurannya

June 27, 2026
Dukung UMKM Lokal, BRI Bantu Olahan Pangan Lokal Bernilai Ekonomi

Dukung UMKM Lokal, BRI Bantu Olahan Pangan Lokal Bernilai Ekonomi

June 27, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Sunday, June 28, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Penasihat Presiden Buka Suara Soal Efek BI Rate 5,75% ke Industri

10 hours ago
in Market
Penasihat Presiden Buka Suara Soal Efek BI Rate 5,75% ke Industri
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal menanggapi perihal kenaikan suku bunga acuan, BI Rate hingga mencapai 5,75%, yang dinilai sejumlah pihak tidak pro-industri dan pekerja.

Said Iqbal mengungkapkan kenaikan suku bunga acuan tidak bisa dihindari. Hal ini, menurutnya, merupakan langkah untuk menstabilkan nilai tukar terhadap dolar AS. Menurutnya, Bank Indonesia (BI) selama ini telah melakukan intervensi di pasar dengan memanfaatkan cadangan devisa.

Namun, hal tersebut tidak bisa terus menerus dilakukan BI. Pasalnya masalah fundamental yang terjadi adalah soal kepercayaan investor asing.

“Investor asing kan yang setiap hari menarik modalnya atau keluar, outflow dalam sistem pasar modal di Indonesia, maka cara yang kedua yang digunakan BI. Mau tidak mau, untuk sementara ini, sebelum ekonomi normal atau kepercayaan masih pada titik yang rendah, maka (langkahnya) adalah menaikkan suku bunga,” papar Said.

Menurutnya, kondisi ini bak ‘buah simalakama’, tetapi BI sudah mempertimbangkan langkah ini. Dia yakin kebijakan BI ini untuk jangka pendek, ketika kondisi kembali normal, suku bunga acuan akan dikembalikan.

“Tidak untuk jangka selamanya. Karena satu ketika kalau ekonomi sudah mulai normal, dolar sudah mulai, rupiah mulai menguat terhadap dolar, ya dikembalikan ke suku bunga agar industri bisa meminjam kredit usaha dengan tingkat suku bunga yang lebih rendah,” paparnya.

Dia mengakui banyak perusahaan yang mengalami tekanan akibat kenaikan dolar AS, terutama perusahaan yang mengandalkan bahan baku impor. Contohnya, perusahaan obat-obatan PT Molex Ayus Pharmaceutical yang dikabarkan melakukan ancaman PHK akibat tidak mampu memenuhi permintaan kenaikan upah minumum pekerja.

Menurut Said, perusahaan seperti Molex Ayus kesulitan karena bahan baku produksi dibeli dengan dolar AS, sementara produknya dijual di dalam negeri dalam rupiah. Hal ini cukup memberatkan perusahaan.

(haa/haa)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Untung Rp31 Miliar Gegara Nguping, Istri Kena PHK-Suami Dipenjara

Untung Rp31 Miliar Gegara Nguping, Istri Kena PHK-Suami Dipenjara

June 28, 2026
Penasihat Presiden Buka Suara Soal Efek BI Rate 5,75% ke Industri

Penasihat Presiden Buka Suara Soal Efek BI Rate 5,75% ke Industri

June 28, 2026
Harga Energi Naik Efek Perang, BI Pastikan Stabilitas Terjaga

Harga Energi Naik Efek Perang, BI Pastikan Stabilitas Terjaga

June 28, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .