• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Bangkit di Penutupan, Dolar AS Turun Jadi Rp16.855

Rupiah Bangkit di Penutupan, Dolar AS Turun Jadi Rp16.855

January 14, 2026
Kenapa Asing Net Sell Rp 2,1 T, tapi IHSG Tetap Hijau?

Kenapa Asing Net Sell Rp 2,1 T, tapi IHSG Tetap Hijau?

May 26, 2026
Net Sell Tembus Rp2,2 T, Empat Saham Prajogo Dilepas Asing

Net Sell Tembus Rp2,2 T, Empat Saham Prajogo Dilepas Asing

May 26, 2026
Empat Saham Prajogo Dilepas Asing, Net Sell Tembus Rp2,2 T

Empat Saham Prajogo Dilepas Asing, Net Sell Tembus Rp2,2 T

May 26, 2026
BEI Upayakan Emiten RI Kembali Masuk Indeks Bergengsi Global

BEI Upayakan Emiten RI Kembali Masuk Indeks Bergengsi Global

May 25, 2026
Dicecar Terkait Kepemilikan Saham BAPA, Belvin Tannadi Buka Suara

Dicecar Terkait Kepemilikan Saham BAPA, Belvin Tannadi Buka Suara

May 25, 2026
Nilai Tukar Rupiah Rekor Terendah Baru, Dolar AS Tembus Rp17.730

Nilai Tukar Rupiah Rekor Terendah Baru, Dolar AS Tembus Rp17.730

May 25, 2026
Ada Isu Kebocoran Data Nasabah, BCA Buka Suara

Ada Isu Kebocoran Data Nasabah, BCA Buka Suara

May 25, 2026
Revisi UU P2SK Segera Rampung di Juni

Revisi UU P2SK Segera Rampung di Juni

May 25, 2026
IHSG Lanjutkan Penguatan, Ditutup Naik 0,72% ke Level 6.206

IHSG Lanjutkan Penguatan, Ditutup Naik 0,72% ke Level 6.206

May 25, 2026
BUMN PT INTI Mau Ditutup, Danantara: Tak Ada PHK Karyawan

BUMN PT INTI Mau Ditutup, Danantara: Tak Ada PHK Karyawan

May 25, 2026
PT INTI Mau Ditutup, Danantara: Tak Ada PHK Karyawan

PT INTI Mau Ditutup, Danantara: Tak Ada PHK Karyawan

May 25, 2026
Airlangga Beberkan Histori Depresiasi Rupiah dari Krisis ke Krisis

Airlangga Beberkan Histori Depresiasi Rupiah dari Krisis ke Krisis

May 25, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, May 26, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Rupiah Bangkit di Penutupan, Dolar AS Turun Jadi Rp16.855

4 months ago
in Lifestyle
Rupiah Bangkit di Penutupan, Dolar AS Turun Jadi Rp16.855
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah berbalik menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (14/1/2026).

Melansir data Refinitiv, rupiah Garuda ditutup di level Rp16.855/US$ atau menguat tipis 0,03%. Penguatan ini terjadi setelah rupiah hampir sepanjang perdagangan bergerak di zona pelemahan, dengan rentang pergerakan di kisaran Rp16.850-Rp16.872 per dolar AS.

Penguatan tersebut sekaligus menandai pertama kalinya rupiah berhasil ditutup menguat sejak awal 2026. Dengan demikian, rupiah mematahkan tren pelemahan yang sebelumnya berlangsung selama delapan hari perdagangan berturut-turut.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB terpantau tengah mengalami sedikit pelemahan dengan tertekan tipis 0,02% di level 99,119. Meski demikian, secara tren DXY masih menunjukkan tren penguatan dengan hampir mendekati level psikologisnya di 100.


Pergerakan rupiah yang mampu berbalik menguat terjadi meskipun dolar AS masih berada di level relatif tinggi. Hal ini mengindikasikan adanya respons pasar terhadap langkah-langkah stabilisasi, serta persepsi bahwa tekanan global mulai diimbangi oleh faktor domestik.

Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga berkat konsistensi kebijakan stabilisasi yang dijalankan secara berkelanjutan, baik melalui intervensi di pasar off-shore maupun domestik.

Di tengah meningkatnya tensi geopolitik dan ketidakpastian arah kebijakan moneter global, langkah tersebut dinilai mampu menahan volatilitas rupiah agar tetap bergerak sejalan dengan fundamental ekonomi.

Di sisi lain, ekonom Maybank Indonesia Myrdal Gunarto menilai tekanan terhadap rupiah dalam beberapa waktu terakhir turut dipicu oleh arus keluar dana asing atau hot money flow, khususnya dari pasar Surat Utang Negara (SUN).

“Kelihatannya investor asing banyak yang keluar dulu ambil untung,” ujar Myrdal kepada CNBC Indonesia, Rabu (14/1/2026).

Menurutnya, kondisi geopolitik global yang belum kondusif mendorong investor bersikap lebih defensif. Ketegangan di berbagai kawasan, mulai dari konflik Amerika Serikat-Venezuela, Rusia-Ukraina, hingga meningkatnya tensi China-Taiwan, membuat dolar AS kembali diburu sebagai aset aman (safe haven).

“Ini kan banyak, belum lagi dari Iran, dan kita lihat juga mata uang Asia yang lain juga melemah terhadap dolar, jadi tidak hanya rupiah,” tambahnya.

Meski demikian, Myrdal menilai tekanan terhadap rupiah masih berada dalam batas yang dapat dikelola. Ia menegaskan Bank Indonesia masih memiliki amunisi kebijakan yang memadai untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui berbagai instrumen intervensi di pasar keuangan.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
Did Channel 9, “A Current Affair”, journalist Margueritte Rossi commit a criminal offence by aiding and abetting a corporate extortion and blackmail attempt?

Did Channel 9, “A Current Affair”, journalist Margueritte Rossi commit a criminal offence by aiding and abetting a corporate extortion and blackmail attempt?

January 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Kenapa Asing Net Sell Rp 2,1 T, tapi IHSG Tetap Hijau?

Kenapa Asing Net Sell Rp 2,1 T, tapi IHSG Tetap Hijau?

May 26, 2026
Net Sell Tembus Rp2,2 T, Empat Saham Prajogo Dilepas Asing

Net Sell Tembus Rp2,2 T, Empat Saham Prajogo Dilepas Asing

May 26, 2026
Empat Saham Prajogo Dilepas Asing, Net Sell Tembus Rp2,2 T

Empat Saham Prajogo Dilepas Asing, Net Sell Tembus Rp2,2 T

May 26, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .