
Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten taksi PT Blue Bird Tbk (BIRD) membukukan laba bersih sebesar Rp474 miliar hingga kuartal III-2026. Adapun pendapatannya tercatat naik 10,9% secara year on year (yoy).
Menurut laporan keuangan terbaru, laba Bluebird tercatat turun tipis dari periode sama tahun sebelumnya, sebesar Rp488 miliar atau turun 2,86%. Meski demikian, pendapatannya naik menjadi Rp4,57 triliun dari sebelumnya Rp4,11 triliun.
Layanan taksi menjadi kontributor utama dengan porsi sekitar 70% terhadap total pendapatan Perseroan dan tumbuh 11,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, layanan non-taksi yang mencakup shuttle, rental mobil dan bus, serta layanan mobilitas lainnya berkontribusi sekitar 30% terhadap pendapatan, dengan pertumbuhan sebesar 10,1% secara tahunan.
Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Andre Djokosoetono menyampaikan, pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan kemampuan mengelola operasional
secara produktif dan menjaga kualitas layanan.
“Karena itu, kami terus mengoptimalkan pemanfaatan armada, menyesuaikan ketersediaannya dengan kebutuhan pelanggan, serta mengembangkan pilihan layanan yang relevan. Dengan pendekatan ini, kami ingin memastikan pertumbuhan yang dicapai dapat menjadi fondasi bisnis yang sehat dan berkelanjutan,” terang Andre terpisah, dikutip Jumat, (6/11/2026).
Optimalisasi juga dilakukan melalui pengelolaan siklus hidup armada. Hingga kuartal III 2026, keuntungan penjualan aset tetap meningkat 38,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari segi permodalan, aset BIRD tercatat sebesar Rp9,66 triliun. Angka ini terdiri dari ekuitas dan liabilitas masing-masing Rp6,38 triliun dan Rp3,28 triliun.
(ayh/ayh)



















