• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Balik Melemah, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp16.825

Rupiah Balik Melemah, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp16.825

February 13, 2026
BEI Pelototi Saham PNSE dan DKHH Usai Harga Naik-Turun Drastis

BEI Pelototi Saham PNSE dan DKHH Usai Harga Naik-Turun Drastis

October 23, 2026
IHSG Meroket 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Meroket 1%, Ini Penyebabnya

October 23, 2026
Emiten Terafialiasi Luhut (TOBA) Disuntik Rp7,84 T, Kode Mau Akuisisi

Emiten Terafialiasi Luhut (TOBA) Disuntik Rp7,84 T, Kode Mau Akuisisi

October 23, 2026
Breaking! Saham-Saham Masih Diborong IHSG Meroket 1%

Breaking! Saham-Saham Masih Diborong IHSG Meroket 1%

October 23, 2026
Breaking! IHSG Meroket 1%

Breaking! IHSG Meroket 1%

October 23, 2026
Sempat Diisukan Mau Jual Tambang, Emiten Konglomerat RI Ini Masuk EBT

Sempat Diisukan Mau Jual Tambang, Emiten Konglomerat RI Ini Masuk EBT

October 23, 2026
Telkom Rampungkan Buyback Saham, Serok Rp36,54 Miliar

Telkom Rampungkan Buyback Saham, Serok Rp36,54 Miliar

October 23, 2026
Fadli Zon Buka Suara Soal IHSG Anjlok: Harus Ada Reformasi!

Fadli Zon Buka Suara Soal IHSG Anjlok: Harus Ada Reformasi!

October 23, 2026
Laba Adhi Karya (ADHI) Melonjak 247% di Kuartal III, Ini Penyebabnya

Laba Adhi Karya (ADHI) Melonjak 247% di Kuartal III, Ini Penyebabnya

October 23, 2026
Laba Adhi Karya (ADHI) Melonjak 247,05% di Kuartal III

Laba Adhi Karya (ADHI) Melonjak 247,05% di Kuartal III

October 23, 2026
Program ‘1 Orang 1 Rekening’ Prabowo Masih Tunggu Aturan

Program ‘1 Orang 1 Rekening’ Prabowo Masih Tunggu Aturan

October 23, 2026
Bos OJK Ungkap Strategi Cegah Rekening Program Rp50 Ribu Jadi Dormant

Bos OJK Ungkap Strategi Cegah Rekening Program Rp50 Ribu Jadi Dormant

October 23, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, October 23, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Rupiah Balik Melemah, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp16.825

8 months ago
in ENTREPRENEUR
Rupiah Balik Melemah, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp16.825
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjelang akhir pekan pada perdagangan Jumat (13/2/2026).

Merujuk data Refinitiv, rupiah menutup perdagangan di posisi Rp16.825/US$ atau terdepresiasi 0,09%. Pelemahan ini melanjutkan tekanan dari penutupan perdagangan sebelumnya, ketika rupiah ditutup melemah 0,21% di level Rp16.810/US$.

Meski demikian, pergerakan rupiah hari ini berbalik arah dibandingkan pembukaan perdagangan pagi, saat rupiah sempat menguat tipis 0,03% di level Rp16.805/US$. Namun seiring berjalannya perdagangan, rupiah berbalik tertekan hingga ditutup di zona merah.

Sepanjang sesi, rupiah bergerak dalam rentang Rp16.805-Rp16.850/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia pada pukul 15.00 WIB terpantau menguat 0,20% di level 97,119.


Pergerakan rupiah hari ini masih dipengaruhi penguatan dolar AS di pasar global. Menguatnya DXY mengindikasikan pelaku pasar kembali mengambil posisi pada aset berdenominasi dolar AS, yang pada gilirannya menekan mata uang negara lain, termasuk rupiah.

Meski demikian, secara mingguan dolar AS masih berada dalam tren pelemahan, dengan posisi melemah sekitar 0,5%. Dolar tertekan oleh kombinasi penguatan sejumlah mata uang lain serta munculnya keraguan pasar terhadap ketahanan ekonomi AS.

Dari data terbaru, klaim pengangguran AS menunjukkan penurunan, tetapi lebih kecil dari perkiraan. Data tersebut menyusul laporan yang memperlihatkan pertumbuhan pekerjaan AS pada Januari meningkat di atas ekspektasi, meski sebagian analis menilai penguatan pasar tenaga kerja masih belum merata.

Penciptaan lapangan kerja dinilai masih terkonsentrasi pada sektor tertentu seperti kesehatan, bantuan sosial, dan konstruksi, sementara revisi data juga menunjukkan payrolls sempat negatif dalam beberapa bulan sepanjang 2025.

Pelaku pasar masih memperkirakan sekitar dua kali pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini, dengan pemangkasan pertama diproyeksikan terjadi pada Juni. Selama tidak ada kejutan besar dari data inflasi, pasar menilai dolar berpotensi bergerak lebih konsolidatif dalam waktu dekat.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BEI Pelototi Saham PNSE dan DKHH Usai Harga Naik-Turun Drastis

BEI Pelototi Saham PNSE dan DKHH Usai Harga Naik-Turun Drastis

October 23, 2026
IHSG Meroket 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Meroket 1%, Ini Penyebabnya

October 23, 2026
Emiten Terafialiasi Luhut (TOBA) Disuntik Rp7,84 T, Kode Mau Akuisisi

Emiten Terafialiasi Luhut (TOBA) Disuntik Rp7,84 T, Kode Mau Akuisisi

October 23, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .