• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Dibuka di Level Rp18.152 per Dolar AS

Rupiah Dibuka di Level Rp18.152 per Dolar AS

October 28, 2026
Mitratel Mulai Laksanakan MESOP Tahap III, Harga Rp582 per Saham

Mitratel Mulai Laksanakan MESOP Tahap III, Harga Rp582 per Saham

October 28, 2026
Rupiah Amblas ke Rp 18.100 Per USD, Sentimen Ini Jadi Penekan!

Rupiah Amblas ke Rp 18.100 Per USD, Sentimen Ini Jadi Penekan!

October 28, 2026
MSIG Life Perkuat Landasan Pertumbuhan Berkelanjutan Menuju 2030

MSIG Life Perkuat Landasan Pertumbuhan Berkelanjutan Menuju 2030

October 28, 2026
Laba Bank Jago (ARTO) Naik 49,7% di Kuartal III-2026, Ini Faktornya

Laba Bank Jago (ARTO) Naik 49,7% di Kuartal III-2026, Ini Faktornya

October 28, 2026
United Tractor (UNTR) Mau Bagi Dividen Rp 1,4 Triliun

United Tractor (UNTR) Mau Bagi Dividen Rp 1,4 Triliun

October 28, 2026
Rupiah Amblas ke Rp 18.100 Per USD, Senitimen Ini Jadi Penekan!

Rupiah Amblas ke Rp 18.100 Per USD, Senitimen Ini Jadi Penekan!

October 28, 2026
Asing Terus Keluar Efek MSCI, IHSG Lanjut Melemah ke 5.200-an

Asing Terus Keluar Efek MSCI, IHSG Lanjut Melemah ke 5.200-an

October 28, 2026
Laba Bersih Elnusa (ELSA) Rp681,5 Miliar di Kuartal III-2026

Laba Bersih Elnusa (ELSA) Rp681,5 Miliar di Kuartal III-2026

October 28, 2026
Danantara Siapkan Model Bisnis Baru Danareksa, Target Mulai 2027

Danantara Siapkan Model Bisnis Baru Danareksa, Target Mulai 2027

October 28, 2026
Harga Saham Turun Tajam, Bursa Suspensi ARKO

Harga Saham Turun Tajam, Bursa Suspensi ARKO

October 28, 2026
Terungkap! Ini Deretan Kebijakan BI Perdalam Pasar Uang dan Valas 2027

Terungkap! Ini Deretan Kebijakan BI Perdalam Pasar Uang dan Valas 2027

October 28, 2026
Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya

October 28, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, October 28, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Dibuka di Level Rp18.152 per Dolar AS

2 hours ago
in Market
Rupiah Dibuka di Level Rp18.152 per Dolar AS
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Tekanan terhadap rupiah belum mereda menjelang keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda kembali melemah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Rabu (28/10/2026).

Merujuk data Refinitiv, rupiah dibuka di level Rp18.152/US$, melemah 0,04% atau 7 poin dibandingkan penutupan Selasa (27/10/2026) di posisi Rp18.145/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau menguat 0,09% ke posisi 102,415.



Penguatan dolar AS kembali mempersempit ruang gerak rupiah, sementara tekanan di pasar surat utang domestik turut menjadi perhatian investor menjelang pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).

Dari dalam negeri, minat investor dalam lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa (27/10/2026) tercatat melemah. Total penawaran yang masuk hanya mencapai Rp31,09 triliun, turun 52,1% dibandingkan lelang sebelumnya dan menjadi yang terendah sejak November 2024.

Di tengah penurunan permintaan tersebut, imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan untuk SUN seri FR0111, dengan tenor sekitar 10 tahun, mencapai 7,55%. Pemerintah pun hanya menyerap Rp20,65 triliun, lebih rendah dibandingkan target indikatif sebesar Rp30 triliun.

Melemahnya permintaan terhadap surat utang pemerintah mencerminkan sikap hati-hati investor di pasar obligasi domestik. Kondisi tersebut berpotensi menambah tekanan terhadap rupiah, terutama apabila disertai arus modal asing keluar dari pasar keuangan Indonesia.

Sementara dari eksternal, perhatian pelaku pasar tertuju pada keputusan suku bunga The Fed yang dijadwalkan diumumkan pada Kamis (29/10/2026) pukul 01.00 WIB.

Berdasarkan laporan Reuters pada Rabu (28/10/2026), pasar memperkirakan peluang sebesar 91% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,75%-4,00%.

Tingginya probabilitas tersebut membuat perhatian investor kini lebih tertuju pada petunjuk arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya, terutama peluang kenaikan suku bunga pada Desember mendatang.

Dolar AS sendiri bertahan di sekitar level tertinggi dalam dua pekan menjelang keputusan tersebut. Kondisi ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar dalam menilai prospek suku bunga AS.

Pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh akan menjadi perhatian utama. Sinyal kebijakan yang lebih ketat atau hawkish berpotensi memperkuat dolar AS dan menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Sebaliknya, sinyal yang lebih lunak dapat membuka ruang penguatan bagi mata uang regional.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Mitratel Mulai Laksanakan MESOP Tahap III, Harga Rp582 per Saham

Mitratel Mulai Laksanakan MESOP Tahap III, Harga Rp582 per Saham

October 28, 2026
Rupiah Amblas ke Rp 18.100 Per USD, Sentimen Ini Jadi Penekan!

Rupiah Amblas ke Rp 18.100 Per USD, Sentimen Ini Jadi Penekan!

October 28, 2026
MSIG Life Perkuat Landasan Pertumbuhan Berkelanjutan Menuju 2030

MSIG Life Perkuat Landasan Pertumbuhan Berkelanjutan Menuju 2030

October 28, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .