• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Penjelasan Tuyul Tak Pernah Curi Uang di Bank, karena Sungkan atau…

Penjelasan Tuyul Tak Pernah Curi Uang di Bank, karena Sungkan atau…

August 16, 2026
BRI Diakui Dunia, Sabet Dua Penghargaan Asian Banking & Finance Awards

BRI Diakui Dunia, Sabet Dua Penghargaan Asian Banking & Finance Awards

August 15, 2026
Cara Bersihkan Nama di SLIK OJK, Lakukan Ini Jika Masih Ada Tunggakan

Cara Bersihkan Nama di SLIK OJK, Lakukan Ini Jika Masih Ada Tunggakan

August 15, 2026
Geger Harta Karun Emas 30.000 Ton di Banten Dirampok Asing

Geger Harta Karun Emas 30.000 Ton di Banten Dirampok Asing

August 15, 2026
Video: Perdagangan Perak – Saham AS di Bursa Berjangka Kian Marak

Video: Perdagangan Perak – Saham AS di Bursa Berjangka Kian Marak

August 15, 2026
Rekam Jejak Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI Usulan Prabowo

Rekam Jejak Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI Usulan Prabowo

August 15, 2026
Video: Dukung B50 Prabowo – Elektrifikasi, Alat Berat Tambang Siap?

Video: Dukung B50 Prabowo – Elektrifikasi, Alat Berat Tambang Siap?

August 15, 2026
Racikan Investasi & Sektor Pilihan MI Hadapi Era Bunga Tinggi

Racikan Investasi & Sektor Pilihan MI Hadapi Era Bunga Tinggi

August 15, 2026
Nomor HP Bisa Jadi Pengganti Skor Kredit, Begini Syaratnya

Nomor HP Bisa Jadi Pengganti Skor Kredit, Begini Syaratnya

August 15, 2026
Waspada Penipuan Undian Berhadiah BNI HUT ke-81 RI, Ini Kata Manajemen

Waspada Penipuan Undian Berhadiah BNI HUT ke-81 RI, Ini Kata Manajemen

August 15, 2026
Anak Pejabat RI Rela Hidup Melarat, Tak Mau Jual Nama Besar Orang Tua

Anak Pejabat RI Rela Hidup Melarat, Tak Mau Jual Nama Besar Orang Tua

August 15, 2026
Warga RI Kemalingan Uang Rp 9,1 Triliun, Setiap Hari 1.000 Melapor

Warga RI Kemalingan Uang Rp 9,1 Triliun, Setiap Hari 1.000 Melapor

August 15, 2026
Cerita Salim Rutin Bolak-Balik Gunung Kawi, Ungkap Fakta Tak Terduga

Cerita Salim Rutin Bolak-Balik Gunung Kawi, Ungkap Fakta Tak Terduga

August 14, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Sunday, August 16, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Penjelasan Tuyul Tak Pernah Curi Uang di Bank, karena Sungkan atau…

45 minutes ago
in News
Penjelasan Tuyul Tak Pernah Curi Uang di Bank, karena Sungkan atau…
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Sosok tuyul dikenal dalam cerita rakyat Indonesia sebagai makhluk gaib yang dipercaya dapat mencuri uang untuk tuannya. Dari kepercayaan tersebut, muncul pertanyaan yang kerap menjadi perbincangan masyarakat: apakah tuyul benar-benar tidak bisa mencuri uang di bank?

Budayawan Suwardi Endraswara dalam bukunya Dunia Hantu Orang Jawa (2004) menuliskan bahwa aktivitas tuyul dipercaya dilakukan dari rumah ke rumah. Pekerjaannya tidak hanya sebatas mencuri uang, tetapi juga barang dan surat-surat berharga.

Dalam kepercayaan masyarakat, tuyul biasanya dipelihara oleh seseorang yang terobsesi dengan kekayaan. Namun sampai sejauh ini memang belum ada kasus bank kehilangan uang akibat pencurian oleh makhluk halus bertubuh anak kecil tersebut.

Di internet berseliweran informasi soal jawaban dari pertanyaan ini. Ada yang menyebut tuyul takut terhadap logam karena uang di bank tersimpan di brankas. Ada juga yang menyebut di bank terdapat “penjaga” berupa makhluk halus lain yang ditakuti tuyul.

Jawaban-jawaban tersebut hanya sebatas dugaan dari suatu hal yang memang tak logis. Namun, terlepas dari apa jawaban dari pertanyaan tersebut, satu hal pasti terdapat alasan sains di balik cerita mistis tuyul. Alasan inilah yang dapat mematahkan keberadaan tuyul dan juga alasan kenapa tuyul tak mencuri uang ke bank atau mengambil saldo e-money seseorang.

Untuk memahami penjelasannya, kita harus memundurkan waktu ke tahun 1870. Kala itu, Belanda meresmikan kebijakan pintu terbuka atau liberalisasi ekonomi menggantikan sistem tanam paksa. Sekilas perubahan ini membawa angin segar karena dinilai mampu menyejahterakan masyarakat. Namun, kenyataannya tidak.

Menurut Jan Luiten van Zanden dan Daan Marks dalam Ekonomi Indonesia 1800-2010 (2012), liberalisasi ekonomi justru melahirkan rezim kolonial baru yang di dalamnya terjadi pengambilalihan perkebunan rakyat untuk diubah menjadi perkebunan besar dan pabrik gula. Situasi ini kemudian membuat kehidupan masyarakat terpuruk, khususnya para petani kecil di Jawa yang semakin terperosok ke dalam jurang kemiskinan. Sebab, mereka tak lagi memiliki kuasa atas lahan perkebunan.

Pada sisi lain ada juga masyarakat yang sejahtera dari sistem ini. Mereka adalah pedagang, baik dari kalangan pribumi atau Tionghoa, yang dalam sekejap menjadi orang kaya baru. Kenaikan pesat kekayaan mereka lantas menimbulkan keheranan bagi para petani yang kian melarat itu. Para petani bingung dari mana asal-usul kekayaan mereka.

Perlu diketahui saat itu para petani hidup apa adanya. Menurut Ong Hok Ham dalam Wahyu yang Hilang Negeri Yang Guncang (2019), mereka menganut sistem subsisten. Artinya, bertani sekedar cukup untuk konsumsi sendiri. Jika ada hasil tani lebih, maka akan diberi sebagai upeti atau dijual.

Akibatnya, mereka punya pandangan kalau pemupukan kekayaan adalah proses yang terbuka. Maksudnya, tiap orang harus melewati proses dan usaha jelas yang dapat dilihat oleh mata orang lain. Masalahnya, mereka tidak melihat kerja keras dari orang kaya baru itu. Terlebih mereka tidak dapat membuktikan asal usul kekayaannya jika ditanya para petani. Alhasil timbul rasa iri dan kecemburuan oleh petani ke pedagang karena bisa mendapat harta sebanyak itu.

Terlebih, menurut George Quinn dalam An Excursion to Java’s Get Rich Quck Tree (2009), para petani selalu beranggapan datangnya kekayaan harus dipertanggungjawabkan. Maka ketika orang kaya gagal mempertanggungjawabkan asal kekayaannya, para petani iri dan menuduh uang itu hasil pencurian.

Karena kental dengan pandangan mistik, para petani memandang pencurian itu berkat kerja sama orang kaya dengan makhluk supranatural dan kasat mata. Salah satunya tuyul. Tuyul adalah sosok mitologi Jawa yang sudah dikenal sejak lama. Bentuknya makhluk halus atau hantu berbadan kecil dan botak yang dapat dipelihara.

Jadi, para petani yang iri selalu menuduh orang kaya baru menggunakan cara haram dalam memperoleh kekayaan. Akibat tuduhan ini, tulis Ong Hok Ham dalam buku lain berjudul Dari Soal Priayi sampai Nyi Blorong (2002), membuat pedagang dan pengusaha sukses kehilangan status di masyarakat. Mereka dianggap “hina” karena memupuk kekayaan dari cara haram yakni bersekutu dengan setan. Padahal ini semua terjadi akibat perubahan kebijakan kolonial Belanda yang membuat pengusaha tertimpa durian runtuh.

Ketidaksukaan para petani terhadap orang yang kaya mendadak tidak hanya berdampak pada hubungan personal semata, melainkan lebih dari itu. Akibatnya, terjadi perubahan transaksi barang oleh orang kaya. Orang kaya kemudian cenderung membeli barang yang tidak menunjukkan kekayaan mereka sesungguhnya, seperti emas atau barang-barang mewah. Apabila mereka membeli tanah atau rumah, maka mereka akan dituduh memelihara setan atau tuyul oleh petani.

Tuduhan tak berdasar ini membuat popularitas tokoh tuyul sebagai subjek mistis dalam hal kekayaan semakin meningkat dan terus populer sampai saat ini di Indonesia. Terlebih, masyarakat Indonesia yang selama bertahun-tahun hidup secara agraris, makin melanggengkan imajinasi dan tuduhan menggunakan tuyul.

 

(luc/luc)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Penjelasan Tuyul Tak Pernah Curi Uang di Bank, karena Sungkan atau…

Penjelasan Tuyul Tak Pernah Curi Uang di Bank, karena Sungkan atau…

August 16, 2026
BRI Diakui Dunia, Sabet Dua Penghargaan Asian Banking & Finance Awards

BRI Diakui Dunia, Sabet Dua Penghargaan Asian Banking & Finance Awards

August 15, 2026
Cara Bersihkan Nama di SLIK OJK, Lakukan Ini Jika Masih Ada Tunggakan

Cara Bersihkan Nama di SLIK OJK, Lakukan Ini Jika Masih Ada Tunggakan

August 15, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .