• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Balik Melemah, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp16.825

Rupiah Balik Melemah, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp16.825

February 13, 2026
Kemenkeu Gelar Lelang Sukuk Hari ini, Target Raup Rp10 Triliun

Kemenkeu Gelar Lelang Sukuk Hari ini, Target Raup Rp10 Triliun

October 5, 2026
Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

October 5, 2026
Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!

Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!

October 5, 2026
Bos OJK Buka Suara Soal Penyebab IHSG Melemah Sepanjang 2026

Bos OJK Buka Suara Soal Penyebab IHSG Melemah Sepanjang 2026

October 5, 2026
52 Perusahaan Jasa Keuangan Kena Denda OJK, `141 Peringatan Tertulis

52 Perusahaan Jasa Keuangan Kena Denda OJK, `141 Peringatan Tertulis

October 5, 2026
Direktur Utama Bank Neo Commerce Eri Budiono Mengundurkan Diri

Direktur Utama Bank Neo Commerce Eri Budiono Mengundurkan Diri

October 5, 2026
Danantara Tutup 354 BUMN

Danantara Tutup 354 BUMN

October 5, 2026
Bertemu Presiden, Bos Danantara Buka-Bukaan Soal Perampingan BUMN

Bertemu Presiden, Bos Danantara Buka-Bukaan Soal Perampingan BUMN

October 5, 2026
Utang Pinjol Warga RI Rp107 T, Kredit Macet Naik Jadi 4,73%

Utang Pinjol Warga RI Rp107 T, Kredit Macet Naik Jadi 4,73%

October 5, 2026
Piutang Multifinance Cuma Tumbuh 1,68%, Penjualan Kendaraan Melambat

Piutang Multifinance Cuma Tumbuh 1,68%, Penjualan Kendaraan Melambat

October 5, 2026
OJK Blokir 38.796 Rekening Judol, Bank Diminta Pantau NIK Pelaku

OJK Blokir 38.796 Rekening Judol, Bank Diminta Pantau NIK Pelaku

October 5, 2026
IHSG Ditutup Naik 1,3% Ini Penyebabnya

IHSG Ditutup Naik 1,3% Ini Penyebabnya

October 5, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, October 6, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Rupiah Balik Melemah, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp16.825

8 months ago
in ENTREPRENEUR
Rupiah Balik Melemah, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp16.825
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjelang akhir pekan pada perdagangan Jumat (13/2/2026).

Merujuk data Refinitiv, rupiah menutup perdagangan di posisi Rp16.825/US$ atau terdepresiasi 0,09%. Pelemahan ini melanjutkan tekanan dari penutupan perdagangan sebelumnya, ketika rupiah ditutup melemah 0,21% di level Rp16.810/US$.

Meski demikian, pergerakan rupiah hari ini berbalik arah dibandingkan pembukaan perdagangan pagi, saat rupiah sempat menguat tipis 0,03% di level Rp16.805/US$. Namun seiring berjalannya perdagangan, rupiah berbalik tertekan hingga ditutup di zona merah.

Sepanjang sesi, rupiah bergerak dalam rentang Rp16.805-Rp16.850/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia pada pukul 15.00 WIB terpantau menguat 0,20% di level 97,119.


Pergerakan rupiah hari ini masih dipengaruhi penguatan dolar AS di pasar global. Menguatnya DXY mengindikasikan pelaku pasar kembali mengambil posisi pada aset berdenominasi dolar AS, yang pada gilirannya menekan mata uang negara lain, termasuk rupiah.

Meski demikian, secara mingguan dolar AS masih berada dalam tren pelemahan, dengan posisi melemah sekitar 0,5%. Dolar tertekan oleh kombinasi penguatan sejumlah mata uang lain serta munculnya keraguan pasar terhadap ketahanan ekonomi AS.

Dari data terbaru, klaim pengangguran AS menunjukkan penurunan, tetapi lebih kecil dari perkiraan. Data tersebut menyusul laporan yang memperlihatkan pertumbuhan pekerjaan AS pada Januari meningkat di atas ekspektasi, meski sebagian analis menilai penguatan pasar tenaga kerja masih belum merata.

Penciptaan lapangan kerja dinilai masih terkonsentrasi pada sektor tertentu seperti kesehatan, bantuan sosial, dan konstruksi, sementara revisi data juga menunjukkan payrolls sempat negatif dalam beberapa bulan sepanjang 2025.

Pelaku pasar masih memperkirakan sekitar dua kali pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini, dengan pemangkasan pertama diproyeksikan terjadi pada Juni. Selama tidak ada kejutan besar dari data inflasi, pasar menilai dolar berpotensi bergerak lebih konsolidatif dalam waktu dekat.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Kemenkeu Gelar Lelang Sukuk Hari ini, Target Raup Rp10 Triliun

Kemenkeu Gelar Lelang Sukuk Hari ini, Target Raup Rp10 Triliun

October 5, 2026
Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

October 5, 2026
Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!

Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!

October 5, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .