• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Bisa Bangkit Jika BI Lakukan Langkah Ini

Rupiah Bisa Bangkit Jika BI Lakukan Langkah Ini

May 4, 2026
Meski Jadi Bos INA, Oki & Laksono Masih Masuk Bursa Direksi BEI

Meski Jadi Bos INA, Oki & Laksono Masih Masuk Bursa Direksi BEI

May 21, 2026
Saham Syariah Mendominasi Bursa, BEI Ungkap Datanya

Saham Syariah Mendominasi Bursa, BEI Ungkap Datanya

May 21, 2026
Eks Wakil Ketua KPK Jadi Komisaris Jasa Marga (JSMR)

Eks Wakil Ketua KPK Jadi Komisaris Jasa Marga (JSMR)

May 21, 2026
Ada Emiten HSC Datangi Bursa Hari Ini

Ada Emiten HSC Datangi Bursa Hari Ini

May 21, 2026
Perputaran Dana US,7 M/Bulan, BI Permudah Transaksi Yuan China di RI

Perputaran Dana US$3,7 M/Bulan, BI Permudah Transaksi Yuan China di RI

May 21, 2026
Terungkap! Ini Deretan Insentif OJK Buat Himbara Penampung DHE SDA

Terungkap! Ini Deretan Insentif OJK Buat Himbara Penampung DHE SDA

May 21, 2026
DHE SDA Wajib di Himbara, BI Berikan Kemudahan Buat Eksportir

DHE SDA Wajib di Himbara, BI Berikan Kemudahan Buat Eksportir

May 21, 2026
OJK Bongkar 2 Investasi Bodong Bermodus Saham dan Drama China

OJK Bongkar 2 Investasi Bodong Bermodus Saham dan Drama China

May 21, 2026
92 Perusahaan Anak Bakal Dipangkas

92 Perusahaan Anak Bakal Dipangkas

May 21, 2026
IHSG Ditutup Turun 3,54%, Rontok ke Level 6.000-an

IHSG Ditutup Turun 3,54%, Rontok ke Level 6.000-an

May 21, 2026
BUMN Ekspor Disorot, IHSG Anjlok Lebih 3% Ke Level 6.000-an

BUMN Ekspor Disorot, IHSG Anjlok Lebih 3% Ke Level 6.000-an

May 21, 2026
Modernisasi Alkes RI, IRRA Hadirkan Teknologi Bedah Canggih

Modernisasi Alkes RI, IRRA Hadirkan Teknologi Bedah Canggih

May 21, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, May 21, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Rupiah Bisa Bangkit Jika BI Lakukan Langkah Ini

3 weeks ago
in ENTREPRENEUR
Rupiah Bisa Bangkit Jika BI Lakukan Langkah Ini
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Keputusan Federal Reserve untuk kembali menahan suku bunga menegaskan bahwa ketidakpastian global masih menjadi realitas utama yang harus dihadapi seluruh negara, termasuk Indonesia.

Ketua The Fed, Jerome Powell, menunjukkan pendekatan yang semakin berhati-hati-tidak terburu-buru menurunkan suku bunga, namun juga belum sepenuhnya agresif-sebuah sinyal bahwa tekanan inflasi dan risiko global belum sepenuhnya mereda. Kondisi ini pun dapat berdampak bagi Indonesia.

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian menilai jika kebijakan global bergeser menjadi less forward-looking dan lebih reactive terhadap realisasi inflasi dan risiko aktual, maka volatilitas akan menjadi ‘the new normal’. Ini berarti negara seperti Indonesia harus jauh lebih sigap dan tegas dalam menjaga stabilitas.

Dalam konteks domestik, Fakhrul menekankan bahwa saat ini Rupiah berada dalam fase overshooting, yaitu kondisi di mana tekanan nilai tukar bergerak melampaui fundamental jangka pendek dan sedang dalam proses mencari titik keseimbangan baru.

“Rupiah saat ini sedang berada dalam fase overshooting-mencari kestabilan barunya di tengah tekanan global. Dalam fase seperti ini, pasar membutuhkan sinyal yang jelas bahwa otoritas siap menjaga stabilitas. Begitu Bank Indonesia (BI) menunjukkan langkah siap melakukan monetary tightening, siap-siap rupiah akan bisa kembali menguat,” kata Fakhrul, dikutip Senin (4/5/2026).

Oleh karena itu, ia menilai bahwa BI perlu mulai menunjukkan tightening bias yang lebih kuat sebagai bagian dari upaya menjaga kredibilitas dan meredam tekanan eksternal.

“Respons hawkish dari Bank Indonesia menjadi penting, bukan hanya untuk menahan tekanan nilai tukar, tetapi juga untuk mengelola ekspektasi pasar. Ini bukan soal mengejar The Fed, tetapi soal menjaga kepercayaan terhadap stabilitas domestik,” ujarnya.

Di sisi fiskal, Fakhrul menyoroti pentingnya kepastian arah APBN, termasuk penyesuaian terhadap program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai bahwa langkah rasionalisasi dan kalibrasi belanja yang mulai dilakukan pemerintah merupakan sinyal positif bagi pasar.

“Penyesuaian anggaran, termasuk dalam program MBG, menunjukkan bahwa pemerintah responsif terhadap dinamika fiskal dan tidak terjebak dalam rigiditas. Ini penting untuk menjaga kredibilitas APBN di tengah tekanan global yang meningkat,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pasar saat ini membutuhkan kejelasan terkait target fiskal dan strategi pembiayaan, terutama dalam konteks potensi tekanan dari harga energi dan kebutuhan belanja domestik.

“Kepastian target APBN menjadi kunci. Pasar harus melihat bahwa pemerintah memiliki ruang dan fleksibilitas untuk melakukan penyesuaian tanpa mengorbankan disiplin fiskal. Ini akan menjadi jangkar utama kepercayaan investor,” papar Fakhrul.

Fakhrul juga menambahkan bahwa berbagai reformasi yang telah berjalan, baik di sektor fiskal maupun pasar keuangan, mulai menunjukkan dampak yang positif, meskipun belum sepenuhnya tercermin dalam stabilitas pasar jangka pendek.

“Reform yang sudah dilakukan baik dari sisi transparansi pasar, pengelolaan fiskal, maupun koordinasi kebijakan harus terus dikomunikasikan secara konsisten dan terukur, jangan biarkan pasar dan masyarakat blank. Ini penting agar pasar memahami bahwa fondasi ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah volatilitas global,” tegasnya.

Menurutnya, sinergi antara BI dan Kementerian Keuangan kini memasuki fase yang lebih menentukan, di mana kebijakan tidak hanya harus tepat, tetapi juga harus terlihat kredibel dan siap dieksekusi.

Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Tbk. Andry Asmoro mengungkapkan pertemuan FOMC bulan April dengan tegas menolak pelonggaran kebijakan moneter dalam waktu dekat.

Menurutnya, kombinasi dorongan inflasi yang dipicu oleh harga minyak, efek tarif, dan suara The Fed yang terpecah membuat suku bunga kebijakan tetap berada di kisaran 3,50%-3,75% hingga tahun 2027, dengan distribusi risiko condong ke arah kejutan yang agresif.

“Khusus untuk negara-negara berkembang dan Indonesia, ini menyiratkan tekanan berkelanjutan pada biaya pendanaan dolar AS, bias DXY yang lebih kuat, dan ruang terbatas bagi BI untuk melakukan pelonggaran secara agresif tanpa membahayakan stabilitas rupiah,” kata Andry dalam laporannya, dikutip Senin (4/5/2026).

Sejauh ini, Andry melihat adanya nada agresif dalam pernyataan The Fed, dikombinasikan dengan penolakan terhadap kecenderungan pelonggaran kebijakan moneter, menandakan bahwa bank sentral AS berada dalam mode “tunggu dan lihat”.

Dengan inflasi yang masih tinggi dan guncangan pasokan baru yang didorong oleh sektor energi yang ditambahkan di atas dampak kenaikan tarif yang belum terselesaikan, ambang batas untuk melanjutkan pemotongan suku bunga jelas telah meningkat. Namun, Andry menilai pemotongan suku bunga The Fed bergantung pada de-eskalasi yang jelas dari ketegangan di Timur Tengah dan kemajuan nyata pada inflasi inti menuju 2%.

(haa/haa)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

January 13, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Meski Jadi Bos INA, Oki & Laksono Masih Masuk Bursa Direksi BEI

Meski Jadi Bos INA, Oki & Laksono Masih Masuk Bursa Direksi BEI

May 21, 2026
Saham Syariah Mendominasi Bursa, BEI Ungkap Datanya

Saham Syariah Mendominasi Bursa, BEI Ungkap Datanya

May 21, 2026
Eks Wakil Ketua KPK Jadi Komisaris Jasa Marga (JSMR)

Eks Wakil Ketua KPK Jadi Komisaris Jasa Marga (JSMR)

May 21, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .