
Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten yang terafiliasi dengan Happy Hapsoro, PT Singaraja Putra Tbk (SINI) memberikan perkembangan terkini dalam rencana pengambilalihan emiten milik Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). Manajemen SINI menyampaikan, hal tersebut masih berada dalam tahap negosiasi.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga saat ini, belum terdapat perjanjian definitif yang ditandatangani maupun kepastian mengenai jumlah saham yang akan diambil alih oleh CUAN. Manajemen menjelaskan, transaksi yang dibahas dalam keterbukaan informasi CUAN pada 29 Desember 2025 telah dihentikan. Para pihak sebelumnya telah sepakat untuk tidak melanjutkan pembahasan negosiasi dan mengakhiri proses transaksi tersebut.
Selanjutnya, CUAN bersama pemegang saham Perseroan terkait kembali melakukan diskusi dan negosiasi baru. Pembahasan tersebut mencakup sejumlah aspek, antara lain mekanisme transaksi, jumlah saham yang akan diambil alih, harga, serta waktu penyelesaian transaksi.
Perseroan menegaskan bahwa rencana pengambilalihan yang baru tersebut merupakan transaksi baru dan bukan kelanjutan dari transaksi sebelumnya.
“Berdasarkan informasi yang diperoleh dari para pemegang saham yang akan melakukan transaksi pengambilalihan, sampai dengan tanggal jawaban ini disampaikan, belum terdapat perjanjian definitif yang telah ditandatangani oleh para pemegang saham terkait dengan Rencana Pengambilalihan Baru. Apabila terdapat informasi perkembangan lebih lanjut dari pemegang saham terkait, Perseroan akan mengumumkan informasi sesuai dengan prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tulis manajemen, Rabu (30/9/2026).
Namun, proses negosiasi terbaru tersebut juga belum mencapai tahap final.
Di sisi lain, CUAN saat ini diketahui telah memiliki kepemilikan secara langsung maupun tidak langsung sebesar 27,78% saham SINI. Namun, belum terdapat kepastian apakah CUAN nantinya akan meningkatkan kepemilikannya.
Perseroan menyebut para pihak masih melakukan negosiasi mengenai jumlah dan persentase saham yang akan diambil alih. Oleh karena itu, hingga jawaban tersebut disampaikan, belum terdapat persentase definitif saham yang akan dibeli CUAN.
Tidak hanya jumlah saham, target waktu penyelesaian transaksi juga belum ditetapkan. Para pihak masih mendiskusikan waktu penyelesaian yang diantisipasi sehingga belum terdapat target waktu definitif untuk pelaksanaan rencana pengambilalihan baru.
Manajemen SINI menambahkan, terkait rencana aksi korporasi ini tidak terdapat hambatan yang bersifat material.
“Berdasarkan informasi yang diperoleh dari para pemegang saham yang akan melakukan transaksi pengambilalihan, sampai dengan tanggal jawaban ini, tidak ada kendala yang bersifat material yang dihadapi oleh pihak-pihak yang bertransaksi dalam rencana pengambilalihan baru,” tutupnya.
(rob/rob)


















