• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Penjual Es di Jawa Buktikan Bisa Kaya Raya, Punya Harta Rp10 Triliun

Penjual Es di Jawa Buktikan Bisa Kaya Raya, Punya Harta Rp10 Triliun

March 29, 2026
Momen Pidato Perdana Modi di DPR Dibuka dengan Ucap ‘Selamat Siang’

Momen Pidato Perdana Modi di DPR Dibuka dengan Ucap ‘Selamat Siang’

July 7, 2026
Dua Tornado Sekaligus Porak-porandakan China, Korban Jiwa Berjatuhan

Dua Tornado Sekaligus Porak-porandakan China, Korban Jiwa Berjatuhan

July 7, 2026
Penampakan Rudal Supersonik BrahMos yang Dibeli RI dari India

Penampakan Rudal Supersonik BrahMos yang Dibeli RI dari India

July 7, 2026
AS Kehabisan Rudal! Eropa Takut Pasokan Senjata NATO Macet Total

AS Kehabisan Rudal! Eropa Takut Pasokan Senjata NATO Macet Total

July 7, 2026
OJK Tutup 278 Gadai Ilegal, Warga Diimbau Waspada

OJK Tutup 278 Gadai Ilegal, Warga Diimbau Waspada

July 7, 2026
Kinerja Industri Asuransi Tumbuh Positif, Aset Tembus Rp1.197 T

Kinerja Industri Asuransi Tumbuh Positif, Aset Tembus Rp1.197 T

July 7, 2026
Morgan Stanley Borong Saham Emiten Ciputra (CTRA) di Harga Rp560

Morgan Stanley Borong Saham Emiten Ciputra (CTRA) di Harga Rp560

July 7, 2026
Danantara Sepakat Merger 4 Asset Management, Jadi Terbesar di RI!

Danantara Sepakat Merger 4 Asset Management, Jadi Terbesar di RI!

July 7, 2026
Duit di Rekening Bisa Ludes! Awas Modus Penipuan Pig Butchering

Duit di Rekening Bisa Ludes! Awas Modus Penipuan Pig Butchering

July 7, 2026
OJK Terima 22.206 Aduan Keuangan Ilegal, 951 Pinjol Ditutup

OJK Terima 22.206 Aduan Keuangan Ilegal, 951 Pinjol Ditutup

July 7, 2026
Kasus Penipuan Berkedok Investasi di Bank Mantap, OJK Panggil Direksi

Kasus Penipuan Berkedok Investasi di Bank Mantap, OJK Panggil Direksi

July 7, 2026
OJK Catat Transaksi Aset Kripto per Mei Tembus Rp 23 Triliun

OJK Catat Transaksi Aset Kripto per Mei Tembus Rp 23 Triliun

July 7, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, July 7, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Penjual Es di Jawa Buktikan Bisa Kaya Raya, Punya Harta Rp10 Triliun

3 months ago
in ENTREPRENEUR
Penjual Es di Jawa Buktikan Bisa Kaya Raya, Punya Harta Rp10 Triliun
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Sejarah membuktikan bahwa menjadi pedagang es bukanlah profesi yang bisa dipandang sebelah mata, karena terbukti mampu mencetak miliarder di masa lalu. Fenomena ini bukan dialami oleh segelintir orang saja, melainkan banyak pengusaha yang berhasil meraup kekayaan fantastis dari bisnis pendingin tersebut.

Salah satu sosok yang paling ikonik adalah Tasripin, seorang pengusaha yang asetnya ditaksir mencapai angka triliunan rupiah. Lantas, bagaimana strategi dan perjalanan bisnisnya hingga bisa mencapai level setajir itu?

Pada 1900-an atau era kolonial, Tasripin adalah salah satu orang terkaya di Indonesia. Saat wafat, koran De Nieuwe Vorstenlanden (8 September (1919) mewartakan, hartanya tembus 45 juta gulden.

Kala itu, harga satu liter beras hanya 6 sen. Artinya, dia bisa membeli 750 juta liter beras bermodalkan uang 45 juta gulden. Jika harga satu liter beras hari ini sekitar Rp13 ribu, maka harta Tasripin setara Rp9,7 triliun (hampir Rp10 triliun) pada masa sekarang.

Nominal harta sebesar itu diperoleh dari jualan es. Pada era Tasripin hidup, es sulit diperoleh sebab tidak ada kulkas atau mesin pendingin. Alhasil, es menjadi primadona sebab harganya dijual tinggi dan selalu laris.

Maka, siapapun yang menciptakan pabrik es bisa bikin kaya raya, termasuk Tasripin. Harian de Locomotief (25 Juli 1902) mewartakan, pabrik es Tasripin berada di daerah Ungaran, Semarang.

Lalu, delapan tahun kemudian, dia mendirikan pabrik es lagi di Semarang tepatnya daerah Petelan. Koran de Locomotief (5 September 1910) melaporkan, pabrik es tersebut jadi yang terbesar di sana dan dioperasikan langsung oleh pria kelahiran 1834 itu.

Selain jualan es, Tasripin juga melakukan diversifikasi bisnis. Tercatat dia punya rumah penjagalan dan melakoni jual-beli kulit hewan. Kedua bisnis ini membuat harta kekayaannya makin bertambah.

Setiap bulan, dia memperoleh uang 30-40 ribu gulden. Tak heran, dia punya banyak rumah dan tanah di Semarang. Begitu pula pabrik esnya yang makin tersebar.

Jejak Tasripin sebagai pengusaha es harus berakhir pada 1919 karena meninggal. Setelahnya, bisnis es diteruskan oleh keluarga sekalipun tak diketahui lebih lanjut jejaknya. Sejarah kemudian mencatatnya sebagai orang terkaya Indonesia dari kelompok pribumi, yang bermula dari jualan es.

Banyak Raja Es Lain

Selain Tasripin, masih ada penjual es lain yang sukses dan kaya raya. Satu era dengan Tasripin, hidup seorang penjual es di Semarang bernama Kwa Wan Hong. Dia memang tak sekaya Tasripin, tapi Kwa tercatat dalam sejarah sebagai raja es.

Sebab, Kwa-lah yang menciptakan industri es pertama di Indonesia. Tahun 1895, Kwa mendirikan pabrik es bernama Hoo Hien.

Sejarawan Denys Lombard dalam Nusa Jawa Silang Budaya (1999) menyebut, dia membuat es dengan memanfaatkan reaksi kimia, yakni campuran garam dan ammonia yang mengubah air menjadi es.

Koran de Nieuwe Vorstenlanden (17 Juli 1901) melaporkan, keberadaan pabrik es milik Kwa mengubah kebiasaan orang Indonesia mengonsumsi es. Es yang semula mahal dan sulit diperoleh jadi lebih terjangkau.

Masyarakat jadi bisa menenggak minuman dingin. Berkat Kwa pula, lahir industri es krim pertama di masa kolonial. Tak diketahui pasti berapa kekayaannya, tapi yang pasti dia punya harta melimpah. Sebab, punya banyak tanah, rumah, dan pabrik es di berbagai daerah.

Di Magelang, ada penjual es juga bernama Robert Chevalier. Dia konsisten jualan es di bawah bendera NV. Magelangsche Ijs en Mineralwater Fabriek sejak 1920. Tercatat dia punya tiga pabrik es dan bisa kaya raya, sebelum akhirnya bangkrut ketika Jepang datang tahun 1942.

Tasripin yang punya harta Rp10 triliun, lalu raja es RI Kwa Wan Hoong dan Robert Chevalier menjadi bukti bahwa penjual es juga bisa sukses dan kaya raya. Dengan demikian, tak patut menganggap remeh orang yang menjajakan es dalam berbagai olahan secara keliling. Pada dasarnya, semua pekerjaan halal itu mulia.

Sanggahan: Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu. Lewat kisah seperti ini, CNBC Insight juga menghadirkan nilai-nilai kehidupan dari masa lampau yang masih bisa dijadikan pelajaran di hari ini.

(pgr/pgr)



Add



as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Momen Pidato Perdana Modi di DPR Dibuka dengan Ucap ‘Selamat Siang’

Momen Pidato Perdana Modi di DPR Dibuka dengan Ucap ‘Selamat Siang’

July 7, 2026
Dua Tornado Sekaligus Porak-porandakan China, Korban Jiwa Berjatuhan

Dua Tornado Sekaligus Porak-porandakan China, Korban Jiwa Berjatuhan

July 7, 2026
Penampakan Rudal Supersonik BrahMos yang Dibeli RI dari India

Penampakan Rudal Supersonik BrahMos yang Dibeli RI dari India

July 7, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .